Sempat Diterpa Krisis, Inggris Mantap Bakal Pakai Energi Bersih Mulai Tahun 2035

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 07 Oktober 2021 | 17:21 WIB
Sempat Diterpa Krisis, Inggris Mantap Bakal Pakai Energi Bersih Mulai Tahun 2035
Ilustrasi tiang listrik. (Pixabay/ollis_picture)

Suara.com - Inggris menyatakan akan meninggalkan pembangkit listrik bahan bakar fosil pada tahun 2035 setelah terjadi krisis energi parah.

Menyadur The Guardian Kamis (7/10/2021), Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan perubahan tersebut berkunjung ke Network Rail di Manchester.

Boris mengatakan rencana tersebut akan membantu Inggris melakukan dekarbonisasi sambil melunakkan dampak dari jenis fluktuasi harga gas.

Inggris juga menjadi salah satu negara yang mengalami krisis energi, di tengah harga fosil seperti gas, minyak bumi, hingga batu bara yang melambung.

"Apa yang saya katakan adalah kita dapat melakukan untuk seluruh produksi energi kita pada tahun 2035 apa yang kita lakukan dengan mesin pembakaran internal di kendaraan pada tahun 2030," katanya.

Boris juga menambahkan jika ambisi tersebut berkaca dari kesuksesan Inggris dalam membangun pembangkit listrik tenaga angin, dan penyaringan karbon menjadi hidrogen.

"Dan apa yang kami juga katakan adalah bahwa pada tahun 2035, kami pikir dapat menyelesaikan produksi energi bersih," jelas Boris.

Inggris menghasilkan 43% listriknya dari sumber terbarukan pada tahun 2020, namun pembangkit listrik bahan bakar gas masih menjadi yang utama.

Pembangkit listrik tenaga nuklir, yang saat ini menyediakan sekitar seperenam listrik Inggris, juga akan terus menjadi bagian dari energi terbarukan.

Ketergantungan Inggris pada gas, untuk pemanas serta listrik, terpengaruh oleh kenaikan harga yang telah memicu peringatan krisis energi.

Selusin pemasok energi terancam bangkrut tahun ini dan lebih banyak kegagalan diprediksi meskipun ada kenaikan batas tagihan yang diajukan pemerintah.

Johnson mengatakan menghapus gas dari pembangkit listrik akan membantu melindungi Inggris dari lonjakan harga di masa depan.

"Keuntungannya adalah, untuk pertama kalinya, Inggris tidak bergantung pada hidrokarbon yang berasal dari luar negeri dengan segala keanehan harga hidrokarbon dan risiko yang mengancam kantong masyarakat dan konsumen," jelas Boris Jhonson.

"Kami akan bergantung pada pembangkit listrik terbarukan kami sendiri, yang akan membantu kami juga menekan biaya," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hits Bola: Dugaan Sepak Bola Gajah di PON Papua, PSSI Serahkan Masalah ke Panitia

5 Hits Bola: Dugaan Sepak Bola Gajah di PON Papua, PSSI Serahkan Masalah ke Panitia

Bola | Kamis, 07 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Energi Terbarukan Makin Dilirik Sektor Bisnis, Ini Keuntungannya

Energi Terbarukan Makin Dilirik Sektor Bisnis, Ini Keuntungannya

Press Release | Kamis, 07 Oktober 2021 | 07:14 WIB

6 Tim yang Belum Kalah di Liga Top Eropa Musim Ini

6 Tim yang Belum Kalah di Liga Top Eropa Musim Ini

Bola | Kamis, 07 Oktober 2021 | 04:45 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB