Orang Kontak Erat Enggan Dites Covid-19, Menkes: Alasannya Takut Ketahuan Sakit

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 20 September 2021 | 21:26 WIB
Orang Kontak Erat Enggan Dites Covid-19, Menkes: Alasannya Takut Ketahuan Sakit
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Dok: Kementerian Kesehatan)

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pelaksanaan tes Covid-19 dari hasil tracing atau pelacakan hanya mencapai 50 persen. Ternyata itu disebabkan masih banyak orang yang takut untuk menjalani tes Covid-19.

Hal tersebut terungkap melalui survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Alasan yang diungkapkan oleh masyarakat yang takut untuk dites pun beragam.

"Hasil survei kita kenapa kok sudah dilacak masih 50 persen yang mau dites. Rupanya masih banyak yang merasa khawatir atau takut kalau dites takut ketahuan kalau sakit," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Kemenko Marves, Senin (20/9/2021).

Budi menuturkan lebih baik ketahuan sedang sakit karena bukan merupakan aib atau masalah. Menurutnya 80 persen dari orang yang terpapar Covid-19 itu tidak perlu masuk rumah sakit.

Adapun penderita Covid-19 yang masuk rumah sakit juga memiliki kesempatan sembuh antara 80 hingga 90 persen.

"Jadi lebih baik kita tahu supaya bisa kita rawat," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa pihaknya bisa melakukan testing hingga 1,1 juta orang per minggu pada pekan kemarin. Kalau melihat dari pedoman WHO, 1 per 1.000 per minggu atau 270 ribu orang per minggu untuk rata-rata kasus positif di bawah 5 persen.

"Sekarang kita positivity ratenya di bawah 5 persen, kita 1,1 juta orang per minggu sudah hampir 4 kali lipat dari standarnya WHO dan ini saya lihat juga terus meningkat walaupun positivity rate kita sekarang sudah turun di bawah 3 persen," ungkapnya.

Sementara itu, pemerintah juga telah meningkatkan upaya pelacakan. Dibantu oleh TNI dan Polri, kini rata-rata pelacakan bisa mencapai 10 kontak erat per kasus konfirmasi.

baca juga

"Jadi kami mengharapkan bahwa testing ini juga sama seperti tracing terus kita jaga levelnya, supaya kita bisa lebih cepat mengidentifikasi kalau ada saudara kita terkena sehingga kita bisa lebih cepat memberikan respons yang tepat, baik pada individunya maupun dalam rangka pencegahan ke lingkungan di sekitarnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Dijadikan Tempat Isoman Pasien Covid-19, Ini Kata Warga di Dekat Rusun Pasar Rumput

Sempat Dijadikan Tempat Isoman Pasien Covid-19, Ini Kata Warga di Dekat Rusun Pasar Rumput

News | Senin, 20 September 2021 | 21:01 WIB

Vaksinasi di Lampung Rendah, Jadi Perhatian Khusus Presiden Jokowi

Vaksinasi di Lampung Rendah, Jadi Perhatian Khusus Presiden Jokowi

Lampung | Senin, 20 September 2021 | 20:55 WIB

Jokowi Sorot Capaian Vaksinasi Sumbar yang Masih Rendah

Jokowi Sorot Capaian Vaksinasi Sumbar yang Masih Rendah

Sumbar | Senin, 20 September 2021 | 20:48 WIB

Jokowi Beri Perhatian Sumbar dan Lampung, Vaksinasi Covid-19 Masih di Bawah 20 Persen

Jokowi Beri Perhatian Sumbar dan Lampung, Vaksinasi Covid-19 Masih di Bawah 20 Persen

News | Senin, 20 September 2021 | 20:44 WIB

Terkini

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

×