alexametrics

Doa Setelah Azan Berkumandang dan Sebelum Iqamah

Dany Garjito
Doa Setelah Azan Berkumandang dan Sebelum Iqamah
Doa Setelah Azan Berkumandang dan Sebelum Iqamah. Ilustrasi Panggilan Suara Azan (Pixabay)

Berikut adalah bunyi bacaaan doa setelah adzan.

Suara.com - Umat muslim di seluruh dunia dianjurkan membaca doa setelah azan berkumandang. Sebab membaca doa setelah azan berarti bentuk bakti umat muslim kepada Allah SWT. Doa setelah azan dibaca sebelum terdengar iqamat berkumandang. Tujuan membaca doa setelah adzan berkumandang untuk mendapatkan berbagai keutamaannya.

Keutamaan doa setelah azan antara lain untuk menghapuskan dosa, permohonan yang diinginkan akan dikabulkan, dan mendapatkan syafaat oleh Allah SWT.

Keutamaan doa setelah azan juga diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barang siapa ketika mendengar adzan lalu mengucapkan (doa setelah adzan), maka syafaatku baginya di hari kiamat." (HR. Bukhari).

Baca Juga: 2 Bacaan Doa Keluar Rumah agar Selamat dan Dilindungi Allah SWT

Doa Setelah Azan

Ilustrasi azan. [June Andrei George/Unsplash]
Doa Setelah Azan Berkumandang dan Sebelum Iqamah. Ilustrasi azan. [June Andrei George/Unsplash]

Berikut adalah bunyi bacaaan doa setelah azan yang pertama yaitu shalawat Ibrahimiyyah:

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala 'ali sayyidina Muhammad kama shallaita ‘ala sayyidina Ibrahim, wa ‘ala `ali sayyidina Ibrahim, wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala `ali sayyidina Muhammad kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim, wa ‘ala 'ali sayyidina Ibrahim, innaKa Hamidun Majidun

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat pada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau merahmati Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta berkatilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau berkatilah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung”

Setelah membaca shalawat Ibrahimiyyah, selanjutnya membaca doa setelah azan berikut ini.

Baca Juga: Doa yang Bisa Membuat Sholat Batal

Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, ‘aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga), dan al-fadhilah (keutamaan) kepada nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan."

Setelah itu, terdapat doa yang dapat dilantunkan di antara azan dan iqamah yang berbunyi, seperti di bawah ini.

Allahumma inni as-alukal-‘afiyah fid-dunya wal-akhirah

Artinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat”

Kemudian diikuti dengan bacaan ayat Kursi.

Allahu la Ilaha illa Huwal hayyul qayyumu. La ta'khudzuhu sinatuw wa la naum. laHu ma fissamawati wa ma fil ardhi. man dzal ladzii yasfa'u 'indahu illa bi idznihi. ya'lamu ma baina aidiihim wa ma khalfahum. wa la yuhithuna bi syai-in min 'ilmihii illa bi masya-a. wasi'a kursiyyuhussamawati wal ardha. wa la ya-udhu hifzhuhuma wahuwal 'aliyyul azhiim.

Artinya: Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Komentar