Taliban Ikut Campur Soal Harga Tiket, Maskapai Pakistan Tangguhkan Penerbangan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 11:53 WIB
Taliban Ikut Campur Soal Harga Tiket, Maskapai Pakistan Tangguhkan Penerbangan
Ilustrasi Pesawat Terbang. (Pixabay.com)

Suara.com - Pakistan International Airlines (PIA) menangguhkan penerbangan ke Kabul setelah Taliban ikut campur tangan pada penentuan harga tiket.

Menyadur Al Jazeera Jumat (15/10/2021), penangguhan tersebut juga terjadi ketika Taliban memerintahkan PAI untuk memangkas harga tiket.

Taliban meminta maskapai penerbangan tersebut untuk memotong harga tiket seperti sebelum Afghanistan jatuh ke tangan kelompok tersebut.

PAI adalah satu-satunya maskapai penerbangan internasional yang beroperasi secara teratur di ibukota Afghanistan.

"Penerbangan kami sering menghadapi penundaan yang tidak semestinya karena sikap tidak profesional dari otoritas penerbangan Kabul," kata Abdullah Hafeez Khan, juru bicara PIA kepada kantor berita AFP.

Abdullah Hafeez Khan juga menegaskan jika penerbangan PAI tetap akan ditangguhkan hingga situasi menjadi kondusif.

Sebuah sumber di maskapai itu mengatakan kepada AFP bahwa pejabat Taliban sering menghina, bahkan sempat menganiaya secara fisik seorang anggota staf.

Sebelumnya, Taliban memperingatkan PIA dan Kam Air bahwa akan memblokir operasionalnya, jika menolak untuk memotong harga karena tidak dapat dijangkau oleh warga Afghanistan.

Saat ini harga tiket dari Kabul ke Islamabad dibanderol seharga 2.500 dolar (Rp 35 juta), sedangkan sebelum Afghanistan jatuh ke Taliban hanya 150 dolar (Rp 2,1 juta).

Kementerian transportasi Afghanistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, harga tiket harus disesuaikan dengan kondisi sebelum kemenangan Imarah Islam atau penerbangan akan dihentikan.

Penerbangan antara Afghanistan dan Pakistan sangat dibatasi sejak bandara Kabul dibuka kembali bulan lalu setelah digunakan untuk proses evakuasi.

Abdullah, seorang karyawan perusahaan farmasi berusia 26 tahun, mengatakan maskapai PIA menjadi jendela kecil bagi warga Afghanistan yang mencoba meninggalkan negara itu.

"Kami sangat membutuhkan penerbangan ini. Perbatasan ditutup, sekarang jika bandara ditutup, seperti kita semua di dalam sangkar," katanya menurut kantor berita Reuters.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, Tewaskan Kepala Polisi Taliban

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, Tewaskan Kepala Polisi Taliban

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:44 WIB

Belum Ada Turis, Bandara Hang Nadim Batam Masih Didominasi Penumpang Domestik

Belum Ada Turis, Bandara Hang Nadim Batam Masih Didominasi Penumpang Domestik

Batam | Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:09 WIB

Menilik Ladang Ganja Andalan Taliban di Afghanistan

Menilik Ladang Ganja Andalan Taliban di Afghanistan

Foto | Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:50 WIB

Terkini

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB