Doakan Aceh Dilanda Tsunami Lagi, Akun Twitter Chandra Dikecam Warganet

Dany Garjito, Fita Nofiana

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:40 WIB
Doakan Aceh Dilanda Tsunami Lagi, Akun Twitter Chandra Dikecam Warganet
Cuitan @pendakilugu (Twitter)

Suara.com - Akun Twitter Chandra Kusuma Farhan digeruduk warganet. Hal ini bermula pada cuitannya yang mendoakan Aceh untuk kembali terkena bencana tsunami. 

Akun yang sebelumya bernama @pendakimagelang itu berubah menjadi @pendakilugu setelah mendapatkan berbagai kecaman dari warganet. Pemilik akun tersebut diketahui berasal dari Magelang, Jawa Tengah. 

Cuitannya tentang Aceh bermula soal komentarnya pada berita online tentang kasus kekerasan anjing di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. 

Berita tersebut berjudul, 'Aktivis Kecam Kasus Anjing Mati Usai Ditangkap Sarpol PP di Pulau Bayak Aceh'.

Dalam menanggapi artikel tersebut, ia malah berkomentar dan mendoakan Aceh kembali mengalami tsunami. 

"Mengedepankan agama hingga disebut Serambi Mekah tapi akhlak enggak ada, manusianya kejam, beringas, brutal. Semoga, tsunami terjadi lagi di provinsi ini. Amin," cuit Chandra lewat akun @pendakilugu.

Cuitan @pendakilugu (Twitter)
Cuitan @pendakilugu (Twitter)


Cuitan tersebut tentu mendapatkan berbagai kecaman dari warganet. 

Meskipun cuitannya telah dihapus dan akunnya dikunci, ia masih dikecam melalui Twitter oleh warganet. 

"Itu orang apa enggak mikir gimana orang yang ditinggalkan keluarganya karena tsunami ya? Perasaannya gmn, kondisi saat itu. Ngeri kalau kata-katanya berbalik ke dia sendiri," komentar warganet. 

baca juga

"Pendaki Gunung itu sepengetahuan saya sangat-sangat care dan cinta alam. Maka sering Mereka ucapkan Salam lestari. Kalau pendaki mendoakan kehancuran alam. Sudah bisa dipastikan, model gini adalah pendaki yang suka buang sampah sembarangan," imbuh warganet lain.

"Ucapanmu ini merepresentasikan busuknya Hati, mendoakan hal hal yang buruk antar sesama anak bangsa sungguh lebih biadab dari Twittmu yang seakan-akan peduli pada anjing yang mati," tulis warganet. 

Tsunami tahun 2004 di Aceh merupakan peristiwa traumatis bagi warga daerah tersebut. 

Gempa bumi yang berpusat di Samudra Hindia itu terjadi pada pukul 08:58:53 WIB tanggal 26 Desember 2004. Episentrumnya terletak di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia. 

Guncangan gempa mencapai 9,1–9,3 SR dan menyebabkan gelombang tsunami. Setiaknya kurang lebih ada 227.898 korban meninggal akibat bencana tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Driver Ojol Dibikin Tersentuh Dapat Chat dari Pelanggan, Isinya Jadi Sorotan

Driver Ojol Dibikin Tersentuh Dapat Chat dari Pelanggan, Isinya Jadi Sorotan

News | Senin, 25 Oktober 2021 | 13:15 WIB

Viral Rombongan Teman Kos Datang ke Kondangan, Penampilan Epic Bikin Salfok

Viral Rombongan Teman Kos Datang ke Kondangan, Penampilan Epic Bikin Salfok

News | Senin, 25 Oktober 2021 | 13:11 WIB

Baru Saja Pindah, Ibu Ini Kaget Tetangganya Langsung Pasang Status Begini

Baru Saja Pindah, Ibu Ini Kaget Tetangganya Langsung Pasang Status Begini

News | Senin, 25 Oktober 2021 | 13:09 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×