Viral Curhatan Guru Honorer Berjuang Ikuti PPPK: Berakhir dengan Kekecewaan

Rifan Aditya , Nur Afitria Cika Handayani

Minggu, 19 September 2021 | 09:35 WIB
Viral Curhatan Guru Honorer Berjuang Ikuti PPPK: Berakhir dengan Kekecewaan
Curhatan guru honorer ikut PPPK. (Twitter/@Ono_Niha)

Suara.com - Beredar curhatan guru honorer yang menjadi peserta ujian PPPK. Curhatan tersebut menceritakan perjuangan para guru honorer yang telah puluhan tahun mengabdi dan harus mengikuti ujian PPPK.

Perjuangan para guru honerer yang telah puluhan tahun mengabdi harus berakhir dengan kekecewaan.

Curhatan tersebut dibagikan oleh akun @Ono_Niha, Jumat (17/9/2021). Unggahan itu viral di media sosial.

Unggahan itu mewakili curhatan peserta PPPK yang menceritakan perjuangannya demi mengikuti ujian.

Kisah tersebut membuat warganet miris membaca curhatan guru honorer berusia tua harus mengikuti ujian.

"Curhat peserta PPPK. Untuk apa menguji kami honorer, apalagi bagi kami yang sudah di atas 45 tahun, kalau hanya sekedar membesarkan hati kami saja, sementara yang soal yang kami kerjakan tidak sesuai dengan pekerjaan yang kami lakukan di sekolah," tulis akun tersebut.

Curhatan guru honorer ikut PPPK. (Twitter/@Ono_Niha)
Curhatan guru honorer ikut PPPK. (Twitter/@Ono_Niha)

Diceritakan, soal yang diberikan sangatlah panjang. Hal itu membuat sejumlah guru berusia lanjut merasa kesulitan.

"Begitu panjang kali lebar soal yang harus dibaca, belum pilihan jawaban yang sama panjangnya, sudah sakit mata, sakit kepala, tidak bisa diungkapkan, cukup kami yang merasakan, lalu menerima hasil dengan kekecewaan," lanjutnya.

Meski demikian, mereka tetap semangat untuk mendidik siswa dan siswi di sekolah.

baca juga

Perjuangan PPPK

Dalam unggahan tersebut juga diceritakan tentang perjuangan guru honorer saat hendak mengikuti ujian.

"Drama kami mengikuti p3k. Dari kampung naik mobil kurang lebi 2 jam. Menuju pelabuhan yang dimana nanti kami naik kendaraan air speed boat kurang lebih 4 jam," curhatnya.

Mereka harus melewati sungai hingg lautan untuk menuju lokasi ujian PPPK.

Selain itu, mereka juga harus melakukan tes swab yang harus merogoh kocek Rp 130 ribu per orang.

Ketika mengikuti ujian, mereka disajikan soal yang di luar prediksi.

"Nilai-nilai yang tidak memenuhi passing grade. Terlihat di wajah teman-teman rasa sedih itu. Bagaikan dunia ini runtuh, menimbun segi harapan kami," imbuhnya.

Dalam curhatan tersebut, pengabdian sebagai guru honorer tak pernah dijadikan beban.

"Pengabdian, selama ini tak pernah kami jadikan beban, tak perlu setiap pagi semi sepatu agar mengkilat, tapi bagaimana kami tiba di sekolah sebelum anak didiknya," jelasnya.

Di akhir curhatan, akun tersebut menuliskan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang membuat kebijakan.

"Terima kasih untuk mu yang membuat peraturan ini, atas kebijakannya yang tiada tara, terima kasih sudah menggores luka di banyak harapan kami. Terima kasih sudah melambungkan harapan kami dengan melakukan tes p3k, lalu kau hempaskan kami dengan standar passing grade yang luar biasa. Salam satu perjuangan," pungkasnya.

Komentar Warganet

Curhatan tersebut mencuri perhatian warganet. Mereka ikut memberikan komentarnya.

"Nangis ya Allah, tidaklah hati kalian terketuk wahai para pemimpin?" komentar warganet.

"Negeri ini entahlah, susah mau ngomong apa yang jelas miris," kata warganet.

"Nyesek sekali dada ini membaca kisah ini. Tetap semangat rekan seperjuangan. Semoga pengorbanan kalian menjadi berkat bagi anak cucu kalian kelak," timpal warganet.

"Sedih dan tersentuh hatiku ini melihat curhatan mereka yang berjuang di awal namun berakhir dengan kekecewaan," balas warganet lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pria Diduga Dianiaya di Lapas Medan, Begini Kata Kalapas

Viral Pria Diduga Dianiaya di Lapas Medan, Begini Kata Kalapas

Sumut | Sabtu, 18 September 2021 | 23:48 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Ruben Onsu Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Mobil yang Cukup Parah?

CEK FAKTA: Benarkah Ruben Onsu Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Mobil yang Cukup Parah?

News | Sabtu, 18 September 2021 | 20:33 WIB

Jalan Macet karena Pria Tuna Netra Lewat, Aksi Pengguna Jalan Bikin Warganet Naik Darah

Jalan Macet karena Pria Tuna Netra Lewat, Aksi Pengguna Jalan Bikin Warganet Naik Darah

News | Sabtu, 18 September 2021 | 19:52 WIB

Viral Toko di Yogyakarta Diduga Jual Masker Bekas, Begini Penjelasan Pihak Penjual

Viral Toko di Yogyakarta Diduga Jual Masker Bekas, Begini Penjelasan Pihak Penjual

Jogja | Sabtu, 18 September 2021 | 18:59 WIB

Viral Modus Penjualan Masker Bekas di Yogyakarta, Kondisinya Bikin Publik Ngeri

Viral Modus Penjualan Masker Bekas di Yogyakarta, Kondisinya Bikin Publik Ngeri

News | Sabtu, 18 September 2021 | 18:15 WIB

Bikin Kecanduan, 4 Hal Ini Menandakan Kamu Harus Detoks Media Sosial

Bikin Kecanduan, 4 Hal Ini Menandakan Kamu Harus Detoks Media Sosial

Your Say | Sabtu, 18 September 2021 | 19:50 WIB

Terkini

BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove

Surakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:54 WIB

Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir

Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir

Sumbar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:49 WIB

Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak

Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:49 WIB

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

Sumut | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:41 WIB

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:39 WIB

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:36 WIB

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:33 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Malang | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:31 WIB

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:28 WIB

×