Soroti Eropa, Jokowi Wanti-wanti ke Menkes Minta Kasus Covid-19 Tak Meledak Selama Nataru

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio | Suara.com

Senin, 22 November 2021 | 17:12 WIB
Soroti Eropa, Jokowi Wanti-wanti ke Menkes Minta Kasus Covid-19 Tak Meledak Selama Nataru
Soroti Eropa, Jokowi Wanti-wanti ke Menkes Minta Kasus Covid-19 Tak Meledak Selama Nataru. Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (foto: Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta seluruh pihak untuk mengantisipasi munculnya gelombang ketiga pandemi Covid-19 karena tren kenaikan kasus secara global sudah terlihat di beberapa negara di Eropa.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas evaluasi PPKM, Budi menyebut kenaikan kasus ini disebabkan varian Delta AY4.2.

"Arahan bapak presiden kita harus hati-hati dan waspada menghadapi Nataru ini, di Eropa hampir semua disebabkan oleh varian Delta atau anaknya atau cucunya varian Delta," kata Budi dalam jumpa pers, Senin (22/11/2021).

Namun, di belahan dunia lain seperti di India dan Afrika Selatan, Maroko, dan Jepang yang juga pernah melonjak akibat varian Delta, peningkatan kasusnya masih melandai sama seperti di Indonesia.

"Tapi kami juga melihat ada satu negara yaitu Srilanka yang sudah pernah kena Delta, sekarang sudah mulai ada kenaikan lagi," ucapnya.

Perkembangan di berbagai belahan dunia ini akan diawasi oleh pemerintah untuk menentukan kebijakan khususnya jelang libur Natal dan Tahun Baru yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.

"Kita pelajari dan awasi dengan ketat, kita laporkan ke bapak presiden agar kita tetap waspada terutama pada masa Nataru ini," ungkap Budi.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.253.412 orang Indonesia, masih terdapat 8.126 kasus aktif, 4.101.547 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.739 jiwa meninggal dunia.

Pemerintah juga telah menyuntikkan 134,462,219 dosis (64.56 persen) vaksin pertama dan 89,273,056 dosis (42.86 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Akan Berkunjung ke Jeneponto, TNI Polri Apel Siaga

Presiden Jokowi Akan Berkunjung ke Jeneponto, TNI Polri Apel Siaga

Sulsel | Senin, 22 November 2021 | 15:53 WIB

Jokowi Kritik Birokrasi BUMN yang Ruwet, Rocky Gerung: Ia Tak Mengerti Fungsi BUMN

Jokowi Kritik Birokrasi BUMN yang Ruwet, Rocky Gerung: Ia Tak Mengerti Fungsi BUMN

Jogja | Senin, 22 November 2021 | 15:52 WIB

Warga Gowa Berbondong-Bondong ke Kantor Lurah Disuntik Vaksin Covid-19

Warga Gowa Berbondong-Bondong ke Kantor Lurah Disuntik Vaksin Covid-19

Sulsel | Senin, 22 November 2021 | 15:40 WIB

Usul ke Jokowi Gelar F1 di Mandalika, Andre Rosiade: Bukan Muluk-muluk dan Hamburkan Uang

Usul ke Jokowi Gelar F1 di Mandalika, Andre Rosiade: Bukan Muluk-muluk dan Hamburkan Uang

News | Senin, 22 November 2021 | 15:32 WIB

Terkini

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:33 WIB

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:31 WIB

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:28 WIB

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:24 WIB

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?

BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:35 WIB

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:16 WIB

Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?

Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:10 WIB