Cari Titik Kumpul Warga Amahai jika Terjadi Bencana, Kepala BMKG Jalan Kaki 5 KM

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 04 September 2021 | 04:10 WIB
Cari Titik Kumpul Warga Amahai jika Terjadi Bencana, Kepala BMKG Jalan Kaki 5 KM
Ketua BMKG Dwikorita Karnawati (tengah) berdialog dengan Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury (kiri) dan Raja negeri Amahai Negeri Amahai Frederik Hallatu (kanan), tentang potensi tsunami di Maluku di Amahai, Maluku Tengah, Maluku, Jumat (3/9/2021). (ANTARA/Jimmy Ayal)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menentukan titik kumpul yang aman untuk warga Negeri Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, jika terjadi bencana gempa bumi tektonik dan tsunami.

Untuk menetapkan titik kumpul yang aman Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sampai rela berjalan kaki lebih hampir 5 kilometer. Hampir semua wilayah pesisir pantai rawan terjadi tsunami yang disebabkan longsoran di dasar laut.

Didampingi Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, Kepala BMKG harus berjalan kaki dari pesisir pantai menuju ke daerah lebih tinggi dan jauh untuk mendapatkan lokasi titik kumpul yang aman bagi warga Amahai mengamankan diri bila terjadi gempa dan tsunami.

Langkah itu dilakukan mengingat Amahai juga pernah dihantam tsunami pada tahun 1899 yang dikenal dengan "Bahaya Seram".

"Titik kumpul ini menjadi lokasi evakuasi warga agar tidak jatuh korban saat tsunami terjadi. Pesisir pantai Negeri Amahai masuk zona merah atau sangat rawan terjadi tsunami," katanya.

Penentuan titik kumpul ini sangat penting dengan mempertimbangkan jalur evakuasi serta kecepatan warga menyelamatkan diri dengan waktu tiba tsunami di pantai.

Saat berjalan kaki menuju lokasi titik kumpul yang telah ditetapkan pemerintah Negeri Amahai, ternyata waktu yang diperlukan selama 20 menit untuk sampai, karena harus berjalan memutar belakang pemukiman.

Ketua BMKG menilai lokasi itu sangat aman karena terhalang perbukitan, namun waktu tempuh terlalu lama, sehingga dikhawatirkan warga akan terjebak saat terjadi tsunami.

Beberapa alternatif dan pertimbangan yang disampaikan Raja Negeri Amahai Frederik Hallatu, diantaranya melewati jalur dekat mangrove, namun Dwikorita juga menyatakan alternatif itu tidak tepat karena kerapatan bakau terlalu kecil dan daerah itu juga termasuk zona merah.

baca juga

Dia menandaskan, berdasarkan peta rawan terbaru, tsunami setinggi lebih dari enam meter berpotensi melanda Negeri itu dan desa pesisir lainnya, dengan waktu tiba enam menit.

Karena itu diperlukan waktu evakuasi yang lebih cepat bagi warga untuk tiba di zona aman atau di titik kumpul.

"Warga sudah harus tiba di lokasi aman kurang dari enam menit. Makanya kita perlu cari alternatif lain selain jalur yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Dia menyarankan pemerintah negeri Amahai dan Pemkab Maluku Tengah untuk membangun jembatan permanen dan tahan gempa melintasi sungai yang membelah desa tersebut, karena jalur evakuasi melalui sungai itu lebih pendek.

Dwikorita menambahkan ia bersama tim BMKG akan membantu Pemkab Maluku Tengah memetakan jalur evakuasi dan skenario mitigasi yang perlu dan segera dilakukan, sehingga siap menghadapi bahaya bencana yang kapan saja dapat terjadi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat! BMKG Prediksi Banjarnegara Masuk Musim Hujan Oktober Mendatang

Catat! BMKG Prediksi Banjarnegara Masuk Musim Hujan Oktober Mendatang

Jawa Tengah | Jum'at, 03 September 2021 | 21:58 WIB

27 Bencana Melanda Kota Bogor Selama Agustus 2021, Mayoritas karena Faktor Alam

27 Bencana Melanda Kota Bogor Selama Agustus 2021, Mayoritas karena Faktor Alam

Bogor | Jum'at, 03 September 2021 | 16:46 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG Pelabuhan Merak dan Daerah Pesisir Banten 3 September 2021

Prakiraan Cuaca BMKG Pelabuhan Merak dan Daerah Pesisir Banten 3 September 2021

Banten | Jum'at, 03 September 2021 | 06:05 WIB

Terkini

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Ganjil Genap Bikin Omzet Mal di Jakarta Turun, Dishub Siapkan Evaluasi

Ganjil Genap Bikin Omzet Mal di Jakarta Turun, Dishub Siapkan Evaluasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Gapasdap Usulkan Infrastruktur Ketapang-Gilimanuk Masuk Proyek Strategis Nasional

Gapasdap Usulkan Infrastruktur Ketapang-Gilimanuk Masuk Proyek Strategis Nasional

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Prabowo Tambah 2 Wamenkeu, Suahasil Kini Didampingi 3 Wakil

Prabowo Tambah 2 Wamenkeu, Suahasil Kini Didampingi 3 Wakil

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Di Aik Berik, Marwita Menemukan Cara Lain Menghidupkan Hutan dari Lobe-Lobe Hingga Kopi

Di Aik Berik, Marwita Menemukan Cara Lain Menghidupkan Hutan dari Lobe-Lobe Hingga Kopi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!

Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:30 WIB

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

×