alexametrics

Pelanggar PPKM Terancam Dikurung di Rumah, Anies: Ke Mana Pun Anda Pergi akan Ditolak!

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Pelanggar PPKM Terancam Dikurung di Rumah, Anies: Ke Mana Pun Anda Pergi akan Ditolak!
Pelanggar PPKM Terancam Dikurung di Rumah, Anies: Ke Mana Pun Anda Pergi akan Ditolak. Aparat merazia kerumunan anak muda di restoran Holywings Tavern kawasan Kemang, Jakarta Selatan. (Ist)

"Ke mana pun anda pergi, anda akan ditolak karena anda ikut ramai-ramai melakukan pelanggaran," jelasnya.

Suara.com - Warga Jakarta bakal dijerat sanksi dilarang bepergian keluar rumah jika melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sanksi itu akan dijatuhkan jika warga kedapatan melakukan kerumunan saat berkunjung di sebuah tempat. 

Kebijakan itu diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyusul kasus kerumunan yang terjadi di restoran dan bar Holywings Tavern, Kemang, Jakarta Selatan. Terkait pelanggaran protokeol kesehatan (prokes) itu, izin usaha Holywings Tavern telah dibekukan dan didenda uang sebesar Rp50 juta. 

Anies mengatakan, sejauh ini pemberian sanksi baru dikenakan pada pihak pengelola tempat yang melanggar saja. Sementara ia menilai perlu juga ada hukuman bagi pengunjung yang mendatanginya.

"Ke depan, itu salah satu tadi dibahas, yang nanti akan kena sanksi bukan saja pengelolanya, tetapi mereka yang berada di tempat itu akan di-block sehingga tidak bisa mendatangi tempat manapun juga selama waktu tertentu," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Gubernur Anies: Warga yang Masuk ke Tempat Usaha Pelanggar PPKM Akan Di-blacklist

Untuk bisa mewujudkan rencana ini, Anies menyebut pihaknya bakal mengandalkan teknologi penggunaan aplikasi di ponsel pintar atau smartphone. Petugas akan memasukan orang yang sedang berada di lokasi pelanggaran PPKM ke dalam daftar hitam atau blacklist.

"Jadi, kalau anda berada di tempat terjadi pelanggaran, sebelum keluar anda akan di-scan semuanya. Di-scan, anda masuk dalam blacklist orang yang tidak bisa ke mana-mana nanti," katanya.

Sekarang ini, masyarakat untuk bisa masuk ke banyak tempat harus melakukan scan QR code untuk bisa memastikan telah tervaksin. Nantinya tak hanya untuk bukti vaksinasi, saat melakukan pemindaian, sistem aplikasi akan membaca apakah orang itu masuk dalam blacklist pelanggar aturan PPKM atau bukan.

"Ke mana pun anda pergi, anda akan ditolak karena anda ikut ramai-ramai melakukan pelanggaran," jelasnya.

Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak malah mendatangi tempat yang sudah jelas melanggar aturan PPKM. Ia meminta agar lebih baik mencari tempat yang lebih patuh ketimbang nantinya diberikan sanksi.

Baca Juga: Jakarta Percepat Pembuatan QR Code untuk Tempat Usaha

"Sanksinya apa? di rumah saja, belajar disiplin, jangan pergi-pergi. Karena ketika pergi ternyata buka masker, ternyata tidak jaga jarak," kata dia. 

Komentar