alexametrics

Swedia Suntik Warganya Pakai Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Swedia Suntik Warganya Pakai Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Lebih dari 100 orang disuntik dengan vaksin Covid-19 kedaluwarsa.

Suara.com - Lebih dari 100 warga Swedia telah disuntik dengan vaksin Covid-19 kedaluwarsa di kota Nyköping, Södermanland, selatan Stockholm, Swedia.

Menyadur Sputnik News Rabu (13/10/2021), hal ini dikonfirmasi langsung oleh manajer vaksinasi regional Magnus Johansson dalam siaran pers.

“Kami telah melanggar kontrol internal kami,” ujarnya tentang dosis yang diberikan pada hari Senin.

Menurut pihak berwenang, vaksin itu disimpan dengan benar, tapi tanggal yang direkomendasikan oleh Pfizer telah lewat alias kedaluwarsa

Baca Juga: Terpopuler: Balita Salah Disuntik Vaksin Pfizer Hingga Kondisi Pandemi Membaik

Sebelum mendapat suntikan, warga sudah diperingatkan sebelumnya tentang hal ini dengan tim medis menjelaskan tak ada risiko yang diketahui terkait hal ini.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

"Penilaian awal kami adalah vaksin itu masih memberikan perlindungan terhadap Covid-19."

"Kami menghubungi produsen vaksin untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pengaruh penyimpanan yang lebih lama pada vaksin sehingga vaksinasi perlu dilakukan ulang,” kata Magnus Johansson.

Musim panas ini, 899 warga New York yang menerima suntikan Pfizer kedaluwarsa kemudian ditawari suntikan ketiga.

Awal tahun ini, WHO mendesak negara-negara Afrika untuk menyimpan vaksin kadaluarsa ketika Sudan dan Malawi menghancurkan sejumlah AstraZeneca yang melewati batas waktu penyimpanan.

Baca Juga: Keren, Rusia Siap Uji Coba Vaksin COVID-19 Semprotan Hidung

Di antara 102 orang Swedia yang menerima suntikan kadaluwarsa, 88 berusia remaja antara 12 dan 15.

Perdana Menteri Swedia Stefan Löfven menekankan bahwa inokulasi dilakukan demi anak-anak. Namun, kampanye tersebut juga memicu protes dari para profesional medis.

24 dokter menulis surat terbuka menentang Stefan Löfven dan memperingatkan tragedi vaksinasi gagal di masa lalu yang mengakibatkan efek samping narkolepsi dan kematian.

Komentar