alexametrics
Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

Cerita Tukang Kebun Istana yang Sudah Berfoto Bersama 6 Presiden

RR Ukirsari Manggalani | Ummi Hadyah Saleh
Cerita Tukang Kebun Istana yang Sudah Berfoto Bersama 6 Presiden
Hasil karya tukang kebun Istana [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].

Meski mengurus tanaman Presiden, tidak setiap saat ia dapat bertemu Kepala Negara. Lalu kapan foto bareng?

Suara.com - Sore itu cuaca cukup cerah, Taufik tampak menyiram tanaman di area kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/9/2021). Tampak pohon mahoni dan jenis tanaman lainnya ia siram.

Taufik bukanlah nama sebenarnya. Ia adalah tukang kebun Istana yang telah mengabdi 28 tahun dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia pun tak menyangka bisa keterima bekerja di Istana.

"Dulu ngelamar kerja awal-awal masuk 1993. Alhamdulillah sampai sekarang bisa kerja di sini. Awalnya ya nggak nyangka bisa kerja di sini. Bangga juga pastinya," ujar Taufik, tetap dalam posisi memegang selang sambil menyiram tanaman.

Baca Juga: Perpanjangan PPnBM DTP Diharap Mampu Mendongkrak Utilisasi Otomotif

Taufik (bukan nama sebenarnya) sebagai tukang kebun Istana telah berpotret dengan enam Presiden Indonesia [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].
Taufik (bukan nama sebenarnya) sebagai tukang kebun Istana telah berpotret dengan enam Presiden Indonesia [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].

Menyiram tanaman, memberi pupuk, membersihkan sampah seperti dedaunan, memotong rumput dan lainnya adalah kegiatan sehari-harinya sebagai tukang kebun Istana.

Tugas Taufik tak hanya di dalam kawasan Istana Merdeka dan sekitarnya. Ia juga bertugas membersihkan dan merawat tanaman di kawasan Istana Kepresidenan.

Ia tak bekerja sendiri, namun bersama delapan orang lainnya yang merawat dan membersihkan tanaman sebagai satu tim. Setiap tim sudah dibagi-bagi tugas dan areanya.

"Kalau di kawasan sini (Istana Kepresidenan) itu satu tim ada sembilan orang. Di dalam (Kawasan Istana Merdeka, Istana Negara, Wisma Negara dan Kantor Presiden) ada tuga tim. Di kawasan Istana Kepresidenan ada satu tim," ucap Taufik.

Taufik yang mengenakan baju dinas abu-abu lengkap dengan topi dan sepatu boots mengatakan bahwa ia dan rekannya bekerja dari mulai pukul 06.00 hingga pukul 15.00 WIB setiap harinya.

Baca Juga: Maukah Kau Menikah Denganku? Sah, Pakai Acara Tukar Cincin Tematis Otomotif!

Terkadang dirinya dan rekan lainnya mendapatkan jatah piket. Sehingga harus pulang keesokan harinya.

"Sabtu Minggu gantian liburnya, kadang kalau piket masuk jam 06.00 pagi pulangnya besoknya jam 06.00 pagi jaga di sini. Jadi malam nggak kerja paling kalau dibutuhkan harus siap," kata dia.

Para petugas kebersihan maupun tukang kebun kata Taufik mendapatkan jatah makan setiap harinya. Sehingga ia tak merogoh koceknya untuk membeli makan di luar.

"Alhamdulillah kita dapat makan," kata dia.

 Sudah Foto Dengan Enam Presiden Indonesia

Pria yang berusia 48 tahun itu menyatakan bersyukur dengan pekerjaan yang ia jalani hingga hari ini.

Meski dirinya seorang tukang kebun, ia sudah berfoto bersama tujuh Presiden.

Yakni mulai dari era Presiden Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gusdur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden Jokowi.

"Alhamdulillah sudah ketemu dan sudah foto bareng malah dengan Presiden dari mulai Pak Soeharto, sampai Pak Jokowi," ucap Taufik yang terus menyiram tanaman.

Bekerja menjadi seorang tukang kebun Istana baginya adalah kebanggaan karena bisa berkesempatan bertemu dengan Presiden.

Sambil terus menyiramkan tanaman, pria yang memiliki dua putra ini menceritakan meski bekerja di Istana, dirinya tidak dengan mudah bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia.

Sebab kata Taufik, ada momen di mana dirinya bisa berkesempatan bertemu Presiden.

Momen tersebut yakni dari saat Presiden menggelar open house, halal bihalal hingga saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus.  Dari situlah ia berkesempatan bisa bersalaman hingga berfoto bersama.  Kenangan-kenangan foto bersama Presiden pun ia simpan di rumahnya.

"Ada semua di rumah foto-fotonya," ucap Taufik.

Saat Presiden Keluar dari Gedung

Taufik bercerita bahwa ketika presiden keluar dari gedung dari Istana Negara, Istana Merdeka, Kantor Presiden, tukang kebun atau petugas kebersihan diminta untuk masuk ke dalam. Sehingga lokasi yang dilewati Presiden steril.

Selain itu, jalanan di Istana Kepresidenan yang akan dilewati Presiden juga harus bersih.

"Ya paling kalau lagi bersihin tanaman, terus Presiden mau keluar, ya suruh ngumpet (masuk ke dalam) Bapak mau lewat. Sebelum Bapak (Presiden) lewat disapu dulu dibersihin," katanya.

Ia pun pernah mendapatkan teguran karena masih ada dedaunan yang berjatuhan meski sudah ia bersihkan.

"Pernah ditegor sama Danplek (Komandan Komplek). Disuruh nyapu lagi karena Bapak (Presiden) mau keluar. Danplek bilang "Tolong disapu ya, Pak. Bapak Presiden mau lewat," kata Taufik.

Tampak Taufik (bukan nama sebenarnya) tengah menjalankan tugas sebagai tukang kebun Istana [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].
Tampak Taufik (bukan nama sebenarnya) tengah menjalankan tugas sebagai tukang kebun Istana [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].

Tak Ada Perbedaan

Taufik menuturkan selama bekerja sebagai tukang kebun, tak ada perbedaan. Sebab kata dia, semua Presiden ramah kepada petugas kebersihan, tukang kebun dan petugas lainnya

"Nggak ada bedanya mba sama saja. Semua presiden baik kepada petugas di sini," ucap Taufik.

Tanaman Milik Presiden

Taufik mengatakan bahwa tidak ada perawatan khusus untuk merawat tanaman di Kompleks Istana Kepresidenan.

Meski ada pohon yang ditanam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di halaman, belakang Istana Merdeka.

"Yang setahu saya sih tanaman Presiden di dalam. Ada Pohon Trembesi yang ditanam sama pak SBY. Nggak ada perawatan khusus biasa saja disiram, dikasih pupuk. Dulu kecil, sekarang pohonnya sudah gede," ucap Taufik.

Bersyukur

Menurutnya menjadi tukang kebun selama 28 tahun harus dinikmati dan ia syukuri.

Ia menyatakan tak merasakan lelah. Sebab ia melakukannya dengan niat ibadah untuk memberi nafkah keluarga.

"Ya namanya kerja ada capeknya juga, tapi kita jalanin, kita nikmatin sebagai ibadah. Saya sih selalu punya prinsip, kalau kita kerja buat anak, capeknya hilang," tutur Taufik seraya berjalan melanjutkan pekerjaannya menyiram tanaman di lokasi lainnya.

Komentar