alexametrics

Indonesia Kembali Datangkan 1,7 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Indonesia Kembali Datangkan 1,7 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca
Sebanyak 1.712.300 dosis vaksin AstraZeneca mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Selasa (30/11/2021). (KOMINFO)

Vaksinasi lansia terus ditingkatkan karena kelompok ini yang paling berisiko tinggi tertular.

Suara.com - Indonesia kembali kedatangan sebanyak 1.712.300 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada Selasa (30/11/2021).

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan ini merupakan kedatangan vaksin tahap ke-138 yang dilakukan pemerintah.

"Pemerintah Indonesia secara konsisten dan bertahap terus menambah stok vaksin, termasuk dengan kedatangan 1,7 juta dosis vaksin AstraZeneca kali ini," kata Usman, Selasa (30/11/2021).

Dia menyebut setiap vaksin jadi yang telah datang, akan langsung secepatnya didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Ini bertujuan agar program penyuntikan vaksin berjalan lancar dan lebih cepat.

Baca Juga: CEO Moderna Sebut Vaksin Kurang Ampuh Lawan Varian Omicron

Dia juga mendorong agar vaksinasi lansia terus ditingkatkan karena kelompok ini yang paling berisiko tinggi atau sekitar 46 persen kematian dari kelompok lansia.

"Karena itu, pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi nasional di seluruh penjuru negeri," ucapnya.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.256.112 orang Indonesia, masih terdapat 7.960 kasus aktif, 4.104.333 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.819 jiwa meninggal dunia.

Pemerintah juga telah menyuntikkan 139,365,438 dosis (66.92 persen) vaksin pertama dan 95,473,868 dosis (45.84 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Juga: CEO Moderna: Perlu Berbulan-bulan Mengembangkan Vaksin Covid-19 untuk Varian Omicron

Komentar