Warga Positif Covid Berkeliaran, Jangan sampai PeduliLindungi Cuma buat Syarat Masuk Mal

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Rabu, 15 September 2021 | 13:10 WIB
Warga Positif Covid Berkeliaran, Jangan sampai PeduliLindungi Cuma buat Syarat Masuk Mal
Warga Positif Covid Berkeliaran, Jangan sampai PeduliLindungi Cuma buat Syarat Masuk Mal. Ilustrasi--Penjemputan pasien Covid-19 ke tempat Isoter. [Berita Bali/Istimewa]

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher mengkritisi adanya kelemahan pada sistem Peduli Lindungi. Mengingat ada catatan sebanyak 3 ribu orang positif Covid-19 berkeliaran ke mal.

Menurut Netty adanya kaporan itu menunjukkan kelemahan pada sistem protokol kesehatan di tempat publik. Padahal seharusnya penjagaan di pintu masuk memperhatikan status masyarakat yang ditandai dengan warna.

“Bagaimana mungkin orang tersebut bisa berkeliaran di mal? Bukankah saat scan barcode dan  status mereka berwarna hitam seharusnya dilarang masuk oleh petugas?” kata Netty kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Netty menduga penjagaan di pintu masuk menuju tempat publik hanya formalitas semata. Mengingat masih lolosnya orang positif Covid-19, padahal sebelumnya sudah melalui deteksi barcode.

"Tidak semua penjaga pintu memerhatikan dengan seksama hasil scanning barcode. Bahkan ada mal yang pengunjungnya bisa masuk tanpa melewati deteksi barcode. Ini seperti formalitas saja, bukan benar-benar untuk menyaring pengunjung yang sehat dan tidak," kata Netty.

Sementara itu, Anggota Komisi IX Mufida Kurniasih mempertanyakan konektivitas data Peduli Lindungi dengan Satgas Covid-19 sampai level terkecil, yakni RT/RW dan puskesmas. Seharusnya jika memang terdapat integrasi sistem, lingkungan melalui satgas setempat di level RT bakal melakukan tindakan kepada warganya yang terpapar Covid-19.

"Jadi kita pertanyakan, yang seharusnya isolasi mandiri atau karantina terpusat kenapa bisa jalan-jalan? Apakah data ini tidak diketahui oleh Satgas Covid-19 dan Puskesmas? Atau memang selama ini dashboard PeduliLindungi tidak terhubung ke mereka?" tanya Mufida.

Anggota DPR RI Dapil Jakarta II ini menyebut adanya aplikasi PeduliLindungi adalah usaha untuk semakin masifnya upaya 3T oleh pemerintah. 

Mufida mengingatkan agar aplikasi PeduliLindungi dimaksimalkan dalam penggunaannya mengetatkan upaya protokol kesehatan. Ia tidak ingin keberadaan PeduliLindungi sekadar menjadi syarat administratif warga mengakses fasilitas publik.

baca juga

Karena itu ia meminta sosialisasi terkait aplikasi Peduli Lindungi dan kegunaannya terus dilakukan. 

"Jangan sampai PeduliLindungi hanya diasumsikan syarat untuk masuk mal dan memanfaatkan fasilitas publik. Aplikasi ini juga harus dimanfaatkan untuk aktivitas yang terhubung dengan test, tracing dan treatment. Terus sosialisasikan apa kegunaan aplikasi PeduliLindungi kepada masyarakat," tutur Mufida. 

3 Ribu Orang Positif Covid Berkeliaran

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan masih ada ribuan orang terpapar positif Covid-19 yang keluar rumah, bahkan berjalan-jalan ke mal. Hal itu terdeteksi melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Seperti diketahui Peduli Lindungi memeliki kemampuan untuk memantau mobilitas masyarakat yang terpapar Covid-19. Sejauh ini, kata Budi sudah ada 29 juta orang yang registrasi di aplikasi tersebut.

"Kami bisa lihat suprisingly tetap saja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif Covid tapi masih jalan-jalan," mata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9/2021).

Tidak cuman terdeteksi masuk mal, Budi menuturkan bahwa masyarakat positif Covid-19 juga terdeteksi masuk ke fasilitas publik.

"Masih masuk mal 3 ribu orang, masih masuk ke bandara 43 orang, masih naik kereta juga 63 orang, masih masuk restoran 55 orang," sebut Budi.

Budi menegaskan seharusnya masyarakat yang terpapar dan teridentifikasi Covid-19 harus tinggal baik di rumah maupun di tempat isolasi terpusat.

"Dengan demikian kita bisa melacak mereka dan memastikan mereka segera kita ambil untuk kita lakukan isolasi," kata Budi.


 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Melandai, Sekolah di Siak Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Covid-19 Melandai, Sekolah di Siak Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Riau | Rabu, 15 September 2021 | 12:39 WIB

Pakar Sebut Vaksin Masih Efektif Atasi COVID-19 Varian Baru

Pakar Sebut Vaksin Masih Efektif Atasi COVID-19 Varian Baru

Lampung | Rabu, 15 September 2021 | 12:22 WIB

Perubahan Iklim Kian Serius, Gus Muhaimin Kampanyekan Politik Hijau

Perubahan Iklim Kian Serius, Gus Muhaimin Kampanyekan Politik Hijau

DPR | Rabu, 15 September 2021 | 12:04 WIB

Studi: 11 Persen Anak Berisiko Alami Long COVID-19 Setelah Dinyatakan Negatif

Studi: 11 Persen Anak Berisiko Alami Long COVID-19 Setelah Dinyatakan Negatif

Health | Rabu, 15 September 2021 | 12:03 WIB

Terkini

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

×