Kisah Bayi-bayi Lahir Saat Pandemi, Kata Pertama yang Diucapkan Masker

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 11 November 2021 | 11:27 WIB
Kisah Bayi-bayi Lahir Saat Pandemi, Kata Pertama yang Diucapkan Masker
BBC

Suara.com - Leanne Howlett telah terbiasa dengan depresi setelah melahirkan. Leanne pernah merasakannya setelah melahirkan putranya beberapa tahun lalu. Namun kali ini, depresi yang dia alami terasa berbeda.

Putrinya baru berusia lima bulan ketika Inggris memberlakukan karantina wilayah pada Maret 2020, akibat wabah Covid-19.

"Saat itu, kunjungan [tim kesehatan mental setelah melahirkan] dibatalkan," kata dia.

Sebagai gantinya, Leanne ditawarkan untuk mendapat pelayanan melalui telepon. Situasi ini membuat dia panik, tidak tahu bagaimana harus menghadapi situasi dan kondisinya saat itu.

Pada masa itu, tempat penitipan anak ditutup sementara. Leanne juga tidak bisa menemui keluarganya. Untuk menjalani rutinitas sehari-hari saja dia merasa kesulitan.

"Saat itu saya merasa ada di titik terendah," kata perempuan berusia 34 tahun itu.

"Saya tidak tahu bagaimana mengatasi situasi itu, saya bahkan berpikir semua orang terlihat lebih baik tanpa saya."

Selama masa pandemi, pelayanan dan dukungan bagi orang tua baru, bayi, dan anak-anak di Inggris menjadi jauh berkurang apabila dibandingkan dengan situasi normal.

Baca juga:

'Kata pertama yang diucapkan bayi saya adalah masker'

Leanne mulai merasa lebih baik pada musim panas lalu, ketika layanan penitipan anak kembali dibuka. Namun, dia merasa situasi pandemi telah berdampak besar terhadap putrinya yang kini berusia dua tahun.

"Dia sama sekali tidak ramah, dia tidak bertemu orang lain kecuali kami [orang tuanya] sampai usianya hampir satu tahun.

"Ada banyak kegiatan yang dia lewatkan, terutama hal-hal yang semestinya dia lakukan untuk pertama kalinya."

Ketika dia akhirnya berkunjung ke kelompok bermain pertama bagi bayinya, seluruh ibu mengenakan masker.

"Kata pertama yang diucapkan bayi saya adalah masker."

Tidak ada pesta ulang tahun

Seorang ibu asal Warwickshire, Inggris bernama Nicole Jones, 31, juga bercerita bagaimana sejumlah momen penting bagi bayinya yang bernama Dylan terlewatkan selama pandemi.

Pertemuan pertama Dylan dengan kakek dan neneknya berlangsung melalui jendela. Kakek dan nenek Dylan baru bisa menggendong cucunya itu ketika telah berusia tiga bulan.

Nicole melewatkan kesempatan bergabung dengan kelompok bermain lokal dan berkenalan dengan sesama ibu baru. Selain itu, dia juga tidak bisa mengadakan pesta ulang tahun untuk Dylan.

"Ini terasa pahit bagi saya, pengalaman yang tidak menyenangkan," kata dia.

'Bayi yang tidak terlihat'

Nicole menjadi salah satu orang yang kecewa dengan minimnya dukungan yang tersedia untuk orang tua dan bayi selama pandemi.

Dylan lahir secara prematur pada Maret 2020. Setelah melahirkan, bayi itu sempat berada di perawatan khusus selama dua hari.

Nicole mengatakan bayinya berada di rumah sakit selama satu minggu dan akhirnya bisa pulang ke rumah pada hari kelima ketika karantina wilayah berlaku.

Menurut dia, tidak ada kunjungan dari petugas kesehatan selama satu tahun pertama sejak bayinya lahir.

"Kami tidak mendapatkan dukungan apa pun, kami bahkan tidak ditawari panggilan telepon."

Setelah berbulan-bulan mengalami kolik dan muntah-muntah, Dylan didiagnosis alergi susu pada usia ketujuh bulan. Ini membuat Nicole merasa bersalah.

"Itu membuat saya merasa stress dan tidak termaafkan," katanya.

"Saya juga seorang pekerja sosial, dan saya tetap melayani orang-orang secara tatap muka, lantas kenapa mereka tidak bisa memberi pelayanan tatap muka?"

Selama masa pandemi, pelayanan dan dukungan bagi orang tua baru, bayi, dan anak-anak di Inggris menjadi jauh berkurang apabila dibandingkan dengan situasi normal.

Semakin banyak keluarga menghadapi kemiskinan dan masalah kesehatan mental. Kejadian pelecehan juga meningkat. Menurut sejumlah badan amal di Inggris, situasi ini sangat memprihatinkan dan turut berdampak terhadap perkembangan anak usia dini.

Sebuah laporan berjudul "Tidak Seorang pun Mau Bertemu Bayi Saya" yang diterbitkan pada bulan ini menunjukkan bahwa banyak keluarga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Laporan itu juga menyinggung perihal pentingnya meningkatkan anggaran kunjungan kesehatan, untuk mengecek kondisi dan perkembangan para bayi dan balita.

Namun, pandemi membuat masih banyak pelayanan yang mengutamakan layanan virtual ketimbang mengunjungi langsung bayi-bayi tersebut untuk dicek.

"Banyak bayi tidak diperhatikan dan kebutuhan mereka tidak tertangani apabila pelayanan ini dilakukan dari jarak jauh," kata Sally Hogg dari Parent Infant Foundation.

Bepergian keluar

Emma Junior, 31, memiliki sejumlah saran untuk orang tua baru yang merasa terisolasi. Setelah melahirkan anak kembar bernama Sienna dan Sebastian pada musim panas tahun lalu, Emma sempat merasa "terperangkap selama berhari-hari"

Dia kemudian bergabung dengan kelompok sukarelawan bernama HomeStart, di mana dia bisa berbincang sesama orang dewasa, sedangkan anak kembarnya dapat bersosialiasi dengan anak-anak lain seusianya.

Dia juga merekomendasikan agar para orang tua baru mau menerima pertolongan yang ditawarkan, meluangkan waktu untuk diri sendiri, serta keluar rumah kapan pun dimungkinkan.

Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak psikologis dan kebutuhan akan kepastian penanganannya. Hal ini telah disadari oleh Leanne, yang kini berhenti dari pekerjaannya sebagai pengacara dan berlatih menjadi perawat kesehatan mental "untuk membantu ibu-ibu lain lewat tatap muka."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi

Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 15:00 WIB

Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye

Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye

Your Say | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:05 WIB

Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua

Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:10 WIB

Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala

Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala

Entertainment | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:30 WIB

9 Penyakit 'Calon Pandemi' yang Diwaspadai WHO, Salah Satunya Pernah Kita Hadapi

9 Penyakit 'Calon Pandemi' yang Diwaspadai WHO, Salah Satunya Pernah Kita Hadapi

Health | Senin, 24 November 2025 | 13:04 WIB

Indonesia Nomor 2 Dunia Kasus TBC, Menko PMK Minta Daerah Bertindak Seperti Pandemi!

Indonesia Nomor 2 Dunia Kasus TBC, Menko PMK Minta Daerah Bertindak Seperti Pandemi!

News | Senin, 29 September 2025 | 23:50 WIB

Kadar Gula Tinggi dan Saturasi Oksigen Anjlok, Ivan Gunawan Merasa Ajal Sudah Dekat

Kadar Gula Tinggi dan Saturasi Oksigen Anjlok, Ivan Gunawan Merasa Ajal Sudah Dekat

Entertainment | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:00 WIB

Ulasan City of Ash and Red, Novel Thriller Psikologis yang Menyesakkan

Ulasan City of Ash and Red, Novel Thriller Psikologis yang Menyesakkan

Your Say | Jum'at, 25 Juli 2025 | 06:15 WIB

Review Film Eddington: Paranoia Massal dan Satir Gelap Ala Ari Aster

Review Film Eddington: Paranoia Massal dan Satir Gelap Ala Ari Aster

Your Say | Senin, 21 Juli 2025 | 09:59 WIB

Terkini

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB