Dua Tahun Tewasnya Mahasiswa UHO Muhammad Yusuf Kardawi, Pelaku Masih Misteri

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
Dua Tahun Tewasnya Mahasiswa UHO Muhammad Yusuf Kardawi, Pelaku Masih Misteri
Sejumlah mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, turut serta dalam aksi demonstrasi di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Yusuf Kardawi (19), diduga tewas tertembak saat mengikuti aksi Reformasi Dikorupsi di sekitar Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, pada 26 September 2019. Dua tahun sudah berlalu, namun dalang pembunuhnya belum juga terungkap.

Kuasa hukum keluarga Yusuf, Apri Awo menyebut aparat kepolisian dari Polda Sulawesi Tenggara selalu berdalih bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

"Pihak penegak hukum khususnya Polda Sultra sebagai mana janjinya (menuntaskan kasus), setiap kami konfirmasi (bilangnya) masih dilakukan upaya penyelidikan. Siapa dalang dari meninggalnya almarhum Yusuf yang sampai saat ini masih menjadi misteri," kata Apri saat jumpa pers 'Peringatan 2 Tahun Aksi #ReformasiDikorupsi' dikutip dari YouTube KontraS, Minggu (26/9/2021).

Apri mengemukakan, salah satu kendala yang dikatakan oleh penyidik dalam mengungkap kasus ini lantaran pihak keluarga Yusuf menolak jenazah anaknya diautopsi. Namun, Apri sendiri meyakini kliennya itu tewas akibat ditembak.

Hal itu disampaikan Apri merujuk pada hasil rekonstruksi pada 28 September 2019. Ketika itu, salah satu saksi menceritakan bahwa tembakan lebih dulu menyasar Yusuf sebelum menyasar mahasiswa Halu Oleo lainnya atas nama Immawan Randi yang juga tewas tertembak.

"Saksi di sana bercerita bahwa penembakan pertama itu sebenarnya bukan ke Randi melainkan ke almarhum Yusuf baru ke Randi," tuturnya.

Apri, yang juga merupakan kuasa hukum keluarga Randi turut menyayangkan vonis proses penegakan hukum terhadap Brigadir Abdul Malik alias AM. Dia merupakan pelaku penembak Randi yang hanya divonis 4 tahun penjara.

Apri meyakini serangkaian peristiwa penembakan terhadap mahasiswa Halu Oleo ini tidak serta merta dilakukan oleh Brigadir Abdul Malik. Padahal kata dia, merujuk pada proses etik yang dilakukan oleh Bidang Propam Polda Sulawesi Tenggara terdapat tiga perwira polisi lainnya yang disebut turut melesatkan tembakan.

"Hasil etik terungkap sebenarnya yang melepaskan tembakan itu bukan satu orang saja, tetapi ada tiga perwira yang terbukti membawa senjata kemudian melepaskan tembakan pada saat kejadian di depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan," bebernya.

baca juga

"Kita anggap semua bahwa itu di luar dari proses hukum yang transparan kemudian seolah-olah pihak institusi dalam hal ini Polri itu ada upaya untuk menyembunyikan sebenarnya siapa yang pelaku sebenarnya, karena terbukti secara persidangan itu ada tiga orang yang melakukan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPCB Jatim Survei Temuan Struktur Bata Terindikasi Situs Hunian Kuno di Blitar

BPCB Jatim Survei Temuan Struktur Bata Terindikasi Situs Hunian Kuno di Blitar

Jatim | Minggu, 26 September 2021 | 17:34 WIB

5 Momen Syahrini Liburan di Labuan Bajo, Naik Kapal Pinisi hingga Borong Mutiara

5 Momen Syahrini Liburan di Labuan Bajo, Naik Kapal Pinisi hingga Borong Mutiara

Entertainment | Minggu, 26 September 2021 | 17:33 WIB

Kasus Covid-19 Jakarta Turun, Anies Sebut Dikerjakan Avengers

Kasus Covid-19 Jakarta Turun, Anies Sebut Dikerjakan Avengers

News | Minggu, 26 September 2021 | 17:30 WIB

Viral Tamu Pernikahan Pulang sebelum Akad, Gara-gara Pengantin Pria Terlambat

Viral Tamu Pernikahan Pulang sebelum Akad, Gara-gara Pengantin Pria Terlambat

Lifestyle | Minggu, 26 September 2021 | 17:33 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×