Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 12 Mei 2026 | 16:00 WIB
Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?
Ilustrasi gelombang laut (Magnific)

Suara.com - Eksperimen tentang dampak pemanasan laut terhadap kehidupan biota dinilai penting untuk memprediksi masa depan ekosistem dan ketahanan pangan global.

Namun, studi terbaru menunjukkan banyak penelitian saat ini menggunakan metode yang kurang akurat sehingga berpotensi menghasilkan prediksi yang keliru.

Meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences menemukan banyak eksperimen laboratorium memanaskan air terlalu cepat dibanding kondisi nyata di laut.

Dikutip dari Phys.org, para ilmuwan biasanya menempatkan hewan laut ke dalam tangki lalu menaikkan suhu air hanya dalam hitungan jam atau hari. Hasilnya kemudian digunakan untuk memperkirakan dampak perubahan iklim dalam beberapa dekade mendatang.

Padahal, di alam, kenaikan suhu laut terjadi secara bertahap dalam waktu jauh lebih lama.

Untuk menguji hal tersebut, peneliti dari Simon Fraser University meninjau lebih dari 1.000 makalah dan menganalisis 48 studi yang mencakup 175 eksperimen.

Mereka membandingkan laju pemanasan di laboratorium dengan pemanasan alami di laut, termasuk saat gelombang panas laut terjadi. Peneliti juga mengamati dampaknya terhadap tingkat kelangsungan hidup dan reproduksi hewan laut.

Hasilnya menunjukkan hampir setengah penelitian yang ditinjau bahkan tidak melaporkan kecepatan kenaikan suhu yang digunakan dalam eksperimen.

Selain itu, sekitar 29 persen penelitian langsung memasukkan hewan ke air panas tanpa proses pemanasan bertahap. Bahkan pada eksperimen yang menggunakan metode bertahap, kenaikan suhu di laboratorium sering kali lebih cepat dibanding gelombang panas laut paling ekstrem.

baca juga

“Eksperimen yang bertujuan memprediksi efek pemanasan kronis justru mensimulasikan efek stres panas akut,” tulis tim peneliti.

Perbedaan metode ini dinilai sangat memengaruhi hasil penelitian. Dalam pemanasan mendadak, dampak terhadap reproduksi hewan terlihat lebih buruk. Namun pada pemanasan yang lebih lambat dan realistis, beberapa spesies justru menunjukkan dampak negatif yang sebelumnya tidak terlihat.

Peneliti menilai studi langsung di habitat alami laut menjadi penting agar dampak perubahan iklim terhadap ekosistem bisa dipahami dengan lebih akurat.

“Komunitas laut yang secara alami terpapar kondisi masa depan kemungkinan akan memberikan wawasan terbaik tentang dampak pemanasan laut kronis,” ujar tim peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4,5 Miliar Puntung Rokok Berakhir di Laut Setiap Tahun: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

4,5 Miliar Puntung Rokok Berakhir di Laut Setiap Tahun: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:08 WIB

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:44 WIB

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital I yang Hubungkan Indonesia - Papua Nugini

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital I yang Hubungkan Indonesia - Papua Nugini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

×