Bayi Perempuan Dibuang di Selokan, Lalu Diselamatkan Sekelompok Kucing

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 19 November 2021 | 19:22 WIB
Bayi Perempuan Dibuang di Selokan, Lalu Diselamatkan Sekelompok Kucing
BBC

Suara.com - Seorang bayi perempuan berusia lima hari ditemukan di suatu selokan di Kota Mumbai, India. Dia berhasil diselamatkan dan kini sedang dalam pemulihan di rumah sakit.

Dokter di rumah sakit Rajawadi mengatakan kepada BBC bahwa bayi itu baik-baik saja. Dokter masih memantau kondisi kesehatannya.

Polisi mengatakan warga menemukan bayi itu setelah sekelompok kucing berkumpul dan mulai membuat bising. Kucing-kucing itu mendesis dan mendengkur keras.

Polisi sedang menyelidiki bagaimana bayi itu bisa berakhir di saluran pembuangan.

Baca juga:

Pihak berwenang belum berspekulasi tentang motif pelaku, tetapi dari kasus-kasus sebelumnya, pembuangan bayi perempuan biasanya dilakukan ketika orang tua kecewa tidak mendapat anak laki-laki saat persalinan, sebuah budaya yang masih terjadi di India.

Perempuan sering didiskriminasi secara sosial dan anak perempuan dipandang sebagai beban keuangan, terutama di kalangan masyarakat miskin.

Rasio gender India adalah salah satu yang terburuk di dunia. Meskipun sebagian besar janin perempuan yang tidak diinginkan diaborsi dengan bantuan dari klinik ilegal, kasus bayi perempuan dibunuh atau ditinggalkan setelah lahir juga sering terdengar.

Belum lama ini, tim polisi yang dipimpin seorang petugas wanita menyelamatkan seorang bayi di pinggiran kota Mumbai pada Minggu (14/11).

Ketika polisi tiba, mereka menemukan bayi tergeletak di dalam saluran pembuangan. Mereka mengatakan bayi itu memakai kemeja tipis dan terendam di air limbah, menangis tersedu-sedu.

Dua petugas kemudian mengambilnya, membungkusnya dengan kain dan membawanya ke rumah sakit.

"Ketika kami mengangkat bayi itu, dia kedinginan, lengannya membiru. Kami meminta air hangat dan kain untuk membersihkan bayi itu," kata polisi Sheetal Sonawane kepada surat kabar Times of India.

Dokter di rumah sakit Rajawadi mengatakan bayi itu dalam kondisi stabil.

"Tim dokter terus memantau kesehatannya. Kami akan mengawasinya selama beberapa hari ke depan," kata Dr Vidya Thakur, pengawas medis rumah sakit, kepada BBC Marathi.

Kejadian tersebut sempat membuat heboh media sosial. Sebuah foto yang diambil oleh polisi Mumbai di tempat kejadian, menunjukkan petugas menggendong bayi yang baru lahir, terbungkus kain putih , di lengan mereka.

https://twitter.com/MumbaiPolice/status/1460262072504049666

Insiden serupa yang melibatkan bayi perempuan terjadi di India secara rutin.

Dua tahun lalu, bayi yang baru lahir ditemukan terkubur hidup-hidup di pot tanah liat di kota Bareilly, di negara bagian Uttar Pradesh.

Pada musim dingin 2016, seorang bayi ditemukan ditinggalkan di dalam kantong plastik tanpa pakaian di ibu kota, Delhi.

Dan pada bulan Juni, seorang tukang perahu, di negara bagian Uttar Pradesh, mendapat pujian setelah dia menyelamatkan seorang bayi perempuan yang ditemukan mengambang di sebuah kotak kayu di sungai Gangga.

Para aktivis mengatakan preferensi orang India terhadap anak laki-laki telah mengakibatkan jutaan janin perempuan diaborsi selama beberapa dekade terakhir.

Mantan Perdana Menteri Manmohan Singh menggambarkan kondisi ini sebagai "rasa malu nasional" dan menyerukan "perang suci" untuk menyelamatkan bayi perempuan. Tak lama setelah mengambil alih kekuasaan pada 2014, Perdana Menteri Narendra Modi mengimbau orang India untuk berhenti membunuh putri mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB