Setahun Tragedi Kebakaran Lesbos: Masih Banyak Hidup di Tenda Darurat

Reza Gunadha | Deutsche Welle | Suara.com

Rabu, 08 September 2021 | 18:28 WIB
Setahun Tragedi Kebakaran Lesbos: Masih Banyak Hidup di Tenda Darurat
Kebakaran Lesbos [DW Indonesia]

Suara.com - Kamp pengungsi Moria di Pulau Lesbos di Yunani terbakar habis tepat setahun lalu. Sampai sekarang, masih banyak pengungsi yang tinggal di penampungan darurat, sementara musim dingin mendekat.

Kebakaran besar di kamp Moria di pulau Lesbos pada malam hari 8 September 2020 menjadi berita utama di media internasional, terutama di Eropa.

Itu memang bukan kebakaran pertama yang terjadi di Moria, namun kebakaran besar setahun lalu memusnahkan kamp itu.

Lebih dari 12.000 orang pengungsi kehilangan tempat tinggal sementara mereka, tepat sebelum musim dingin datang.

Setahun kemudian, masih banyak pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun di kawasan pantai tidak jauh dari lokasi penampungan Moria yang lama.

Pemerintah Yunani di bawah Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis sebenarnya menjanjikan awal baru dalam kebijakan pengungsi Yunani, dan menyatakan bahwa kamp-kamp yang penuh sesak seperti di Moria, yang disebutnya "memalukan Eropa," akan ditutup.

Kamp-kamp baru sudah direncanakan, tapi untuk sementara para pengungsi masih harus tinggal di kamp darurat yang didirikan di pantai Mavrovouni, entah sampai kapan.

Kondisi di sana memang lebih baik daripada di Moria. Sebuah kamp baru untuk beberapa ribu orang dijadwalkan akan segera dibangun di daerah Plati yang lebih terpencil sebagai penggantinya. Pemerintah Yunani telah menerima bantuan jutaan euro dari Uni Eropa untuk pembangunan kamp-kamp pengungsi yang lebih modern.

Rintangan birokratis

Menurut rencana awal, kamp Plati seharusnya sudah selesai pada musim gugur 2021 ini. "Namun penundaan terjadi, terutama karena penolakan penduduk setempat dan hambatan birokrasi", kata Angeliki Dimitriadi, ilmuwan politik dan peneliti migrasi di lembaga tangki pemikir ELIAMEP yang berbasis di Athena.

"Izin listrik dan saluran air, pengangkutan bahan bangunan, bahkan tender yang wajib dilakukan menurut aturan perundangan, memakan banyak waktu," kata Angeliki Dimitriadi kepada DW.

Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi UNHCR, di Lesbos sekaramg ada sekitar 3.500 pencari suaka, kebanyakan dari mereka berasal dari Afganistan.

Sebelum kebakaran Moria, pulau Lesbos menampung lebih dari 17.000 pengungsi. Ribuan migran telah dipindahkan ke daratan Yunani setelah insiden kebakaran itu, baik karena permohonan suaka mereka disetujui, atau karena mereka diakui sebagai "orang-orang yang rentan" yang membutuhkan perlindungan khusus.

Politisi lokal di Lesbos sekarang mendesak agar ada kepastian, bahwa tidak ada pendatang baru yang akan tinggal lama di pulau itu lagi. Anak di bawah umur tanpa pendamping dan "orang rentan" lainnya yang mendarat di Lesbos harus segera dikirim ke tempat lain di Eropa di bawah program yang didanai oleh Uni Eropa.

Masalah lama masih tanpa solusi "Fakta bahwa orang-orang tidak lagi berdesakan di ruang sempit, memang telah meningkatkan kondisi kehidupan di Lesbos," ujar Angeliki Dimitriadi. Tetapi dia juga mengatakan, masalah mendasarnya tidak berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Ortu Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Luka Bakarnya 80 Persen Tapi Dia Sadar

Cerita Ortu Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Luka Bakarnya 80 Persen Tapi Dia Sadar

News | Rabu, 08 September 2021 | 18:09 WIB

Posko Antemortem RS Polri Mulai Dipadati Keluarga Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Posko Antemortem RS Polri Mulai Dipadati Keluarga Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang

News | Rabu, 08 September 2021 | 17:52 WIB

Wajah Sedih Keluarga Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Wajah Sedih Keluarga Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Foto | Rabu, 08 September 2021 | 17:35 WIB

41 Jenazah Narapidana Korban Kebakaran Lapas Tangerang Tiba di RS Polri

41 Jenazah Narapidana Korban Kebakaran Lapas Tangerang Tiba di RS Polri

Video | Rabu, 08 September 2021 | 17:33 WIB

Luka Bakar Parah hingga 90 Persen, 40 Jenazah Napi Lapas Tangerang Sulit Diidentifikasi

Luka Bakar Parah hingga 90 Persen, 40 Jenazah Napi Lapas Tangerang Sulit Diidentifikasi

News | Rabu, 08 September 2021 | 17:24 WIB

Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Dipindahkan ke RS Polri

Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Dipindahkan ke RS Polri

Foto | Rabu, 08 September 2021 | 17:13 WIB

Identifikasi 41 Napi Lapas Tangerang yang Tewas Terbakar, RS Polri Buka Posko Antemortem

Identifikasi 41 Napi Lapas Tangerang yang Tewas Terbakar, RS Polri Buka Posko Antemortem

News | Rabu, 08 September 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:35 WIB

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:21 WIB

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:15 WIB

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:01 WIB

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB