Sosiolog UI Sangsi Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir Selesai di Tangan Presiden Jokowi

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 06 September 2021 | 18:47 WIB
Sosiolog UI Sangsi Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir Selesai di Tangan Presiden Jokowi
Para demonstran saat menggunakan topeng bergamber muka Munir sebagai tuntutan atas pengungkapan kasusnya.

Suara.com - Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tomagola pesimis kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib akan terselesaikan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, kasus tersebut bakal sulit dituntaskan kalau oligarki sudah tidak bisa dikendalikan.

Thamrin menilai, tidak ada tanda-tanda Jokowi akan menuntaskan kasus-kasus HAM masa lalu. Terlebih dalam setiap pidato kenegaraannya pun, soal HAM kerap absen disampaikan Jokowi.

"Saya punya pandangan yang pesimistis dengan penuntasan ini. Pada akhirnya saya melihat kelihatannya tidak ada sesuatu yang menjanjikan ini akan diangkat dan dituntaskan terutama di pemerintahan Jokowi ini." kata Thamrin dalam diskusi bertajuk 17 Tahun Pembunuhan Munir secara virtual, Senin (6/9/2021).

Bukan hanya pada era Jokowi saja, Thamrin menilai kasus pembunuhan Munir juga akan sulit dituntaskan pada pemerintahan-pemerintahan selanjutnya. Itu disebabkan sudah mengakarnya oligarki.

Oligarki, dijelaskan Thamrin, terbagi menjadi tiga generasi. Oligarki generasi pertama itu terjadi saat Penjajahan Belanda hingga merdeka.

Ia menyebut oligarki pada zaman tersebut sebagai oligarki yang budiman atau benevolent oligarchy.

"Karena sebenarnya mereka mencerdaskan kehidupan bangsa, mendorong demokrasi, menumbuhkan partai politik, mendorong adanya oposisi di parlemen. Sehingga gelora demokrasi itu bukan main," ujarnya.

Akan tetapi gelora demokrasi itu malah mati, saat masuknya militer ke dunia politik di era Demokrasi Terpimpin pada 1959. Hal tersebut terus berlanjut ketika Presiden ke-2 RI Soeharto memimpin.

Lalu kata Thamrin, oligarki juga berlanjut pasca reformasi.

"Merupakan mutasi dan replikasi dari oligarki Orde Baru," ucapnya.

Ia menganggap kalau oligarki yang berjalan saat ini lebih sadis ketimbang Orde Baru. Sebab, pembungkaman akan penyampaian pendapat terjadi begitu luas. 

"Oligarki yang sekarang membuat napas demokrasi sesak dan suara kritis dibungkam," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LBH Jakarta Minta Kasus Munir Ditetapkan Sebagai Pelanggaran HAM Berat

LBH Jakarta Minta Kasus Munir Ditetapkan Sebagai Pelanggaran HAM Berat

News | Senin, 06 September 2021 | 16:12 WIB

Luhut Somasi Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, Pengamat: Tidak Baca UU

Luhut Somasi Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, Pengamat: Tidak Baca UU

News | Rabu, 01 September 2021 | 12:34 WIB

Istri Munir Merasa Dipingpong oleh Pemerintahan Jokowi

Istri Munir Merasa Dipingpong oleh Pemerintahan Jokowi

Jogja | Sabtu, 12 Desember 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:50 WIB

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:59 WIB

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:50 WIB

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:07 WIB