Sempat Bantu Joe Biden, Penerjemah Ini Masih Tertinggal di Afghanistan

Dwi Bowo Raharjo | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 01 September 2021 | 10:26 WIB
Sempat Bantu Joe Biden, Penerjemah Ini Masih Tertinggal di Afghanistan
Joe Biden bersama penerjemahnya yang masih tertinggal di Afghanistan.[John Silson/ US Department of State via Al Arabiya]

Suara.com - Seorang penerjemah yang membantu menyelamatkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat mendarat darurat di Afghanistan masih tertinggal di Kabul dan meminta bantuan.

Menyadur Al Arabiya Rabu (1/10/2021), Wall Street Journal melaporkan bahwa seorang penerjermah yang hanya ingin disebutkan sebagai Mohemmed meminta bantuan kepada Joe Biden.

"Halo Pak Presiden: Selamatkan saya dan keluarga saya. Jangan lupakan saya di sini," katanya seperti dikutip Wall Street Journal.

Mohammed merupakan salah satu dari sekian banyak warga Afghanistan yang belum terangkut oleh pesawat Amerika Serikat.

Pasukan dan pejabat AS terakhir meninggalkan Afghanistan pada hari Senin (30/8/2021) dan langsung disambut gembira oleh Taliban.

Banyak orang Afghanistan yang dulu bekerja untuk negara asing di Afghanistan takut akan pembalasan oleh Taliban.

Meskipun Taliban sudah mengumbar janji akan memberikan amnesti kepada pegawai pemerintah, namun kenyataan di lapangan berbeda.

Aktivis dan jurnalis lokal mengatakan banyak laporan tentang penggeledahan rumah dan penangkapan orang-orang oleh Taliban.

Mohammed adalah seorang penerjemah berusia 36 tahun yang bekerja untuk militer AS pada 2008. Ia juga berjasa ikut menyelematakan Joe Biden, yang saat itu masih menjadi senator.

Ketika itu, dua helikopter Black Hawk AS melakukan pendaratan darurat di Afghanistan karena terkendala badai salju.

Helikopter itu membawa Joe Biden, politisi Demokrat John Kerry dan Republikan Chuck Hagel.

"Sebagai tim keamanan swasta dengan mantan perusahaan Blackwater dan tentara AS memantau setiap pejuang Taliban di dekatnya, kru mengirimkan panggilan darurat untuk meminta bantuan," buka WSJ dalam laporannya.

"Mohammed bergabung bersama Pasukan Reaksi Cepat dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan berkendara berjam-jam ke pegunungan terdekat untuk menyelamatkan mereka," jelasnya.

Aplikasi visa Mohammed macet setelah kontraktor pertahanan tempat dia bekerja kehilangan catatan yang dia butuhkan.

Mohammed kemudian mencoba keluar dari Afghanistan dengan ribuan orang melalui bandara Kabul. Namun, sayangnya ia ditolak oleh pasukan AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Pasukan AS Pergi, Orang-orang Taliban Arak Peti Mati Berbendera Amerika Serikat

Ngeri! Pasukan AS Pergi, Orang-orang Taliban Arak Peti Mati Berbendera Amerika Serikat

News | Rabu, 01 September 2021 | 07:21 WIB

Hossain Rasouli, Atlet Afghanistan Pertama yang Berlaga di Paralimpiade Tokyo

Hossain Rasouli, Atlet Afghanistan Pertama yang Berlaga di Paralimpiade Tokyo

Sport | Selasa, 31 Agustus 2021 | 21:30 WIB

Fakta Behesta Arghand, Jurnalis Wanita yang Ketakutan Setelah Mewawancarai Taliban

Fakta Behesta Arghand, Jurnalis Wanita yang Ketakutan Setelah Mewawancarai Taliban

News | Selasa, 31 Agustus 2021 | 22:25 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB