Afghanistan Terkini Setelah Bom di Bandara Kabul

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:24 WIB
Afghanistan Terkini Setelah Bom di Bandara Kabul
Beberapa tentara luar negeri tengah mengevakuasi warga Afghanistan tak lama berselang usai bandara Kabul diguncang dua ledakan pada Kamis (26/8/2021) waktu setempat. (Foto: AFP)

Suara.com - Ledakan besar terjadi di bandara Kabul pada Kamis (26/08) dan menewaskan setidaknya 60 orang dan menghambat proses evakuasi besar di negara itu.

Menyadur Al Jazeera Sabtu (28/08), juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan ancaman spesifik dan kredibel masih ada di lingkungan bandara.

Pejabat Pentagon lainnya juga mengatakan serangan di luar bandara Kabul adalah akibat dari satu ledakan, bukan dua seperti yang dilaporkan sebelumnya.

"Kami tidak percaya bahwa ada ledakan kedua di dekat hotel Baron, bahwa itu adalah satu pembom bunuh diri," kata Mayor Jenderal Angkatan Darat AS William Taylor kepada wartawan di Pentagon di Washington, DC.

Suasana ledakan di Bandara internasional Kabul, Afghanistan. [Wakil Kohsar/AFP]
Suasana ledakan di Bandara internasional Kabul, Afghanistan. [Wakil Kohsar/AFP]

Charles Stratford dari Al Jazeera, melaporkan dari Kabul, mengatakan evakuasi telah dilanjutkan.

“Kami telah melihat sejumlah pesawat lepas landas. Jumlah orang di sekitar bandara meningkat drastis sejak kemarin,” katanya.

AS mengatakan telah mengevakuasi sekitar 4.200 orang dalam 12 jam pada hari Jumat, menyusul serangan bunuh diri mematikan di dekat bandara Kabul pada hari Kamis.

Sementara itu, Taliban mengatakan siap untuk mengambil alih bandara Kabul tapi John Kirby mengatakan pasukan AS masih mengendalikan bagian militer situs tersebut.

Perempuan menangis histeris dengan wajah penuh bercak darah usai bandara Kabul diguncang dua ledakan tewaskan 60 orang. (Foto: AFP)
Perempuan menangis histeris dengan wajah penuh bercak darah usai bandara Kabul diguncang dua ledakan tewaskan 60 orang. (Foto: AFP)

Di sisi berbeda, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price membantah laporan bahwa Washington telah memberikan daftar nama warga Afghanistan yang ingin dievakuasi kepada Taliban.

“Gagasan bahwa kami memberikan nama atau informasi identitas pribadi kepada Taliban dengan cara yang membuat siapa pun menghadapi risiko tambahan, itu salah,” kata Price.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Polisi Pentagon Tewas Ditikam, Pelaku Langsung Tewas Ditembak

Seorang Polisi Pentagon Tewas Ditikam, Pelaku Langsung Tewas Ditembak

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 14:35 WIB

Wow! Pentagon akan Evaluasi Tas Nuklir yang Selalu Dibawa Presiden AS

Wow! Pentagon akan Evaluasi Tas Nuklir yang Selalu Dibawa Presiden AS

Jawa Tengah | Rabu, 21 Juli 2021 | 10:59 WIB

Rilis Laporan soal UFO, Ini Jawaban Pentagon

Rilis Laporan soal UFO, Ini Jawaban Pentagon

Tekno | Minggu, 27 Juni 2021 | 11:30 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB