Suara.com - Seorang peternak ayam, Suroto diamankan polisi saat membentangkan poster keluhan pakan ternak di depan konvoi Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Makam Bung Karno di Blitar pada Selasa (7/9/2021) kemarin.
Maria Catarina Sumarsih, ibu dari Bernardinus Realino Norma Irawan alias Wawan korban Tragedi Semanggi I 1998 menilai peristiwa ini adalah fakta kesekian yang membuktikan Indonesia sudah kembali ke era orde baru.
"Pak Jokowi ini sebenarnya sudah mengembalikan pemerintahan orde baru, zaman orde baru itu istilah dari Pak Harto (Soeharto) kalau dengar apa-apa dari orang yang tidak cocok dilibas dan gebuk," kata Sumarsih kepada Suara.com, Kamis (9/9/2021).
Inisiator gerakan Aksi Diam Kamisan ini menyebut apa yang dibentangkan peternak di Blitar itu bukanlah ancaman untuk Jokowi, tetapi rakyat yang mengadu pada pemimpinnya.
"Seperti halnya yang saya lakukan di depan Istana, kalau Pak Jokowi bilang boleh demo, demo yang seperti apa? orang yang membentangkan spanduk itu tidak marah-marah, sopan sekali, dengan tulisan itu supaya Pak Jokowi membaca. Kita sekarang harus berhati-hati," ucapnya.
Sumarsih sebagai pemilih Jokowi di Pemilihan Presiden 2014 mengaku sangat kecewa, sebab kepemimpinannya selama kurang lebih 7 tahun ini tidak semanis janji-janjinya.
"Saya merasa tertipu saat dulu kampanye Ayo Pilih Jokowi, tapi pada periode pertama sampai sekarang periode kedua tidak menuntaskan janjinya menyelesaikan kasus Semanggi I dan II. Tapi justru mengangkat terduga dalangnya Pak Wiranto sebagai Menkopolhukam dan sekarang sebagai Dewan Pertimbangan Presiden," tuturnya.
"Rakyat, jangan harap Pak Jokowi akan memberikan kesejahteraan rakyat dengan tulus," sambung Sumarsih.
Alami Trauma
Saat ini, Suroto mengalami trauma hebat usai diperiksa polisi pascaaksi pembentangan poster di Blitar tersebut.
Saat itu Suroto membentangkan poster bertuliskan: "Pak Jokowi bantu peternak, beli jagung dengan harga wajar". Ia kemudian diamankan ke kantor polisi setempat.
Ketika berbincang dengan wartawan SuaraJatim.id, Suroto sebenarnya menceritakan keluhannya terkait permintaan bantuan jagung yang ditujukan kepada Jokowi. Namun dirinya kembali keberatan bila kalimatnya ditulis.
"Saya minta maaf ya mas. Karena saya sendiri masih belum siap," ujarnya ketika ditemui di rumahnya, Kamis (9/9).
Karena kondisi psikologis yang mengalami trauma yang hebat pasca diperiksa, Suroto juga tak berkenan di ambil gambarnya. Ia juga tidak menghendaki Suarajatim.id mengambil foto rumahnya.