Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:50 WIB
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mengumumkan rencana revitalisasi besar-besaran Taman Semanggi, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kunjungan di Glodok (3/3/2026) menekankan pentingnya pendapatan daerah.
  • Kebijakan baru mengizinkan pihak swasta mengambil hak penamaan fasilitas transportasi publik di Jakarta.
  • Tujuan utama kebijakan ini adalah mengubah aset publik menjadi sumber pendapatan signifikan bagi kas daerah.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan pernyataan tegas mengenai strategi peningkatan pendapatan daerah saat mengunjungi kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) tersebut menyoroti kebijakan baru terkait komersialisasi fasilitas publik di Ibu Kota.

Pramono menekankan bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari kinerja birokrasi, melainkan juga dari kemampuan menghasilkan pendapatan.

"Bagi saya, percuma pemerintahannya baik kalau nggak punya cuan," ujarnya.

Mantan Sekretaris Kabinet ini secara resmi telah membuka peluang bagi pihak swasta untuk terlibat dalam pengelolaan nama fasilitas transportasi.

Kebijakan tersebut mencakup pemberian izin hak penamaan atau naming right untuk seluruh halte yang tersebar di wilayah Jakarta.

Langkah ini diambil agar aset-aset milik pemerintah daerah dapat bertransformasi menjadi sumber pemasukan yang signifikan dan berkelanjutan.

"Dengan demikian, sekarang ini semua halte di Jakarta saya izinkan untuk ada naming right-nya. Makanya haltenya kan berbeda, ada Cappuccino, ada apa, ada apa," jelasnya.

Fenomena munculnya nama-nama unik pada halte bus saat ini merupakan dampak langsung dari kebijakan yang bersifat pragmatis tersebut.

Baca Juga: Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres

Pramono menilai bahwa kemegahan arsitektur sebuah halte akan terasa sia-sia jika tidak memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.

Ia berkomitmen untuk menyulap setiap ruang publik yang potensial agar menjadi instrumen fiskal yang produktif bagi Jakarta.

"Karena apa? Percuma haltenya bagus kalau nggak bisa mendapatkan penghasilan. Sekarang semua tempat saya izinkan untuk bisa mendapatkan cuan," pungkas Pramono.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian anggaran Jakarta dalam membiayai berbagai program pembangunan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI