3 Kandungan Surat Al Humazah yang Perlu Diketahui

Rifan Aditya Suara.Com
Rabu, 10 November 2021 | 10:42 WIB
3 Kandungan Surat Al Humazah yang Perlu Diketahui
3 Kandungan Surat Al Humazah yang Perlu Diketahui - Ilustrasi alquran, doa, dzikir, islam, sholat, salat (Elemen Envato)

Suara.com - Ada 114 surah dalam Al-Quran, dan masing-masing memiliki nilai-nilai yang layak untuk dipelajari. Salah satunya, Surat Al Humazah artinya fitnah atau penggunjing. Berikut ini kandungan Surat Al Humazah.

Surat Al Humazah merupakan surah ke-104 dalam Al-Quran dan diturunkan kepada Rasulullah di kota suci Mekah. Itulah mengapa, surat ini masuk golongan surat Makkiyah.

Surat ini umumnya menceritakan tentang peringatan bagi para pencemooh dan orang-orang yang gemar mengumpulkan harta. Kedua tipe orang ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. 

Dalam surah ini, Allah memberikan teguran keras kepada mereka. Pada dasarnya, ada 3 kandungan Surah Al-Humazah yang harus kita ingat agar kita tidak menuai malapetaka di dunia dan di akhirat.

Kandungan Surat Al Humazah

1. Menghargai Orang Lain

Humazah memiliki arti bergosip atau menggunjing, sedangkan lumazah memilki arti mengejek. Mengejek atau meremehkan orang bukanlah sikap yang baik. Dan, kelak akan celaka di akhirat.

“ Celakalah setiap pencemooh dan pencemooh. ” (Al-Humazah: 1)

Kebiasaan salah ini, kini didukung dengan hadirnya perangkat teknologi. Sungguh ironis. Kita sebagai makhluk sosial sudah sepatutnya menghargai orang lain karena kita hidup bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri. 

Baca Juga: Surat Al Humazah: Arti dan Maknanya

Kita harus memahami bahwa jika kita ingin dihargai, maka kita juga harus menghargai orang lain. Bukan malah menggunjing atau bahkan merendahkan orang lain.

2. Kekayaan Adalah Kenikmatan Sementara

Tidak ada gunanya mengumpulkan kekayaan dalam hidup kita jika kita tidak peduli dengan orang lain, khususnya orang yang membutuhkan. Hal tersebut tercantum dalam ayat 3-4.

“Dia berpikir bahwa kekayaannya akan membuatnya abadi. Tidak! Dia pasti akan dilempar pada kehancuran. ” (Al-Humazah: 3-4)

Kekayaan hanyalah hadiah yang berlangsung untuk waktu yang sangat singkat. Kekayaan tidak akan di bawa mati. Di sisi lain, akhirat adalah yang abadi. Bagaimana kita masih bisa memiliki kekayaan di kehidupan setelah dunia ini?

Tentunya dengan membagikannya kepada orang lain saat kita masih hidup, dan berdoa memohon harta yang kita miliki menjadi berkah. Hal itu menjadi tabungan kebaikan di akhirat kelak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI