Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 05 November 2021 | 17:04 WIB
Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru
Aksi unjuk rasa menentang kudeta militer di Sudan.[Anadolu Agency]

Suara.com - Pemimpin militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan, telah sepakat dengan Amerika Serikat tentang perlunya mempercepat pembentukan pemerintahan baru setelah ia memerintahkan pembebasan empat menteri dari pemerintah sebelumnya.

Mengutip Al Jazeera, Jumat (5/11/2021), kantor Burhan merilis pernyataan pada Kamis (4/11/2021) setelah dia berbicara di telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Kantor Burhan mengatakan kedua pihak tersebut telah sepakat tentang perlunya mempercepat pembentukan pemerintahan.

“Kedua pihak sepakat tentang perlunya mempertahankan jalur transisi demokrasi, perlunya melengkapi struktur pemerintahan transisi dan mempercepat pembentukan pemerintahan,” jelas pihak kantor Jenderal Burhan.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Blinken dalam panggilan telepon mendesak Burhan untuk segera membebaskan semua tokoh politik yang ditahan sejak kudeta.

Price juga mendesak Burhan kembali ke dialog yang mengembalikan Perdana Menteri Hamdok ke kantor dan memulihkan pemerintahan yang dipimpin sipil di Sudan.

“Kami sedang mempertimbangkan semua inisiatif internal dan eksternal untuk melayani kepentingan nasional. Pembentukan pemerintah sudah dekat.” kata penasihat media Burhan, Taher Abouhaga, pada Kamis kemarin.

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah berusaha menengahi untuk mengakhiri krisis politik yang mengikuti kudeta di mana politisi sipil terkemuka ditahan dan Hamdok ditempatkan di rumah tahanan.

Perwakilan khusus PBB untuk Sudan, Volker Perthes, mengatakan pembicaraan telah menghasilkan garis besar kesepakatan potensial tentang kembalinya pembagian kekuasaan, termasuk pemulihan perdana menteri yang digulingkan.

baca juga

Namun, dia mendesak kesepakatan dalam hitungan hari bukan minggu sebelum posisi kedua belah pihak mengeras.

Perkembangan itu terjadi ketika para jenderal tinggi negara tersebut dan mantan pemimpin sipil terjebak dalam negosiasi yang tegang untuk mencari jalan keluar dari krisis yang dipicu oleh pengambilalihan militer pekan lalu.

(Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Setujui Penjualan 280 Rudal Senilai Rp 9,3 Triliun Ke Arab Saudi

AS Setujui Penjualan 280 Rudal Senilai Rp 9,3 Triliun Ke Arab Saudi

News | Jum'at, 05 November 2021 | 13:54 WIB

Pernah Dipenjara di Indonesia, Wanita Si Pembunuh Koper Diciduk di AS

Pernah Dipenjara di Indonesia, Wanita Si Pembunuh Koper Diciduk di AS

Sumbar | Jum'at, 05 November 2021 | 13:15 WIB

Setujui Kesepakatan, Amerika Serikat Jual Rudal ke Arab Saudi Senilai 650 Juta Dolar AS

Setujui Kesepakatan, Amerika Serikat Jual Rudal ke Arab Saudi Senilai 650 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 05 November 2021 | 11:05 WIB

Sejarah Baru, Pemuda Muslim Jadi Wali Kota di Amerika Serikat

Sejarah Baru, Pemuda Muslim Jadi Wali Kota di Amerika Serikat

Sulsel | Jum'at, 05 November 2021 | 06:10 WIB

Terkini

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

×