alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Video Pesepeda Ambruk Usai Tangannya Ditebas Begal, Benarkah?

Reza Gunadha | Aprilo Ade Wismoyo
CEK FAKTA: Video Pesepeda Ambruk Usai Tangannya Ditebas Begal, Benarkah?
Cek Fakta video pesepeda terkapar usai tangannya ditebas begal (istimewa)

Beredar sebuah video dengan narasi yang menyebut ada pesepeda terkapar seusai ditebas tangannya oleh begal. Benarkah narasi tersebut, simak faktanya!

Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pesepeda sedang terkapar di pinggir jalan.

Dalam video yang sempat diunggah oleh sebuah akun Instagram pada Kamis (28/10/2021) tampak pesepeda tersebut sedang dikelilingi oleh pesepeda lain.

Narasi yang disampaikan dalam video tersebut mengatakan bahwa pesepeda itu terkapar di jalan raya usai tangannya ditebas oleh begal.

Berikut narasinya:

Baca Juga: Polda Metro Jaya Ringkus 8 Jambret Spesialis Pesepeda, Satu Buron

"Astagfirullahaladzim, Astagfirullahaladzim," ujar pria yang memvideokan kejadian tersebut.

"Saya juga gak lihat (kejadiannya)," kata seorang pesepeda perempuan yang berada dekat dengan korban.

Dalam unggahan akun Instagram tersebut disebutkan bahwa korban diduga menjadi korban pembegalan karena memakai sepeda yang harganya mahal.

"Informasi yang mimin terima, Anak dari bos perusahaan ternama di tebas tangan nya hampir putus sm perampok… Sepedanya di incar yg seharga Rp. 250 juta. Bagi yang mempunyai info lanjutnya silahkan tambahkan," kata admin cetul222.

Lantas benarkah narasi tersebut?

Baca Juga: Motor Listrik GESITS Tiba di Senegal Akhir November, PT WIMA Kirim Tim Teknisi

Cek Fakta video pesepeda terkapar usai tangannya ditebas begal (metro.polri.go.id)
Cek Fakta video pesepeda terkapar usai tangannya ditebas begal (metro.polri.go.id)

PENJELASAN

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar