Dorr! Pemimpin Muslim Rohingya Mohib Ullah Ditembak Mati di Kamp Bangladesh

Bangun Santoso

Kamis, 30 September 2021 | 11:22 WIB
Dorr! Pemimpin Muslim Rohingya Mohib Ullah Ditembak Mati di Kamp Bangladesh
Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Suara.com - Kelompok bersenjata, pada Rabu (29/9/2021), menembak dan membunuh seorang pemimpin terkemuka Muslim Rohingya, Mohib Ullah, di sebuah kamp pengungsi di Bangladesh selatan, demikian menurut seorang juru bicara PBB dan seorang pejabat polisi setempat.

Peristiwa ini terjadi setelah kekerasan di pemukiman pengungsi terbesar di dunia itu memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Dilansir dari laman VOA Indonesia, Ullah, yang berusia sekitar 40 tahun, memimpin salah satu kelompok komunitas terbesar yang muncul sejak Agustus 2017 di mana saat itu sekitar 730.000 lebih Muslim Rohingya lari dari Myanmar setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar.

Ullah juga pernah diundang ke Gedung Putih untuk berbicara tentang penderitaaan yang dialami oleh kelompok muslim Rohingya di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Rafiqul Islam, wakil pengawas polisi di kota terdekat Cox's Bazar, kepada kantor berita Reuters melalui telepon mengatakan Mohib Ullah telah ditembak mati oleh kelompok bersenjata namun tidak memberi rincian mendetail atas kejadian tersebut.

Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan pihaknya "sangat berduka" atas pembunuhan terhadap Mohib Ullah.

"Kami terus berhubungan dengan otoritas penegak hukum yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan di kamp-kamp (pengungsi)," kata juru bicara itu.

Kelompok Mohib Ullah, yang menamakan perkumpulannya sebagai Masyarakat Rohingya Arakan untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia, dikenal karena keberaniannya mendokumentasikan kekejaman yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap orang-orang Rohingya. PBB sendiri sudah mencap perlakuan yang dilakukan oleh kelompok militer Myanmar sebagai kekejaman dengan niat melakukan genosida.

Di kamp-kamp pengungsi Bangladesh, Mohib Ullah mendatangi satu persatu tenda untuk mengumpulkan jumlah pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran dan data tersebut ia teruskan kepada penyelidik internasional.

baca juga

Organisasinya bekerja sama untuk memberi lebih banyak suara kepada para pengungsi di dalam kamp dan pada forum internasional. Berbicara kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, ia mengatakan bahwa Rohingya ingin agar suaranya lebih banyak didengar agar dapat menentukan masa depan mereka sendiri.

Tetapi ketenaran Ullah membuatnya menjadi sasaran kelompok garis keras dan mendapat ancaman pembunuhan, sebagaimana ia sampaikan kepada Reuters pada 2019. "Jika saya mati, saya terima. Saya akan memberikan hidup saya," katanya saat itu.

Penduduk kamp mengatakan kamp-kamp yang luas di Bangladesh semakin diwarnai kekerasan dengan orang-orang bersenjata bersaing untuk mendapatkan kekuasaan. Mereka menculik para pengecam, dan memperingatkan perempuan agar tidak melanggar norma-norma Islam konservatif.

Aung Kyaw Moe, seorang aktivis masyarakat sipil Rohingya dan penasihat Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar, pemerintah sipil yang setara dengan yang dibentuk setelah kudeta pada Februari lalu, mengatakan kematian Mohib Ullah adalah "kehilangan besar bagi komunitas Rohingya."

Ullah sendiri sadar akan adanya ancaman yang mengintai, namun ia berusaha tidak memikiran hal tersebut karena jika ia tidak melakukan pekerjaannya dalam mendokumentasikan kekerasan yang terjadi, tidak akan ada yang akan melakukannya. (Sumber: VOA Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengadilan Perintahkan Facebook Buka Data-data soal Konten Anti-Rohingya

Pengadilan Perintahkan Facebook Buka Data-data soal Konten Anti-Rohingya

Tekno | Kamis, 23 September 2021 | 16:41 WIB

5 Hits Bola: Perjalanan Hidup Nasser Al-Khelaifi Sebelum Jadi Bos PSG

5 Hits Bola: Perjalanan Hidup Nasser Al-Khelaifi Sebelum Jadi Bos PSG

Bola | Selasa, 27 Juli 2021 | 09:40 WIB

Rohingya United, Klub Para Pengungsi Rohingya yang Berkompetisi di Australia

Rohingya United, Klub Para Pengungsi Rohingya yang Berkompetisi di Australia

Bola | Senin, 26 Juli 2021 | 19:52 WIB

Fadli Zon Tak Terima Nelayan Aceh yang Selamatkan Warga Rohingya Dihukum 5 Tahun Penjara

Fadli Zon Tak Terima Nelayan Aceh yang Selamatkan Warga Rohingya Dihukum 5 Tahun Penjara

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 09:32 WIB

Puluhan Imigran Rohingya dari Aceh Direlokasi ke Medan

Puluhan Imigran Rohingya dari Aceh Direlokasi ke Medan

Sumut | Kamis, 10 Juni 2021 | 10:41 WIB

Puluhan Imigran Rohingya Terdampar di Aceh Timur Tolak Dideportasi

Puluhan Imigran Rohingya Terdampar di Aceh Timur Tolak Dideportasi

Sumut | Senin, 07 Juni 2021 | 09:14 WIB

Terkini

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten, Nilainya Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten, Nilainya Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

×