Taliban Gantung Tubuh-tubuh Manusia sebagai Peringatan di Kota Herat

Siswanto, BBC

Senin, 27 September 2021 | 09:28 WIB
Taliban Gantung Tubuh-tubuh Manusia sebagai Peringatan di Kota Herat
BBC

Suara.com - Taliban berkata mereka telah menembak mati empat orang yang diduga penculik dan menggantung tubuh mereka di lapangan dekat Kota Herat.

Pertunjukan mengerikan ini muncul beberapa hari setelah seorang pejabat Taliban memperingatkan masyarakat bahwa hukuman ekstrem seperti eksekusi mati dan amputasi akan kembali diterapkan.

Para pria ini tewas dalam baku tembak setelah mereka diduga menculik seorang pebisnis dan putranya, kata seorang pejabat lokal.

Masyarakat sekitar mengatakan sebuah jasad digantung di sebuah crane di pusat kota.

Wazir Ahmad Seddiqi, seorang pemilik toko, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa empat jasad dibawa ke lapangan tersebut.

Satu tubuh digantung di sana, sementara tiga lainnya dipindahkan untuk digantung di lapangan-lapangan lain di Herat.

Baca juga:

Wakil Gubernur Herat Maulwai Shair berkata, penggantungan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penculikan lagi.

Dia berkata, para pria ini tewas dalam baku tembak setelah Taliban mengetahui mereka telah menculik seorang pebisnis dan putranya yang sekarang sudah dibebaskan.

baca juga

Namun BBC belum dapat mengkonfirmasi secara independen penyebab tewasnya empat pria ini.

Meski begitu, di media sosial beredar gambar-gambar grafis dari beberapa tubuh manusia yang berlumuran darah di belakang sebuah truk, dilengkapi dengan derek yang mengangkat salah satu di antaranya.

Sebuah video lain menunjukkan gambar seorang pria tengah diderek ke atas, dengan tulisan di dadanya: "Penculik akan dihukum seperti ini."

Sejak kembali menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, Taliban telah menjanjikan peraturan yang lebih lunak dari terakhir kali mereka berkuasa.

Namun berbagai laporan pelanggaran hak asasi manusia telah bermunculan di berbagai bagian negara tersebut.

Mantan kepala polisi agama Afghan, Mullah Nooruddin Turabi kini bertanggung jawab atas penjara berkata pada Kamis, bahwa hukuman ekstrem seperti eksekusi dan amputasi akan kembali dilakukan di Afghanistan, karena ini "penting untuk keamanan".

Dalam wawancara dengan AP, dia berujar hukuman ini mungkin tidak akan dipertontonkan di muka umum, seperti ketika Taliban berkuasa pada 1990-an.

Saat itu, selama lima tahun berkuasa, eksekusi di muka umum kerap dilakukan di stadion olah raga di Kabul, atau di halaman Masjid Eid Gah yang luas.

Meski begitu, dia menepis kemarahan atas eksekusi publik yang mereka lakukan di masa lalu.

"Tidak ada yang bisa mengatur kami seperti apa aturan kami seharusnya," ujar dia.

Turabi yang saat ini masuk dalam daftar orang yang disanksi PBB karena tindakan-tindakannya di masa lalu menambahkan, "semua orang mengkritik kami karena melakukan hukuman di stadion, namun kami tidak pernah mengatakan apapun tentang aturan dan hukuman mereka".

Pada Agustus, Amnesty International berkata bahwa para pejuang Taliban di balik pembantaian dan penganiayaan sembilan warga etnis minoritas Hazara.

Sekretaris Jenderal Agns Callamard saat itu berkata "brutalitas berdarah dingin" dari pembunuhan ini adalah "pengingat catatan masa lalu Taliban, dan pertanda mengerikan akan apa yang mungkin dibawa pemerintahan Taliban sekarang".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:48 WIB

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:45 WIB

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:35 WIB

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:33 WIB

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

×