44 Persen Pipa Air di Jakarta Bocor, Paling Banyak di Jakarta Utara

Kamis, 04 November 2021 | 16:35 WIB
44 Persen Pipa Air di Jakarta Bocor, Paling Banyak di Jakarta Utara
PAM Jaya [Website PAM Jaya]

Suara.com - Sebanyak 44 persen pipa untuk jaringan layanan air bersih di Jakarta mengalami kebocoran. Jakarta Utara menjadi lokasi dengan kebocoran paling banyak.

Direktur Utama PT PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan angka kebocoran sebanyak 44 persen itu sudah mengalami perbaikan. Di tahun 2020, jaringan perpipaan bocor sebanyak 58 persen.

"Dari hasil produksi sampai jadi volume itu bocor 44 persen, pada awal 2021. Tapi sebelumnya bocornya 58 persen. Jadi ada perbaikan, penurunan, walaupun (angka kebocoran) tetap tinggi," ujar Bambang kepada wartawan, Kamis (4/10/2021).

Bambang mengatakan pihaknya sudah melakukan pengamatan pada input dan output volume air di setiap kluster perpipaan yang terdampak dari kebocoran. Perbaikan diutamakan dilakukan pada jaringan paling parah.

"Kita harus memperbaikinya harus dibongkar dibenerin. Yang kelihatan itu burst, yang bisa langsung kita perbaiki," katanya.

Jakarta Utara disebutnya menjadi kawasan jaringan perpipaan yang paling parah karena banyaknya kegiatan proyek dan infrastruktur di lokasi itu.

Banyaknya kendaraan beban berat dan pengeboran membuat banyak pipa rusak.

"Secara infrastruktur sendiri di sana bebannya terhadap pipa ada banyak cor-coran, dia kan kemudian akan menambah tekanan perpipaan. Tekanannya terus menambah," jelasnya.

Ia menjelaskan 80 persen dari 44 persen pipa yang bocor di antaranya disebabkan oleh kebocoran fisik. Lalu, 20 persen sisanya adalah kebocoran komersial atau kebocoran yang disengaja.

Baca Juga: PAM Jaya Berlakukan Tarif Baru Bagi Warga Kepulauan Seribu

"Kalau kebocoran fisik itu yang dari (masalah) perpipaan. Kebocoran komerisal itu dari meteran dan ilegal taping (pencurian air)," jelas dia.

Meski banyak yang rusak, Bambang menyebut perbaikan bukan kegiatan prioritasnya pada tahun ini. Ia lebih memilih untuk penambahan suplai air bersih sambil membangun jaringan, penurunan angka nonrevenue water (NRW) atau kebocoran dan edukasi masyarakat.

"Step-nya begitu. Kalau buat jaringan pipa baru, itu berarti mengulang dari awal. Kalau mengganti (pipa) air yang disimpan harus dibawa ke tempat yang belum terakses," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI