Derita Perempuan Menikah di Papua, Kerap Alami Kekerasan karena Dianggap Sudah Dibeli

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 17 September 2021 | 21:51 WIB
Derita Perempuan Menikah di Papua, Kerap Alami Kekerasan karena Dianggap Sudah Dibeli
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Eks tahanan politik Papua, Ambrosius Mulait, mengatakan kalau perempuan Papua itu mengalami penindasan dalam waktu yang panjang bahkan sejak zaman kolonial hingga saat ini. Kekinian, ia menyebut penindasan yang paling sering terjadi justru di tengah hubungan suami istri atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ambrosius mengatakan hal tersebut bisa terjadi karena perspektif laki-laki Papua yang belum juga berubah. Laki-laki Papua itu kerap berpikir bisa melakukan apa saja kepada istrinya karena sudah menikahinya.

"Jadi ketika membayar itu seakan-akan perempuan itu sudah dibeli jadi ko (kau) bisa bikin seenaknya dan semaunya semacam itu," kata Ambrosius dalam diskusi bertajuk “Harta Tahta Perempuan Papua” secara virtual, Jumat (17/9/2021).

Menurutnya hal tersebut masih terjadi sampai saat ini karena tidak ada edukasi bagaimana suami memperlakukan istri ketika menyelesaikan suatu persoalan.

Selain itu, Ambrosius juga mengkritisi soal sikap yang ditunjukkan orang-orang Papua ketika ada kasus pemerkosaan. Ia menyebut kalau pihak perempuan kerap tidak diberikan tempat untuk berbicara ketika menjadi korban pemerkosaan.

Bahkan ketika ada kasus pemerkosaan, orang-orang yang berada disekitarnya itu malah memilih untuk mengamankan diri.

Ia mencontohkan pada kasus pemerkosaan 4 siswi SMA di Jayapura dengan pelaku pejabat publik dan pengusaha. Ambrosius menganggap seharusnya orang-orang itu membangun solidaritas untuk korban sehingga mendapatkan keadilan serta pendampingan.

Namun pada realitasnya banyak orang malah menganggap kasus itu terjadi karena pelaku dan korban sama-sama mau melakukannya.

"Saya pikir perspektif salah yang harus dihapuskan kalau misalkan kalau kita pakai perspektif model seperti ini masih terus terjadi di Papua berarti kami sesama Papua menindas perempuan Papua secara tidak langsung."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

15 Hari Jelang Pembukaan PON Papua, Sesmenpora: Sebagian Kontingen Sudah Datang

15 Hari Jelang Pembukaan PON Papua, Sesmenpora: Sebagian Kontingen Sudah Datang

Sport | Jum'at, 17 September 2021 | 21:04 WIB

4 Siswi SMA Jayapura Diduga Diperkosa Pejabat, Pelaku Menganggap Korban Seperti Barang

4 Siswi SMA Jayapura Diduga Diperkosa Pejabat, Pelaku Menganggap Korban Seperti Barang

News | Jum'at, 17 September 2021 | 20:50 WIB

Tim Pencak Silat DIY Bertekad Perbaiki Perolehan Medali di PON Papua

Tim Pencak Silat DIY Bertekad Perbaiki Perolehan Medali di PON Papua

Sport | Jum'at, 17 September 2021 | 20:49 WIB

Firman Pagarra Beri Semangat Atlet Anggar Makassar yang Akan Bertarung di PON Papua

Firman Pagarra Beri Semangat Atlet Anggar Makassar yang Akan Bertarung di PON Papua

Sulsel | Jum'at, 17 September 2021 | 19:52 WIB

Terkini

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:18 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:07 WIB

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:06 WIB

×