Cara Taliban Hilangkan Perilaku Korup Lewat Hukum Syariah di Afghanistan

Bangun Santoso

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 08:15 WIB
Cara Taliban Hilangkan Perilaku Korup Lewat Hukum Syariah di Afghanistan
Seorang tentara Taliban saat berpatroli di pusat Kota Kabul. (foto: AFP)

Suara.com - Usai bertahun-tahun berjuang sebagai militan di pegunungan Afghanistan, personil Taliban kini menjadi bagian dari pasukan yang berpatroli di ibu kota Kabul yang diwarnai berbagai pelanggaran hukum.

Melansir laman VOA Indonesia, Jumat (8/10/2021) pagi, kejahatan di ibu kota Kabul merajalela di bawah pemerintahan Ashraf Ghani, di mana perampokan dan penculikan terjadi hampir setiap hari.

Kini para personil Taliban mulai menunjukkan kehadiran mereka dengan patroli di jalan-jalan setiap hari. Sebagian di antara mereka tidak lagi membawa senapan serbu jenis AK-47 yang menjadi ciri khas mereka, dan menukarnya dengan M16 buatan Amerika yang ditinggalkan pasukan Afghanistan.

Taliban melerai perselisihan di jalanan, memanggil tersangka penjahat ke kantor polisi dan memburu yang tidak mengindahkan panggilan mereka.

Banyak warga Afghanistan khawatir dengan cara keras yang diambil Taliban, yang memiliki ideologi garis keras atau menetapkan pembatasan yang tegas terhadap kebebasan perempuan.

Tetapi Taliban memang memiliki reputasi tidak korup, sangat kontras dengan pemerintahan yang digulingkannya, yang terkenal penuh dengan penyuapan, penggelapan dan korupsi di setiap tingkatan. Meskipun demikian tetap kekurangannya.

Sebuah bom meledak di luar Masjid Eid Gah di ibu kota Kabul hari Minggu lalu (3/10) menewaskan beberapa warga sipil dan menarget anggota-anggota Taliban yang sedang menghadiri upacara pemakaman.

Pemulihan Stabilitas

Ketika berkuasa pada akhir 1990an, Taliban memulihkan stabilitas yang dirindukan warga Afghanistan dan memberantas korupsi. Tetapi mereka juga memberlakukan interpretasi hukum Islam yang keras, yang mencakup pemberlakuan hukuman seperti amputasi tangan bagi pencuri, eksekusi pelaku pembunuhan dengan satu peluru di kepala mereka; dan semua seringkali dilakukan secara terbuka di depan umum.'

baca juga

Polisi yang mengurusi agama akan memukuli laki-laki karena memotong janggut mereka atau tidak salat berjamaah.

Taliban mengatakan akan kembali memberlakukan hukuman-hukuman itu. Sebagian malah sudah diterapkan.

Baru-baru ini mayat seorang laki-laki yang dibunuh polisi ketika diduga mencoba melakukan penculikan, digantung di sebuah derek di kota Herat.

Pada dua kesempatan berbeda di Kabul, seorang pencuri kecil-kecilan diarak di jalan untuk mempermalukannya, dengan tangan diborgol, wajah dicat atau dengan roti basi yang dimasukkan ke mulut mereka.

Aturan baru Taliban membawa sedikit rasa lega terhadap perilaku korup yang terus menerus terjadi di bawah pemerintahan sebelumnya. (Sumber: VOA Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Granat Meledak di Masjid Afghanistan, Satu Pemimpin Taliban Tewas

Granat Meledak di Masjid Afghanistan, Satu Pemimpin Taliban Tewas

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 07:58 WIB

Minta Densus 88 Dibubarkan, Fadli Zon: Dunia Sudah Berubah

Minta Densus 88 Dibubarkan, Fadli Zon: Dunia Sudah Berubah

Bogor | Kamis, 07 Oktober 2021 | 10:23 WIB

Balas Serangan Bom Masjid, Taliban Serbu Markas ISIS-K

Balas Serangan Bom Masjid, Taliban Serbu Markas ISIS-K

News | Kamis, 07 Oktober 2021 | 09:37 WIB

Peneliti AS: NU Prakarsai Reformasi Citra Islam di Dunia

Peneliti AS: NU Prakarsai Reformasi Citra Islam di Dunia

Tekno | Kamis, 07 Oktober 2021 | 06:15 WIB

Dulu Adili Taliban, Jaksa - Pengacara Perempuan Afghanistan Kini Diburu

Dulu Adili Taliban, Jaksa - Pengacara Perempuan Afghanistan Kini Diburu

News | Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:37 WIB

PBB Sebut Separuh Balita di Afghanistan Terancam Kekurangan Gizi

PBB Sebut Separuh Balita di Afghanistan Terancam Kekurangan Gizi

News | Rabu, 06 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Taliban akan Terbitkan Kembali Paspor Untuk Warga Afghanistan

Taliban akan Terbitkan Kembali Paspor Untuk Warga Afghanistan

News | Rabu, 06 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Terkini

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

×