Human Rights Watch Sebut Persidangan Aung San Suu Kyi Tidak Adil

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:56 WIB
Human Rights Watch Sebut Persidangan Aung San Suu Kyi Tidak Adil
Seorang pekerja berdiri di belakang memorabilia yang diproduksi untuk mempromosikan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi di sebuah percetakan di Yangon pada 2 September 2020. Ye Aung THU / AFP

Suara.com - Wakil Direktur Human Rights Watch untuk Asia, Phil Robertson mengatakan persidangan Aung San Suu Kyi jauh dari kata bebas dan tidak adil.

Menyadur Euro News Rabu (27/10/2021), ia menyebut junta militer membungkam pengacara Suu Kyi agar tak bicara pada media terkait sidang pemimpin Myanmar yang digulingkan ini.

"Ada upaya sadar untuk menjaga agar laporan dari persidangan tidak menyebar ke masyarakat luas," katanya pada Euronews.

"Ini adalah ringkasan serius dari standar 'percobaan bebas dan adil' yang kita lihat terjadi sekarang di Naypyidaw."

Itu terjadi saat puncak KTT ASEAN yang berlangsung tanpa Myanmar di mana jenderal Min Aung Hlaing dilarang menghadiri pertemuan itu sebagai protes atas kudeta militer Februari lalu.

Penasihat negara Myanmar Aung San Suu Kyi melihat keluar dari kendaraan saat dia meninggalkan pengadilan distrik selatan Yangon setelah dia mengajukan aplikasinya untuk mencalonkan diri sebagai kandidat dalam pemilihan umum 2020 mendatang di Yangon pada 4 Agustus 2020.  [Sai Aung Utama / AFP]
Aung San Suu Kyi melihat keluar dari kendaraan saat dia meninggalkan pengadilan distrik selatan Yangon setelah dia mengajukan aplikasinya untuk mencalonkan diri sebagai kandidat dalam pemilihan umum 2020 mendatang di Yangon pada 4 Agustus 2020. [Sai Aung Utama / AFP]

Satu-satunya laporan langsung dari proses persidangan, yang dimulai pada bulan Juni, berasal dari pengacara dan rekan terdakwa.

Sesi itu tertutup untuk wartawan juga publik dan persidangan belum bisa diliput oleh media yang dikendalikan negara.

Terbaru, Aung San Suu Kyi memberi kesaksian di persidangan pada hari Selasa.

Seperti penjelasan sebelumnya, informasi tentang persidangan sulit didapat karena penguasa militer Myanmar melakukan tindakan keras terhadap okenum yang memiliki perbedaan pendapat.

baca juga

Pekan orang-orang yang ditahan karena protes kekuasaan militer sempat dibebaskan dari penjara. Tapi beberapa ditangkap kembali, yang lain tetap di penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HRW: Atlet Anak di Jepang Alami Kekerasan Fisik, Verbal Hingga Seksual

HRW: Atlet Anak di Jepang Alami Kekerasan Fisik, Verbal Hingga Seksual

Sport | Senin, 20 Juli 2020 | 21:48 WIB

HRW: FBI Bayar Umat Muslim di Amerika untuk Lakukan Teror

HRW: FBI Bayar Umat Muslim di Amerika untuk Lakukan Teror

News | Kamis, 24 Juli 2014 | 06:36 WIB

HRW Sebar Kuesioner Cari Tahu Sikap Calon Presiden RI Soal HAM

HRW Sebar Kuesioner Cari Tahu Sikap Calon Presiden RI Soal HAM

News | Selasa, 25 Maret 2014 | 16:24 WIB

Terkini

Mewah! Jepang Pakai Kapal Pesiar Untuk Hunian Atlet Asian Games 2026

Mewah! Jepang Pakai Kapal Pesiar Untuk Hunian Atlet Asian Games 2026

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 09:00 WIB

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 08:50 WIB

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 08:47 WIB

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

×