Tak Sempat Dievakuasi Inggris, Penembak Jitu Afghanistan Dieksekusi Taliban

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 15 September 2021 | 14:41 WIB
Tak Sempat Dievakuasi Inggris, Penembak Jitu Afghanistan Dieksekusi Taliban
Warga di Kota Jalalabad yang sudah dikuasai Pasukan Taliban. [Antara]

Suara.com - Seorang penembak jitu Afghanistan yang bekerja untuk pasukan khusus Inggris dieksekusi mati oleh Taliban di depan orang tuanya.

Menyadur New York Post Rabu (15/9/2021), kabar tersebut diungkapkan oleh mantan Kolonel Inggris Ash Alexander-Cooper.

Penembak jitu tersebut hanya diketahui sebagai N, untuk melindungi keamanan anggota keluarganya yang masih hidup.

N dilaporkan dibunuh setelah menjadi salah satu dari ratusan sekutu Barat yang tertinggal, dan belum sempat dievakuasi dari Afghanistan setelah diambil alih oleh Taliban.

"Dia bersembunyi karena ancaman yang dia hadapi," jelas Ash Alexander-Cooper, yang juga pernah menjadi penasihat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, mengatakan kepada Times of London.

"Tapi mereka menemukannya dan dia ditembak, dieksekusi di depan keluarganya," sambung Alexander-Cooper.

Alexander-Cooper juga pernah ikut setidaknya delapan tur di Afghanistan, salah satunya sempat bekerja bersama N.

Alexander-Cooper mengungkapkan jika penembak jitu tersebut merupakan salah satu anggota pasukan elit Afghanistan, yang dikenal sebagai CF333.

Mantan perwira militer tersebut juga mengungkapkan bahwa pasukan CF333 tersebut merupakan hasil didikan militer Inggris.

baca juga

"Ini dapat diprediksi ini akan terjadi untuk semua orang yang tertinggal yang tidak diberi bimbingan," kata Alexander-Cooper kepada UK Times.

Dia mengatakan pembunuhan itu membuktikan bahwa janji Taliban tentang amnesti bagi mereka yang sempat bekerja untuk Afghanistan dukungan Barat hanyalah fantasi.

UK Times juga melaporkan bahwa seorang penerjemah yang pernah membantu militer Inggris yang belum sempat dievakuasi diculik oleh 25 orang pasukan Taliban dan dipukuli habis-habisan.

Pria itu, yang diidentifikasi sebagai Sharif Karimi, mengatakan dia kemudian ditahan selama empat hari di sel kecil yang hampir tidak ada oksigen.

Dia akhirnya dibebaskan karena para tetua setempat turun tangan dan keluarganya berhasil membayar uang tebusan sekitar Rp 300 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Doping, Inggris Raya akan Kehilangan Satu Perak Olimpiade Tokyo

Skandal Doping, Inggris Raya akan Kehilangan Satu Perak Olimpiade Tokyo

Sport | Rabu, 15 September 2021 | 08:44 WIB

Tumbuhnya Kekuasaan VOC di Wilayah Barat Pulau Jawa

Tumbuhnya Kekuasaan VOC di Wilayah Barat Pulau Jawa

Your Say | Rabu, 15 September 2021 | 08:34 WIB

Beredar Spekulasi Salah Satu Pemimpinya Tewas Tertembak, Taliban Langsung Membantah

Beredar Spekulasi Salah Satu Pemimpinya Tewas Tertembak, Taliban Langsung Membantah

News | Rabu, 15 September 2021 | 10:59 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×