50 Tahun Greenpeace: Idealisme Ekologis, Aksi Lingkungan dan Harapan Baru

Reza Gunadha, Deutsche Welle

Kamis, 16 September 2021 | 16:58 WIB
50 Tahun Greenpeace: Idealisme Ekologis, Aksi Lingkungan dan Harapan Baru
Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (23/10).[Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Setengah abad lalu, sekelompok aktivis lingkungan membentuk Greenpeace, yang kekinian menjelma sebagai organisasi besar serta beroperasi secara global.

Berkat Greenpeace dan kelompok lainnya, isu perlindungan lingkungan dan iklim juga sudah jadi agenda banyak pemerintahan.

Pada 15 September 1971, sekelompok aktivis lingkungan berlayar dengan kapal nelayan menuju pantai Alaska, dengan tujuan melakukan aksi protes dan mencegah uji coba bom atom AS di sana.

Aksi berbahaya itu memang tidak berhasil mencegah AS melaksanakan uji coba atomnya, tapi itulah awal pembentukan Greenpeace, yang sekarang sudah menjadi organisasi raksasa.

Namun di masa pandemi dan keprihatinan akan kerusakan iklim di Bumi, perayaan 50 tahun Greenpace tidak akan digelar dengan pesta meriah, kata Jennifer Morgan, direktur eksekutif Greenpeace International kepada kantor berita AFP.

"Tidak banyak yang bisa dirayakan saat ini. Kita berada dalam keadaan darurat iklim," katanya di kantor pusat Greenpeace yang sederhana di pinggiran kota Amsterdam, Belanda.

Jennifer Morgan mengatakan dia "sangat khawatir" bahwa tanggapan dunia untuk perlindungan iklim pada KTT Iklim PBB COP26 di Glasgow, Inggris, nantinya tidak memadai.

"Semua yang telah kami lakukan selama 50 tahun itu, sekarang kami harus bekerja sama untuk menciptakan perubahan yang benar-benar radikal dan mendalam. Waktunya hampir habis," ujarnya.

Berawal dari idealisme

baca juga

Perjalanan organisasi ini dimotori oleh idealisme para aktivis lingkungan dengan pelayaran kapal yang dinamakan "Greenpeace" dari sebuah pelabuhan di Vancouver, Kanada.

Tapi upaya mereka dengan kapal "Greenpeace" untuk menghentikan uji coba atom di lepas pantai Alaska itu dihentikan polisi.

Sekarang, Greenpeace sudah menjadi jaringan raksasa, dengan perwakilan di 55 negara, dan sekitar tiga juta pendukung di seluruh dunia setiap tahun memberi sumbangan untuk membiayai kegiatannya.

Di Jerman saja ada lebih dari 630.000 penyumbang tetap. Greenpeace tidak hanya berhasil mengangkat isu lingkungan ke tataran politik global.

Mereka juga berhasil menghentikan perburuan komersial ikan paus, dengan beberapa pengecualian.

Dengan aksi-aksinya mereka menyoroti kegiatan perusahaan-perusahaan besar, seperti perusahaan-perusahaan minyak, yang mengakibatkan banyak kerusakan lingkungan.

Tidak hanya perusahaan multinasional, banyak pemerintahan juga dipusingkan oleh aksi-aksi mereka.

"Greenpeace dimulai dari sebuah ide, bahwa individu dapat mengubah dunia dengan kreativitas dan sedikit harapan," kata Jennifer Morgan, yang memimpin kelompok ini sejak 2016.

"Saya pikir, selama 50 tahun Greenpeace telah mencapai hal-hal yang benar-benar mengagumkan."

Tidak hanya keberhasilan

Tapi di balik kesuksesan Greenpeace, ada juga kisah tragedi dan kekalahan. Tahun 1985, dinas rahasia Prancis meledakkan kapal andalan Greenpeace "Rainbow Warrior" yang sedang merapat di di Auckland, Selandia Baru.

Kala itu, mereka sedang menggalang aksi protes uji coba nuklir Prancis di kawasan itu. Seorang fotografer Portugis, Fernando Pereira, tewas dalam peristiwa itu.

Hingga kini, para aktivis lingkungan di beberapa negara, terutama di Brasil, Indonesia dan Cina, menghadapi risiko besar, termasuk penangkapan dan pembunuhan.

Greenpeace sendiri sekarang tidak hanya mengandalkan penggalangan aksi, namun aktif terlibat dalam lobi politik tingkat tinggi demi memperbaiki kebijakan iklim.

Mereka juga aktif melayangkan gugatan ke pengadilan kepada lembaga atau pemerintahan yang melakukan pencemaran lingkungan.

Jennifer Morgan mengatakan, Greenpeace saat ini juga lebih banyak bekerja sama dengan kelompok lingkungan lain dan dengan masyarakat adat - hal-hal yang menurutnya seharusnya lebih sering dilakukan oleh organisasinya, terutama dalam isu perlindungan iklim.

Jadi, apa yang ada di depan Greenpeace untuk 50 tahun ke depan? "Saya kira, tujuan idealnya adalah bahwa Greenpeace tidak diperlukan lagi," kata Jennifer Morgan.

Tetapi dia sendiri memperkirakan, kampanye lingkungan akan menuntut pejuangan lebih keras di masa depan, dan berharap Greenpeace tetap akan bisa membantu menciptakan "gerakan menuju harapan" baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Untuk Atasi Masalah Sampah Plastik, Greenpeace Minta KLHK Buka Roadmap pada Masyakarat

Untuk Atasi Masalah Sampah Plastik, Greenpeace Minta KLHK Buka Roadmap pada Masyakarat

Press Release | Minggu, 12 September 2021 | 13:53 WIB

Soa Aksi Kritik Penembakan Laser ke Gedung KPK Berujung Polisi, Bikin ICW Heran

Soa Aksi Kritik Penembakan Laser ke Gedung KPK Berujung Polisi, Bikin ICW Heran

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 21:54 WIB

Aksi Penembakan Laser Dipolisikan, Greenpeace Indonesia Sebut KPK Berlebihan

Aksi Penembakan Laser Dipolisikan, Greenpeace Indonesia Sebut KPK Berlebihan

News | Selasa, 20 Juli 2021 | 17:18 WIB

Aksi Tembakan Laser di Gedung KPK Dilaporkan ke Polisi, Ini Reaksi Greenpeace Indonesia

Aksi Tembakan Laser di Gedung KPK Dilaporkan ke Polisi, Ini Reaksi Greenpeace Indonesia

News | Selasa, 20 Juli 2021 | 13:08 WIB

Dianggap Ganggu Operasional Objek Vital Nasional, Greenpeace Dilaporkan KPK ke Polisi

Dianggap Ganggu Operasional Objek Vital Nasional, Greenpeace Dilaporkan KPK ke Polisi

Kaltim | Senin, 19 Juli 2021 | 20:48 WIB

Tembak Laser untuk Kritik Firli Cs, KPK Laporkan Greenpeace ke Polres Jaksel

Tembak Laser untuk Kritik Firli Cs, KPK Laporkan Greenpeace ke Polres Jaksel

News | Senin, 19 Juli 2021 | 20:20 WIB

Transparansi Sumber Anggaran LSM Perlu Dibuka ke Publik

Transparansi Sumber Anggaran LSM Perlu Dibuka ke Publik

Bisnis | Jum'at, 09 Juli 2021 | 08:26 WIB

Sarkas Bertengger di Gedung Merah Putih KPK, 'Berani Jujur Pecat'

Sarkas Bertengger di Gedung Merah Putih KPK, 'Berani Jujur Pecat'

Your Say | Jum'at, 02 Juli 2021 | 16:36 WIB

Tulisan 'Berani Jujur Pecat' Warnai Gedung KPK

Tulisan 'Berani Jujur Pecat' Warnai Gedung KPK

Foto | Selasa, 29 Juni 2021 | 05:35 WIB

Terkini

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 15:23 WIB

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:20 WIB

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:19 WIB

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

×