alexametrics

Keajaiban Doa Saat Galau, Bingung, dan Hilang Arah Menurut Ustadz Hanan Attaki

Rifan Aditya
Keajaiban Doa Saat Galau, Bingung, dan Hilang Arah Menurut Ustadz Hanan Attaki
Keajaiban Doa Saat Galau, Bingung, dan Hilang Arah - Ilustrasi galau. (pexels/ Andrew Neel)

Adakah doa saat galau, bingung, dan hilang arah menurut ajaran agama Islam?

Suara.com - Ada kalanya, manusia dikuasai oleh perasaan galau dan tidak tahu harus berbuat apa. Lalu adakah doa saat galau, bingung, dan hilang arah menurut ajaran agama Islam?

Situasi bingung atau hilang arah itu memang merupakan hal yang wajar terjadi pada manusia. Lantas, bagaimana solusinya? Salah satunya dengan membaca doa saat galau, bingung, dan hilang arah.

Allah SWT akan memberi pertolongan kepada umat yang sedang bingung jika mengamalkan doa agar hati menjadi lebih tenang. Melansir sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Hanan Attaki pada 28 September 2020 lalu, begini penjelasan ustadz Hanan Attaki mengenai keajaiban doa saat galau, bingung, dan hilang arah. 

"Allah SWT berfirman di ayat ke 6-7 Surat Al-Fatihah, tunjukkan kami jalan yang lurus. Ketika kita meminta ditunjukkan jalan yang lurus kepada Allah, itu berarti ada pengakuan bahwa kita tidak tahu jalan. Allah lebih tahu", ustadz Hanan Attaki menyampaikan. 

Baca Juga: Cara Membedakan Suara Hati dengan Bisikan Setan

Ustadz Hanan Attaki menjelaskan bahwa pada saat kita merasa galau, bingung, dan hilang arah, kita bisa membaca Surat Al-Fatihah. Menurutnya, Surat Al Fatihah dapat menjadi doa saat bingung karena dalam ayatnya terkandung arti dan makna yang mendalam. 

Lalu saat membaca ayat ke 6 Surat Al Fatihah, kita harus jujur kepada Allah SWT bahwa kita adalah manusia yang tidak tahu apa-apa, hanya Allah Yang Maha Tahu, maka dari itu kita memohon petunjuk kepada Allah SWT.

Ustadz Hanan Attaki meminta agar kita berdoa kepada Allah SWT berharap agar dibimbing pada jalan yang lurus. Jalan yang lurus ditafsirkan pada ayat ke 7 Surat Al-Fatihah, yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai, dan bukan jalan orang yang sesat.

Hal itu terdapat dalam ayat Ihdinas shiratal mustaqima, yang artinya "Tunjukilah kami jalan yang lurus”.

Berdasarkan penjelasan Ustadz Hanan Attaki, Shirat berarti jalan, jalan yang baik. Menurut Ibnu Abbas, “shirat” berarti agama Islam, dan ada ulama lain bilang, “shirat” berarti Al-Qur’an.

Baca Juga: Cara Menjemput Pertolongan Allah dengan Al-Fatihah Menurut Ustadz Hanan Attaki

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa “shirat” berarti kelompok Ahlussunnah wal Jamaah. Ada juga ulama mengartikannya, “Tunjukilah kami jalan mereka yang berhak menerima surga".

Komentar