alexametrics

Kaji Aturan Perseorangan di Pilkada, Bupati Adnan Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Kaji Aturan Perseorangan di Pilkada, Bupati Adnan Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (Istimewa)

Disertasi ini diharapkan dapat jadi rujukan undang-undang terkait calon perseorangan.

Suara.com - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan resmi meraih gelar akademik tertinggi yakni doktor pada bidang ilmu hukum di Universitas Hasanuddin usai mengikuti promosi doktor di Baruga Prof Dr.H Baharuddin Lopa, SH, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Kamis (28/10).

Dalam gelar yang berhasil diraih dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 ini, Adnan mengangkat penelitian terkait Pengaturan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. Dalam ujian promosinya itu Dekan FH Unhas Prof. Dr Farida Patintingi SH bertindak langsung sebagai ketua penguji.

Adnan mengaku, sangat bersyukur. Pasalnya dirinya telah menyelesaikan semua proses pendidikan formalnya hingga ke jenjang doktoral atau S3. Di mana proses penyelesaiannya dilakukan mulai dari seminar hingga ujian promosi dengan baik baik berkat dukungan berbagai pihak.

"Alhamdulillah tentu kita bersyukur karena mampu menyelesaikan semua prosesnya untuk mendapatkan gelar tertinggi di bidang akademik. Ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak baik keluarga, sahabat, hingga seluruh masyarakat sehingga seluruh tahapan bisa dilalui dengan baik," katanya penuh haru.

Baca Juga: Dituding Terima Uang Mahar Jelang Pilkada 2020, Wabup Solok: Gerindra Tak Kenal Mahar

Ujian yang dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini dijadikan momentum bagi orang nomor satu di Gowa itu untuk menginspirasi seluruh pemuda agar meningkatkan kompetensinya karena kemajuan suatu daerah salah satunya dilihat dari pemudanya masa kini.

"Semoga ujian yang beterpatan dengan Sumpah Pemuda hari ini bisa menjadi motivasi dan menginsipirasi pemuda Gowa, Sulsel dan Indonesia untuk meningkatkan kompetensi diri demi membawa Gowa, Sulsel dan Indonesia lebih baik lagi di masa yang akan datang," katanya.

Dari pemaparan yang dilakukan, Adnan menyebutkan salah satu latar belakang masalah terhadap judul disertasinya itu yakni kursi calon perseorangan pada Pilkada 2017 dan 2018 masih kurang atau kurang lebih dari 22 persen. Hal ini dikarenakan berbagai permasalahan yaitu persyaratan yang cukup sulit yang tertuang dalam UU pilkada, persentase kemenangan calon perseorangan masih kecil dan kepala daerah pemenang pilkada harus merapat dengan pihak legislatif karena tidak adanya kawan dalam lembaga ini sehingga semua organisasi yang diusung saat kampanye sulit diwujudkan.

"Pada latar belakang ini saya menghadirkan tiga rumusan masalah yaitu apakah pengaturan calon perseorangan dalam penyelenggaraan pilkada sudah berkesesuaian dengan prinsip keadilan dan persamaan, apakah pelaksanaan calon perseorangan dalam sistem penyelenggaran pilkada di Indonesia, dan bagaimanakah konsep ideal pengaturan calonperseorangan dalam penyelenggaraan Pilkada di Indonesia," urai Adnan.

Olehnya ia berharap melalui disertasi yang dibuat itu bisa dijadikan sebagai rujukan pemerintah saat ingin menyusun undang-undang terkait calon perseorangan.

Baca Juga: AMPI Kabupaten Bogor Siapkan Kader Terbaik Jelang Pemilu 2024

Sementara Ketua Sidang Farida Patintingi saat mengumumkan hasil ujian promosi Bupati Adnan mengungkapkan, setelah mempertimbangkan jawaban atas semua pertanyaan dari promotor, co promotor, penguji, dan penguji eksternal lalu dinyatakan lulus dengan IPK 4,00 atau sangat memuaskan.

Komentar