Termajinalkan di Tanah Sendiri, Nasib Mama-mama Papua yang Hidupnya Cuma Jaga Kebun

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 17 September 2021 | 16:57 WIB
Termajinalkan di Tanah Sendiri, Nasib Mama-mama Papua yang Hidupnya Cuma Jaga Kebun
Sosok perempuan Papua [Shutterstock]

Suara.com - Bagi perempuan di pulau Jawa mungkin tidak akan pernah merasakan bagaimana susahnya menyampaikan aspirasi hingga mengakses dunia luas. Namun bagi perempuan di Papua, kondisi tersebut akan terus menyelimuti kehidupannya.

Jurnalis perempuan, Febriana Firdaus membagikan kisah ketika ditugaskan kantornya untuk melakukan investigasi di Merauke, Papua. Untuk mendapatkan banyak informasi, ia mesti berpura-pura menjadi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah kerja nyata dan tinggal bersama perempuan atau mama-mama di sana selama tiga pekan.

Dari situ ia menemukan fakta di mana mamak-mamak di Papua hidup termarjinalkan.

Febriana menemukan satu desa tertinggal dan hanya ada perempuan serta anak-anaknya yang masih tinggal, tanpa ada laki-laki yang terlihat.

"Padahal desa itu adalah desa di mana pemilik tanah dari perusahaan-perusahaan sawit terbesar di masyarakat Merauke dan Boven Digoel tinggal. Mereka ini adalah pemilik lahannya, pewaris tanah itu, anak-anak ini, tapi di desa itu yang tertinggal hanya perempuan dan anak," kata Febriana dalam diskusi bertajuk “Harta Tahta Perempuan Papua” secara virtual, Jumat (17/9/2021).

Jurnalis perempuan, Febriana Firdaus dalam diskusi daring. (tangkapan layar/ist)
Jurnalis perempuan, Febriana Firdaus dalam diskusi daring. (tangkapan layar/ist)

Menurutnya, laki-laki itu lebih memiliki akses kepada dunia luar, bisa bepergian, atau bahkan memegang uang tunai. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Paniai, di mana perempuan itu harus menjaga kebun.

Meski dipahami kalau menjaga kebun itu merupakan tugas dari mama-mama, namun Febriana tidak setuju kalau sampai mamak-mamak Papua itu tidak diberikan kesempatan untuk bepergian.

Jangankan untuk bepergian, perempuan-perempuan Papua juga tidak pernah dilibatkan dalam pertemuan marga. Febriana yang pernah mengikuti rapat marga itu melihat tidak ada satu pun perempuan yang diajak berdiskusi semisal soal lahan.

Padahal mamak-mamak itu lah yang mengelola hingga mengolah hasil dari lahan tersebut.

baca juga

Selain itu, mama-mama Papua pasti mau mengeluarkan aspirasinya ketika lahannya hendak dijual. Sebab lahan itu menjadi satu-satunya sumber bagi anak-anaknya makan.

Kalau misalkan lahannya dijual oleh suaminya, otomatis mama-mama akan bingung ke mana lagi ia harus mencari asupan makanan untuk anaknya.

"Jadi saya melihat bahwa marjinalisasi perempuan Papua itu tidak hanya mengalami marjinalisasi saja karena mereka tidak punya akses sama sekali untuk ngomong."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambil Tersedu, Nakes Cerita Kebrutalan KKB Papua di Kiwirok

Sambil Tersedu, Nakes Cerita Kebrutalan KKB Papua di Kiwirok

Lampung | Jum'at, 17 September 2021 | 15:47 WIB

Terlibat Baku Tembak, TPNPB-OPM Klaim 4 Prajurit Setan TNI Tewas

Terlibat Baku Tembak, TPNPB-OPM Klaim 4 Prajurit Setan TNI Tewas

News | Jum'at, 17 September 2021 | 12:52 WIB

PON Papua: Atlet Gorontalo Silfana Mahmud Incar Medali Emas Muaythai

PON Papua: Atlet Gorontalo Silfana Mahmud Incar Medali Emas Muaythai

Sport | Jum'at, 17 September 2021 | 12:21 WIB

Nakes Gugur usai Diserang KKB Papua, Yeremias: Hati Ini Hancur Tercabik-cabik

Nakes Gugur usai Diserang KKB Papua, Yeremias: Hati Ini Hancur Tercabik-cabik

Riau | Jum'at, 17 September 2021 | 11:47 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×