Bagaimana Presiden Ortega dan Istrinya Bisa Kembali Berkuasa?

Siswanto, BBC

Kamis, 11 November 2021 | 08:48 WIB
Bagaimana Presiden Ortega dan Istrinya Bisa Kembali Berkuasa?
BBC

Suara.com - Daniel Ortega dipastikan kembali memenangi pemilihan presiden di Nikaragua, yang dikecam Presiden Amerika Serikat Joe Biden sebagai "pemilihan palsu" setelah para lawan politiknya dipenjara ataupun mengasingkan diri ke luar negeri.

Dari sekitar 76% suara yang sudah diraih, Ortega memastikan masa kepresidenannya untuk periode keempat, kata kantor berita Reuters.

Dengan demikian mantan komandan gerilyawan Marxist yang kini berusia 75 tahun itu menancapkan statusnya sebagai pemimpin terlama saat ini di Benua Amerika.

Dalam pemilu yang digelar Minggu waktu setempat (07/11), dia sudah hampir dipastikan memperpanjang jabatannya selama lima tahun ke depan.

Namun para seterunya dan juga beberapa negara tetangga Nikaragua menyebut pemilu itu sebagai "lelucon" karena sudah bisa ditebak hasilnya.

Baca juga:

Dia telah memerintah negara Amerika Tengah itu selama lebih dari setengah dari empat dekade lebih sejak Revolusi 1979 yang menggulingkan diktator Anastasio Somoza.

Setelah meredam protes anti-pemerintah yang menentang pemerintahan Front Pembebasan Nasional Sandinista (FSLN) pada tahun 2018, Presiden Ortega membuat marah AS, sekutunya di Amerika Latin dan Uni Eropa dengan semena-mena menyingkirkan para penantangnya dari kubu oposisi.

Mereka ditahan dan didiskualifikasi dari pencalonan atau dipaksa ke pengasingan. Puluhan anggota oposisi lainnya juga ditangkap.

baca juga

Tindakan keras yang dia lakukan selama beberapa bulan menjelang pemungutan suara hari Minggu kemarin menegaskan bahwa terpilihnya kembali Presiden Ortega dan istrinya, Wakil Presiden Rosario Murillo, dipandang oleh para kritikus dan pendukung sama-sama sebagai kesimpulan yang sudah pasti.

Sejumlah kandidat presiden lainnya yang kurang dikenal juga ikut dalam pemungutan suara, tetapi kemungkinan besar tidak akan menarik banyak pemilih.

AS dan UE telah mengisyaratkan kemungkinan menerapkan isolasi dan sanksi diplomatik lebih lanjut jika Daniel Ortega dan Rosario Murillo kembali dinyatakan menang pilpres.

Pasangan itu selama ini dikenal selalu mencela ancaman "imperialis" AS terhadap Nikaragua.

Dalam kondisi apa pemilu itu diadakan?

Militer Nikaragua, yang dipandang setia kepada Presiden Ortega bersama dengan polisi, telah mengumumkan pengerahan 15.000 tentara di seluruh negeri untuk "mengamankan" jalannya pemungutan suara.

Sejak protes tahun 2018 dipadamkan oleh aparat keamanan, demonstrasi besar anti-pemerintah jarang terjadi dan banyak tokoh oposisi melarikan diri ke pengasingan.

Beberapa warga pemilih kemungkinan juga mengindahkan seruan oposisi untuk memboikot pemilu.

Oposisi organisasi masyarakat sipil dan kelompok mahasiswa telah menyerukan "boikot pemilihan".

Para kandidat presiden utama dari kubu oposisi -- Cristiana Chamorro, Arturo Cruz, Félix Maradiaga, Juan Sebastián Chamorro, Miguel Mora, Medardo Mairena dan Noel Vidaurre -- tersingkir dari kontestasi dengan berbagai cara.

Ada yang ditahan, pergerakan dibatasi, dilarang maupun dipaksa ke pengasingan pada pertengahan 2021 di bawah dalih "antiteroris" dan "pertahanan kedaulatan nasional".

Selain itu, kelompok oposisi utama, Citizens for Liberty, status hukumnya dibatalkan.

Sedangkan para kandidat lain yang telah diizinkan untuk mencalonkan diri dicibir oleh para komentator oposisi dan media sebagai "kolaborator" dalam "pemilu lelucon".

Menurut survei baru-baru ini oleh lembaga survei Kosta Rika CID Gallup, setidaknya 76% orang Nikaragua menganggap bahwa pemilihan kembali Ortega akan "tidak sah" atau "tipis legitimasi".

Namun demikian, jajak pendapat yang sama menunjukkan 55% responden mengaku memiliki "minat besar" atau "sebagian minat" dalam memilih, sedangkan 44% memiliki "sedikit minat atau tidak ada niat".

Bagaimana pemerintah dan oposisi menyikapi pemilu?

Jaringan media yang dikendalikan oleh pemerintah Ortega dan keluarganya selama ini menyajikan rentetan liputan bernada optimistis terkait pemilihan 7 November, dengan menyebutnya "demokratis" dan "transparan".

Sedangkan para pesaingnya dari kubu oposisi yang sudah dilarang maupun yang ditahan terus-menerus digambarkan oleh narasi pemerintah sebagai "teroris" yang didukung AS yang berusaha menabur "kebencian" dan kekacauan.

Pihak oposisi, terdiri dari para politikus dan komentator yang beberapa dari mereka tinggal di pengasingan, terus menerus mengecam, mengkritik dan menolak pemilu itu.

Media pro-oposisi telah melaporkan bahwa pekerja di berbagai sektor, termasuk pegawai pemerintah dan guru sekolah negeri, dipaksa dengan ancaman untuk memilih partai yang memerintah.

Muncul pula kritik dari kalangan Gereja Katolik, yang mempertahankan pengaruhnya di Nikaragua dan telah menegur pemerintah Ortega di masa lalu karena pelanggaran antidemokrasi.

Harian pro-oposisi La Prensa mengutip seorang pastor paroki, Uriel Vallejos, yang mengatakan dalam homilinya bahwa dia tidak akan memilih dan bahwa "rakyat akan meninggalkan kediktatoran".

Bagaimana pandangan dari luar negeri?

Pemerintah AS, Organisasi Negara-negara Amerika dan Uni Eropa semuanya bersikukuh dalam pandangan mereka bahwa pemilihan 7 November itu tidak dapat dianggap sah.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan kepada wartawan minggu ini bahwa dia memandang pemungutan suara Nikaragua sebagai "palsu", sehingga tidak ada "hasil yang sah".

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menuduh Ortega dan Murillo "menyiapkan pemilihan palsu yang kurang kredibel".

Para menteri luar negeri Uni Eropa pun telah meminta Borrell untuk menyiapkan sanksi tambahan terhadap pemerintah Nikaragua dan para pejabatnya.

Baik Wakil Presiden Murillo maupun anak-anaknya dengan Ortega serta pejabat tinggi Sandinista lainnya telah menjadi sasaran sanksi AS dan Uni Eropa.

Namun demikian, Presiden Ortega dan partai FSLN-nya masih dapat mengandalkan dukungan dari sejumlah pemerintah anti-AS yang sepemikiran, seperti Kuba, Venezuela dan Rusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daniel Ortega Sebut Netanyahu Hitler dan Anak Iblis, Putus Hubungan Diplomatik Nikaragua-Israel Memanas

Daniel Ortega Sebut Netanyahu Hitler dan Anak Iblis, Putus Hubungan Diplomatik Nikaragua-Israel Memanas

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 11:59 WIB

5 Fakta Nikaragua, Negara Terbesar di Amerika Tengah

5 Fakta Nikaragua, Negara Terbesar di Amerika Tengah

Your Say | Minggu, 29 Januari 2023 | 14:27 WIB

Paus Minta Nikaragua Izinkan Kepulangan Biarawati yang Diusir

Paus Minta Nikaragua Izinkan Kepulangan Biarawati yang Diusir

News | Jum'at, 16 September 2022 | 11:30 WIB

Terkini

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:54 WIB

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:18 WIB

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

×