alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Tangis AHY Pecah karena Moeldoko Resmi Jadi Ketum Partai Demokrat, Benarkah?

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
CEK FAKTA: Tangis AHY Pecah karena Moeldoko Resmi Jadi Ketum Partai Demokrat, Benarkah?
CEK FAKTA Tangis AHY Pecah Karena Moeldoko Resmi Jadi Ketum Partai Demokrat. (Turnbackhoax.id)

Beredar narasi AHY menangis di HUT Demokrat karena jabatannya resmi dilengserkan Moeldoko. Benarkah?

Suara.com - Beredar narasi Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menangis saat Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat. Hal ini disebut karena jabatan Ketua Umum Partai Demokrat resmi dijabat Moeldoko.

Narasi tersebut dibagikan melalui Kanal Youtube Pakde TV. Akun ini mengunggah video dengan judul “Berita Terkini ~ Tangis AHY Pecah Di HUT Demokrat, Malam Ini Moeldoko Diresmikan Jadi Ketum Partai !” pada 11 September 2021.

Keterangan narasi menjelaskan jika AHY dilengserkan secara paksa dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. AHY disebut dilengserkan dan jabatan diserahkan ke ketum partai.

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

Baca Juga: Moeldoko Bahas Radikalisme, Politisi Demokrat Sentil soal Radikal Begal Partai

SERAH TERIMA!!! AHY DILENGSERKAN PAKSA ! MOELDOKO RESMI MENJABAT KETUM PARTAI.

CEK FAKTA Tangis AHY Pecah Karena Moeldoko Resmi Jadi Ketum Partai Demokrat. (Turnbackhoax.id)
CEK FAKTA Tangis AHY Pecah Karena Moeldoko Resmi Jadi Ketum Partai Demokrat. (Turnbackhoax.id)

Lantas benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi AHY menangis di HUT Demokrat karena jabatannya dilengserkan Moeldoko tidak benar.

Faktanya, isi video tidak menyebutkan bahwa Moeldoko telah resmi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Isi video berupa suntingan sejumlah video dengan pembacaan berita dari sejumlah artikel.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Ribuan Burung Pipit di Gianyar Mati karena Chemtrail?

Video pertama yang dicuplik berasal dari kanal Youtube Kabar Banten Tv dengan judul “REAKSI ITI OCTAVIA JAYABAYA JAWAB AJAKAN MOELDOKO.” Video tersebut tayang pada 7 Maret 2021.

Isi video tersebut merupakan pernyataan Iti Octavia Jayabaya mengenai perlawanan DPD Demokrat Banten terhadap kubu Moeldoko.

Lalu, video kedua berasal dari kanal Youtube Cokro Tv dengan judul “APA SKENARIO DI BELAKANG KUDETA DEMOKRAT? | Logika Ade Armando” yang tayang pada 8 Maret 2021. Isi video memaparkan analisis personal Ade Armando terkait dinamika di dalam tubuh Partai Demokrat.

Selanjutnya, video ketiga yang dicatut ialah video berjudul “Tanggapi KLB, Ketua DPD Demokrat Riau: Silahkan Anda Buat Partai Sendiri” dari kanal Youtube Kompas TV. Video itu tayang pada 8 Maret 2021.

Video ketiga berisikan pernyataan Asri Ausar, Ketua DPD Partai Demokrat Riau. Asri mengecam KLB di Deli Serdang.

Namun, ketiga video tersebut tidak ditemukan pernyataan kepemimpinan Demokrat sudah beralih dari AHY ke Moeldoko.

Adapun, untuk artikel yang dibacakan melalui voice over dalam video di kanal Pakde Tv berasal dari beberapa media. Artikel pertama berjudul “Moeldoko Gelar HUT Tandingan di Tangerang, DPD Demokrat Banten Geram, Siap Geruduk!” yang tayang di medcom.id pada 10 September 2021.

Artikel kedua berjudul “Demokrat Batu Bara : Gerombolan Moeldoko yang Selenggarakan HUT PD Ilegal di Banten Tidak Punya Malu”. Artikel ini tayang di mudanews.com pada 10 September 2021.

Terakhir, artikel berjudul “Demokrat Dapat Kabar Kubu Moeldoko Bakal Gelar HUT Tandingan di Banten”. Artikel ketiga ini tayang di tribunjakarta.com pada 10 September 2021.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka narasi yang menyebutkan AHY menangis di HUT Demokrat karena jabatannya resmi dilengserkan Moeldoko adalah hoaks.

Narasi tersebut masuk ke dalam kategori konten yang dimanipulasi.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar