Kisah Dokter Gigi dengan Pasien Macan, Walrus sampai Beruang Kutub Liar

Siswanto, BBC

Sabtu, 06 November 2021 | 14:14 WIB
Kisah Dokter Gigi dengan Pasien Macan, Walrus sampai Beruang Kutub Liar
BBC

Suara.com - Dr Peter Kertesz bukan lah seorang dokter gigi biasa. Pada Senin hingga Kamis, dia mengobati manusia di kliniknya yang berlokasi di pusat Kota London. Namun, di luar itu, dia juga memiliki pekerjaan sampingan yang menarik.

Dr Kertesz telah berkeliling Inggris, bahkan dunia, untuk melakukan operasi gigi terhadap berbagai jenis hewan liar.

"Kami baru saja merawat seekor singa, seekor jaguar dan beberapa kera. Dua gigi singa itu patah - yang satu dicabut dan yang satu lainnya ditambal - kondisinya sudah baik-baik saja," kata Kertesz kepada BBC.

Bagaimana dia bisa menjadi dokter yang tidak hanya merawat manusia? Lalu, bagaimana rasanya harus memasukkan tangan ke dalam mulut hewan karnivora yang berukuran sangat besar?

Baca juga:

Awal dari petualangan

Dr Kertesz memiliki daftar panjang pasien hewan, di antaranya walrus, lumba-lumba, harimau, gajah, serta banyak jenis hewan berukuran besar maupun kecil lainnya.

Dia telah merawat hewan selama lebih dari empat dekade. Menurutnya, dia menangani lebih dari 200 kasus per tahun.

Dr Kertesz merupakan satu dari sedikit dokter gigi yang memiliki spesialisasi dalam penangkaran hewan liar. Namun, perjalanannya menuju profesi itu sebenarnya tidak direncanakan.

Dia lulus pendidikan sebagai dokter pada 1969, kemudian bekerja merawat pasien manusia selama sembilan tahun.

baca juga

"Pada 1978, saya mendapat telepon dari seorang dokter hewan yang bertanya apakah saya bisa membantu kucingnya. Saya pikir itu akan sulit, tetapi pada akhirnya saya melakukannya," kata dia.

Percakapan yang tidak disengaja itu kemudian menjadi awal dari karirnya menghadapi hewan-hewan liar.

Menghadapi bahaya

Tim Dr Kertesz terdiri dari seorang perawat dan seorang ahli anestesi. Dia mengatakan, hewan yang berukuran lebih besar biasanya perlu dibius lebih dulu, namun sering kali hewan-hewan itu melesat.

"Ini adalah pekerjaan yang sangat profesional. Anda tidak bisa merasakan emosi dan tidak boleh santai. Anda harus berupaya untuk bisa bekerja dengan baik," katanya. "Anda bekerja melawan jam anestesi. Saya selalu berusaha melakukannya dengan cepat dan efisien."

Hal itu bisa dimaklumi mengingat Dr Kertesz harus memasukkan tangan hingga sikunya ke dalam rahang seekor karnivora raksasa - beruang kutub, misalnya, yang merupakan karnivora darat terbesar di dunia dengan berat mencapai 600 kilogram.

Dr Kertesz juga telah memiliki jadwal untuk menangani seekor beruang kutub pada Oktober.

Melakukan operasi terhadap beruang kutub yang sedang sakit gigi tentu berisiko, tetapi tantangan lainnya adalah untuk bisa menempatkan hewan tersebut di meja operasi.

Dr Kertesz telah melihat hewan-hewan yang sakit dan berusia tua akhirnya mati di meja operasi.

"Secara umum anestesi sangat berbahaya bagi hewan. Kami berusaha menggunakan anestesi dalam dosis minimal sehingga hanya menyebabkan trauma yang juga kecil."

Dia juga bekerja sama dengan dokter hewan residen. Selain itu, ada banyak upaya yang dilakukan dalam merencanakan sebuah operasi sehingga hasilnya bisa sesuai harapan dan tidak memerlukan penanganan lanjutan.

Apa bedanya menangani pasien hewan dan manusia?

Tantangan pertama yang kerap dihadapi adalah mengetahui bantuan medis yang dibutuhkan oleh hewan, sebab hewan tidak bisa menyampaikan apa yang terasa sakit atau menggambarkan kondisi mereka.

"Banyak hewan menyembunyikan rasa sakit mereka - mereka tampak terbiasa dengan rasa sakit itu, mereka tidak menunjukkannya seperti manusia," kata Dr Kertesz.

"Kadang-kadang sakit yang dialami bisa terlihat jelas, seperti pembengkakan, keputihan, atau enggan makan."

Sering kali para pemelihara hewan lah yang memperhatikan adanya perubahan perilaku pada hewan tersebut, yang disebabkan oleh sakit gigi atau masalah lainnya.

Sebagian besar tindakan medis yang dilakukan Dr Kertesz terhadap hewan yakni mencabut gigi, menambal, serta menangani masalah pada akar gigi.

"Kami tidak pernah membuat prostetik. Beberapa orang membuat gigi palsu dengan efek yang merusak. Hewan hidup di lingkungan yang dilindungi, jadi kami hanya mengganti makanannya."

Tantangan lainnya, menurut Dr Kertesz, adalah mendapatkan alat yang dia butuhkan untuk menangani berbagai jenis hewan.

"Hewan memiliki struktur rahang yang berbeda. Itu berarti saya membutuhkan berbagai macam peralatan untuk merawat mereka. Kami harus mendesainnya dari awal. Saya juga meminta kepada ahlinya agar dibuatkan secara khusus."

Sejauh ini, perlengkapan terbesar yang dia miliki adalah bor untuk gajah, dengan berat mencapai 32 kilogram.

Hewan apa yang menjadi favorit Dr Kertesz?

Dr Kertesz mengatakan dia tidak memiliki hewan favorit untuk dirawat, sebab setiap jenis hewan memiliki tantangan tersendiri. Dia akan memeriksa hewan mana pun yang membutuhkan bantuannya.

"Karnivora yang berukuran besar cenderung mudah dirawat," tutur dia. "Anda dapat dengan mudah memasukkan tangan ke dalam mulut mereka. Anda hanya membutuhkan alat yang tepat dan melakukannya dengan cepat!"

"Walrus adalah hewan yang sangat menarik dan cerdas, saya sangat menyukainya," kata Dr Kertesz. "Sayangnya di taman laut, mereka kerap mengarahkan gigi taring mereka ke beton, sehingga taring mereka terinfeksi".

Dia juga telah bepergian ke Rusia hingga Korea Selatan untuk merawat walrus yang berada di taman laut. Biasanya, Dr Kertesz juga harus membantu mengeluarkan taring mereka.

"Biasanya diperlukan waktu sekitar 25 hingga 40 menit untuk melepaskan setiap gading. Seluruh operasi terkadang bisa berlangsung dua hingga tiga jam."

Menyelamatkan nyawa

Dr Kerstesz meyakini intervensi medisnya telah mencegah kematian dini pada banyak hewan.

"Mulut adalah pintu gerbang kesehatan hewan. Struktur gigi yang rusak bisa menjadi jalur bagi patogen untuk masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan dampak yang serius."

Dia jarang mengunjungi hewan yang sama dua kali, sementara itu dia bisa bertemu dengan pasien manusianya secara rutin selama 30 hingga 40 tahun. Dia menghargai bagian dari pekerjaannya ini, namun fakta bahwa waktunya dengan hewan apa pun cepat berlalu juga membuatnya sedih.

"Kami tidak memiliki hubungan yang lama dengan hewan. Biasa saja.

"Kami tidak pernah mengalami hari-hari yang membosankan dengan hewan. Ketika saya berkerja dengan baik dan dan hewan itu bisa mendapatkan manfaatnya, terlihat baik, dan sehat, saya merasa bahagia."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shio Babi Apakah Cocok dengan Shio Macan? Ini Peruntungan Karier, Keuangan, dan Asmaranya

Shio Babi Apakah Cocok dengan Shio Macan? Ini Peruntungan Karier, Keuangan, dan Asmaranya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Apakah Shio Macan Hoki di Bulan Oktober 2026? Cek Peruntungan Lengkapnya

Apakah Shio Macan Hoki di Bulan Oktober 2026? Cek Peruntungan Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 08:30 WIB

Perbedaan Shio Macan Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air, Tidak Semua Macan Punya Karakter Sama

Perbedaan Shio Macan Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air, Tidak Semua Macan Punya Karakter Sama

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:10 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Mendidik Anak Shio Macan yang Berwatak Keras Sesuai Umurnya, Tak Perlu Emosi Tiap Hari

Cara Mendidik Anak Shio Macan yang Berwatak Keras Sesuai Umurnya, Tak Perlu Emosi Tiap Hari

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 13:19 WIB

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:10 WIB

Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang

Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:19 WIB

4 Shio yang Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026, Banyak Hal Baik Datang

4 Shio yang Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026, Banyak Hal Baik Datang

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Sifat dan Karakter Shio Macan, Percaya Diri tapi Mudah Terbawa Emosi

Sifat dan Karakter Shio Macan, Percaya Diri tapi Mudah Terbawa Emosi

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Terkini

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

×