"Dua kelompok pengeluaran lainnya yang turut memberikan kontribusi masing-masing sebesar 0,02% (mtm) terhadap IHK bulan Oktober 2021 yaitu kelompok pakaian dan alas Kaki dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga," ucap Onny.
Menurutnya inflasi IHK DKI Jakarta yang lebih tinggi, tertahan oleh deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang berkontribusi sebesar -0,04% (mtm) terhadap IHK DKI Jakarta.
Onny menjelaskan kelompok tersebut mengalami deflasi sebesar 0,17% (mtm), lebih dangkal dari deflasi bulan sebelumnya (-0,68%, mtm).
"Deflasi pada kelompok ini terutama disebabkan oleh deflasi telur ayam ras sebesar 5,00% (mtm) akibat masih banyaknya stok di daerah sentra," lanjut Onny.
Meskipun kelompok tersebut tercatat deflasi, menurutnya terdapat dua komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi IHK bulan Oktober 2021 masing-masing sebesar 0,02% (mtm), yakni minyak goreng dan cabai merah.
"Kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO (Crude Palm Oil/harga minyak sawit mentah) global, sementara kenaikan harga cabai merah didorong oleh penurunan pasokan setelah berakhirnya masa panen raya," katanya.