Baru Terungkap! Satpam KPK Dipecat Karena Jepret Bendera Mirip HTI, Kini Protes ke Jokowi

Dany Garjito, Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 30 September 2021 | 13:18 WIB
Baru Terungkap! Satpam KPK Dipecat Karena Jepret Bendera Mirip HTI, Kini Protes ke Jokowi
Ilustrasi KPK (kpk.go.id)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memang menjadi sorotan seusai memberhentikan 56 pegawainya. Kasus tersebut membuat berbagai fakta di tubuh KPK perlahan mulai terungkap. Salah satunya mengenai pemecatan satpam di KPK.

Mantan satpam KPK, Iwan Ismail memberikan pengakuan mengejutkan mengenai lembaga antirasuah seusai memecat 56 pegawai. Ia mengakui dipecat dua tahun yang lalu tanpa sidang kode etik karena memotret sebuah bendera di ruang pegawai KPK.

"Ramainya riak-riak kegaduhan permohonan keadilan hasil dari TWK KPK RI dengan ini saya memberikan informasi sesuai slogan 'BERANI JUJUR HEBAT' jangan di plesetkan menjadi 'BERANI JUJUR PECAT' agar menjadi pertimbangan untuk menanggapi kegaduhan 56 pegawai yang memaksa diangkat ASN," tulis Iwan seperti dikutip Terkini.id -- jaringan Suara.com, Kamis (30/9/2021).

"Selama ini saya diam dan menerima keputusan tanpa ada keadilan, biarkan Allah SWT yang membalas. Saya yang bertanda tangan di bawah ini eks Pengamanan KPK yang di paksa mundur tanpa proses sidang kode etik, sepihak di paksa memilih untuk mundur atau diberhentikan dengan tanpa ada pembelaan melalui proses sidang kode etik," lanjutnya.

Iwan mengatakan bendera itu mirip dengan simbol HTI. Ia menjepret bendera itu yang terpasang di meja kerja pegawai KPK.

Kendati demikian, Iwan tidak mengetahui siapa yang memasang bendera itu. Ia hanya mengatakan saat itu sedang ramai demo UU KPK dan tudingan adanya kelompok Taliban di KPK

"Sehabis ada demo besar di gedung KPK tanggal 20 September 2019 dengan isu 'KPK Taliban', maka pada malam hari selepas piket pengamanan saya kembali bersama teman saya naik ke lantai 10. Di sana, masih kedapatan melihat bendera hitam putih (milik HTI) yang masih terpasang di meja kerja yang sama," beber Iwan.

"Lalu saya ambil foto kembali untuk dijadikan bahan laporan dengan asumsi bahwa bendera inilah yang menjadi gaduh KPK Taliban. Karena waktu itu hari Jumat malam dan waktunya besok lusa saya libur. Maka saya berniat bikin laporan pada hari Seninnya," sambungnya.

Setelah memfoto bendera, Iwan membagikan hasil jepretan itu ke grup WhatsApp Banser Bandung. Tujuannya adalah mendiskusikan bendera itu di grup tersebut.

baca juga

"Pada malam hari menjelang pulang kampung, saya konsultasi dengan teman-teman saya di jajaran group WA Banser Kab. Bandung mengenai adanya Bendera HTI di gedung KPK yang mungkin menjadi pemicu alasan adanya demo KPK Taliban," cerita Iwan.

Tak disangka, foto itu justru beredar luas dan menjadi viral. Kejadian itu membuat Iwan akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai satpam di KPK.

"Namun tanpa saya sadari bendera itu viral di medsos selang 2 hari ketika saya libur. Hari Senin saya masuk kerja langsung ada panggilan untuk menghadap pengawas internal KPK. Tanpa pikir panjang, saya langsung menghadap sesuai niat melaporkan foto di hari Jumat yang menurut saya sebagai pelanggaran kode etik pegawai," kenang Iwan.

"Tanpa disangka saya diperiksa seharian full day dan dilakukan BAP. Saya merasa malah menjadi tersangka atas viralnya bendera hitam putih di medsos. Ketika tahu background saya anggota banser, mereka (PI-KPK) begitu gencar memberikan pertanyaan seputar organisasi saya sampai mereka mengambil HP saya sebagai bahan bukti," lanjutnya.

Iwan mengenang kala itu ia hanya diam dan menerima keputusan itu meski merasa tidak adil. Namun, ia kini mengakui ingin menceritakan kejadian itu ke publik.

"Saya diberikan keringanan dengan dicabutnya surat PTDH dengan syarat mengundurkan diri. Akhirnya saya terima tawaran itu dengan syarat dikasih waktu sampai saya dapat pekerjaan yang baru. Maka setelah ada tempat kerja baru per tanggal 26 Desember 2019 keluar surat PDH, yang sebenarnya tanpa dasar surat pengunduran diri saya," kata Iwan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

57 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Resmi Dipecat Pada 30 September 2021

57 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Resmi Dipecat Pada 30 September 2021

Bali | Kamis, 30 September 2021 | 11:35 WIB

Resmi Dipecat Sebagai Pegawai KPK, Novel Baswedan ke Istana Temui Jokowi, Ada Apa?

Resmi Dipecat Sebagai Pegawai KPK, Novel Baswedan ke Istana Temui Jokowi, Ada Apa?

News | Kamis, 30 September 2021 | 11:17 WIB

Pegawai KPK Diberhentikan akan Direkrut Polri, Tak Ada Jaminan Independen

Pegawai KPK Diberhentikan akan Direkrut Polri, Tak Ada Jaminan Independen

News | Kamis, 30 September 2021 | 10:57 WIB

Kerahkan Mobil Penghalau Massa, Polisi Jaga Ketat Gedung KPK di Hari Pemecatan 57 Pegawai

Kerahkan Mobil Penghalau Massa, Polisi Jaga Ketat Gedung KPK di Hari Pemecatan 57 Pegawai

News | Kamis, 30 September 2021 | 10:54 WIB

30 September 2021, 57 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Resmi Dipecat

30 September 2021, 57 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Resmi Dipecat

News | Kamis, 30 September 2021 | 10:29 WIB

Ketahuan Jadi Istri Kedua, ASN ini Dipecat

Ketahuan Jadi Istri Kedua, ASN ini Dipecat

Lampung | Kamis, 30 September 2021 | 09:16 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×