Kemenkes: Waspadai Nyamuk Dugem di PON XX Papua

Erick Tanjung

Selasa, 21 September 2021 | 15:38 WIB
Kemenkes: Waspadai Nyamuk Dugem di PON XX Papua
Ilustrasi - PON XX Papua menyemai harapan baru di Bumi Cenderawasih. (Antara/Juns)

Perilaku itu berbeda dengan nyamuk Aedes Aegypti yang kerap menggigit manusia di jam kantor dan jam saat orang mengawali aktivtas rutin, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 dan berlanjut pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Ciri lain dari Anopheles adalah kebiasaannya yang cenderung hinggap di dinding. Pada prinsipnya, kata Didik, nyamuk tersebut lebih senang berada di tempat lembab, seperti dinding atau dekat dengan tanah dan saluran air yang kotor. "Kalau nyamuk dengue agak gengsi dia di tempat kotor, lebih senangnya di penampungan air yang jernih," tuturnya.

Berbekal analisa tersebut, program pengendalian vektor malaria di sektor hulu diintensifkan pada upaya pencegahan melalui fogging atau pengasapan.

"Kalau untuk pertandingan malam, maka ada upaya-upaya yang kita sepakati bersama bahwa setiap arena maupun hotel, wisma, penginapan atlet dan pelatih harus bebas dari vektor," katanya.

Kemenkes RI telah mengutus personel pengendali vektor untuk melakukan fogging minimal sepekan sekali di seluruh fasilitas penginapan, utamanya di bagian dinding serta lokasi yang berdekatan dengan habitat nyamuk. Kemudian di setiap arena yang menggelar pertandingan pada pagi hingga sore, difogging minimal sepekan sekali.

"Kecuali kalau ada pertandingan malam. Maka setiap hari dua sampai tiga jam sebelum pertandingan dimulai kita fogging dulu," ucapnya.

Selain itu, upaya skrining terhadap pendatang di PON Papua juga dilakukan pada saat kepulangan. Sebab seseorang yang telah digigit Anopheles bisa saja membawa parasit yang bersarang di dalam tubuh hingga ke daerah asal.

"Setelah pulang, atlet kita monitor jangan sampai dia membawa vektor ke daerah bebas malaria," katanya.

Perlindungan diri

baca juga

Ikhtiar mencegah penyakit malaria juga perlu dilakukan lewat kesadaran diri masyarakat dengan menjaga pola hidup sehat agar imunitas tubuh tetap terjaga optimal. Asupan obat pencegah pun direkomendasikan oleh kalangan dokter.

Salah satunya adalah obat antibiotik bermerek dagang 'Doxycycline' yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, khususnya malaria. Menurut Didik obat tersebut bukan merupakan doping sehingga tidak akan mengganggu penampilan atlet.

"Pemerintah memang mensyaratkan pemberian Doxycycline ketika ada yang mau ke Papua. Seminggu sebelumnya minum obat itu untuk mencegah supaya tidak terinfeksi gigitan nyamuk Anopheles," katanya.

Menurut Didik sudah sejak lama program itu dihapus oleh pemerintah sebab penanganan malaria lebih mengutamakan pencegahan. Namun seiring penyelenggaraan PON Papua, Kemenkes RI kembali merekomendasikan pemberian obat tersebut kepada peserta PON.

Seorang dokter di Klinik LKBN ANTARA Maria Ulfa mengatakan Doxycycline dianjurkan untuk diminum sebanyak satu tablet 100 mg per hari. Dikonsumsi mulai dari dua hari sebelum pergi ke daerah endemi malaria sampai empat pekan setelah pulang ke tempat asal.

Menurut Ulfa obat tersebut dikonsumsi pada jam yang sama setiap hari. Baiknya setelah makan malam atau dua jam sebelum tidur. Terhadap penderita penyakit tukak lambung atau maag akut disarankan Ulfa untuk mengombinasikan asupan obat maag dengan Doxycycline.

Ulfa memastikan bahwa obat tersebut relatif aman bagi penggunanya selama dikonsumsi sesuai anjuran. Namun untuk beberapa komorbid tertentu, dapat dikonsultasikan kepada dokter.

Pendatang di Papua juga disarankan Ulfa untuk mengenakan pakaian tertutup di bagian lengan serta kaki demi perlindungan ekstra dari gigitan nyamuk. Bahkan saat tidur, jika diperlukan dapat menggunakan kelambu berinsektisida yang telah disiapkan pemerintah di lokasi penginapan.

"Kami juga menyarankan pakai repelen atau insektisida yang dapat mencegah gigitan nyamuk. Bisa dioleskan ke bagian tubuh yang rawan terkena gigitan," ujarnya.

Menjaga kebugaran tubuh sebelum melakukan perjalanan menuju ke lokasi penyelenggaraan PON di Papua, penting untuk tetap diperhatikan. Sebab di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panjang Tebing Sumut Optimis Bawa Pulang Emas di PON Papua

Panjang Tebing Sumut Optimis Bawa Pulang Emas di PON Papua

Sumut | Selasa, 21 September 2021 | 15:21 WIB

BTR Zuxxy Sebut Zona Sanhok di PON XX Papua 2021 Lebih Mematikan

BTR Zuxxy Sebut Zona Sanhok di PON XX Papua 2021 Lebih Mematikan

Tekno | Selasa, 21 September 2021 | 14:24 WIB

Siap Berlaga di PON XX Papua, Tim Wushu Jateng Targetkan Tiga Medali Emas

Siap Berlaga di PON XX Papua, Tim Wushu Jateng Targetkan Tiga Medali Emas

Jawa Tengah | Selasa, 21 September 2021 | 12:17 WIB

Terkini

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Apakah Tanggal Merah? Cek Ketentuan Resminya

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Apakah Tanggal Merah? Cek Ketentuan Resminya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:25 WIB

Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal

Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:23 WIB

Urutan Shio dari yang Paling Pintar Cari Uang Sampai yang Paling Boros

Urutan Shio dari yang Paling Pintar Cari Uang Sampai yang Paling Boros

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:20 WIB

HUT ke-27 GarudaMiles, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite

HUT ke-27 GarudaMiles, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 17:19 WIB

Gugatan Ijazah Gibran Berlanjut, Zainal Arifin Mochtar Singgung 'Utang' MK

Gugatan Ijazah Gibran Berlanjut, Zainal Arifin Mochtar Singgung 'Utang' MK

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:18 WIB

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 17:17 WIB

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:13 WIB

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

×