alexametrics

Terbakar Api Cemburu, Suami Tega Tikam dan Dorong Istri dari Gedung Setinggi 40 Meter

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Terbakar Api Cemburu, Suami Tega Tikam dan Dorong Istri dari Gedung Setinggi 40 Meter
Ilustrasi garis polisi. (Shutterstock)

Korban tewas karena dibunuh suami yang terbakar api cemburu.

Suara.com - Seorang psikolog dan pelatih seks di Rusia dibunuh dengan cara ditusuk dan dilempar dari lantai setinggi 40 meter oleh suaminya karena terbakar api cemburu.

Menyadur News.com.au Jumat (24/9/2021), Rustam Mursalov mengaku membunuh istrinya yang diketahui bernama Alexandra Mursalova.

Pelaku tega membunuh istrinya dengan cara menikam di bagian leher dan kepala kemudian menjatuhkannya dari gedung setinggi 40 meter.

Menurut pemeriksaan polisi, pria 24 tahun tersebut telah merencanakan untuk membunuh istrinya.

Baca Juga: Sebelum Tewas Dibunuh, Prajurit TNI di Cimanggis Terlibat Keributan dengan Pelaku

"Dia menyiapkan pisau dan membawa anak-anak ke kerabat agar mereka tidak melihat kengerian ini," kata sumber polisi seperti kepada media lokal, Mash.

"Pada malam 21 September, dia sedang menunggu istrinya, dan dia datang bersama pria lain," lanjut sumber tersebut.

Perempuan berusia 25 tahun tersebut bekerja sebagai psikolog seks dan sedang menangani seorang klien di St Petersburg.

Sebelum dibunuh, dia sempat mengaku jika ia bisa mengajari orang bagaimana mencintai, dan menangani masalah secara cepat.

"Saya melihat masalahnya dalam 15 menit. Saya menyelesaikan semuanya dalam empat sesi," ujar Alexandra.

Baca Juga: Selain Bunuh Anggota TNI Sertu Yorhan Lopo, Pelaku Juga Tusuk Satu Warga Depok

Ia juga dilaporkan kerap membagikan masalah keluarganya di media sosial, terutama hubungannya dengan sang suami.

Ibu dua anak itu sempat membagikan kepada ribuan pengikutnya jika ia sempat menerima dugaan ancaman dari suaminya.

Satu minggu sebelum pembunuhan tersebut, dia mem-posting bahwa suaminya telah mengancam akan menikamnya dan anak-anak mereka.

"Dia mengetuk pintu, mengatakan dia akan membunuh saya dan anak-anak dan kemudian melompat turun," tulis Alexandra.

"Saya mengumpulkan anak-anak dan pindah tempat tinggal, tetapi sejak itu dia datang setiap malam, mengetuk pintu, mengontak interkom, membangunkan kami dan menakuti anak-anak," sambungnya.

Belum diketahui apakah dia telah mencari perlindungan polisi atau tidak setelah mendapat ancaman pembunuhan tersebut.

Setelah membunuh istrinya secara brutal, Mursalov melarikan diri sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut dan Mursalov masih dalam pemeriksaan.

Komentar