Muncul Varian Omicron di Berbagai Negara, Bos Perusahaan Vaksin BioNTech: Jangan panik

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:59 WIB
Muncul Varian Omicron di Berbagai Negara, Bos Perusahaan Vaksin BioNTech: Jangan panik
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Bos perusahaan vaksin Covid-19 BioNTech berpesan kepada masyarakat agar tetap tenang meskipun muncul varian Omicron di Afrika Selatan.

Menyadur Aljazeera Rabu (1/12/2021), Ugur Sahin, pendiri BioNTech yang menemukan salah satu vaksin Covid-19, berpesan agar tetap tenang setelah munculnya varian Omicron.

Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (30/11/2021), Sahin mengungkapkan jika orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 tetap terlindungi.

"Pesan kami adalah jangan panik, rencananya tetap sama yakni percepat pemberian suntikan booster ketiga," kata Sahin kepada WSJ.

Sahin mengatakan bahwa vaksin BioNTech mRNA, telah terbukti dapat melindungi dari penyakit parah pada varian lain.

Dia mencatat bahwa sementara Omicron kemungkinan akan dapat menghindari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin lebih baik daripada Delta, karena jumlah mutasi varian baru yang lebih tinggi, Omicron tidak mungkin dapat mengelilingi respons imun sel-T tubuh terhadap infeksi.

"Keyakinan kami [bahwa vaksin bekerja melawan Omicron] berakar pada sains: Jika virus berhasil lolos dari kekebalan, virus itu berhasil melawan antibodi, tetapi ada respons kekebalan tingkat kedua yang melindungi dari penyakit parah—sel-T," katanya kepada WSJ.

Pernyataan Sahin tersebut muncul setelah CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan bahwa kemungkinan vaksin saat ini kurang efektif melawan Omicron.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Bancel memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 saat ini kurang efektif terhadap Omicron.

"Tidak ada dunia, saya pikir, di mana [keefektifannya] berada pada level yang sama … yang kami miliki pada varian Delta," katanya.

"Saya pikir itu akan menjadi penurunan materi. Saya tidak tahu berapa karena kami harus menunggu datanya," ujarnya.

Dalam wawancaranya dengan WSJ, Sahin beranggapan tidak perlu membuat vaksin yang bisa beradaptasi dengan varian Omicron, yang menurutnya membutuhkan waktu 100 hari.

"Kami memiliki rencana untuk memberikan suntikan ketiga kepada orang-orang, dan kami harus tetap berpegang pada rencana ini dan mempercepatnya," katanya.

"Apakah kita akan membutuhkan perlindungan ekstra menggunakan vaksin yang diadaptasi, ini masih harus dilihat nanti," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Virus Omicron, Penerbangan dari Luar Negeri 2 Pekan Lalu Perlu Ditelusuri

Antisipasi Virus Omicron, Penerbangan dari Luar Negeri 2 Pekan Lalu Perlu Ditelusuri

Bali | Jum'at, 03 Desember 2021 | 10:52 WIB

Omicron: Antrean Vaksinasi Panjang di Tengah Kemunculan Varian Baru

Omicron: Antrean Vaksinasi Panjang di Tengah Kemunculan Varian Baru

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 10:32 WIB

Omicron Muncul, Belanda Perketat Aturan Pembatasan Sosial

Omicron Muncul, Belanda Perketat Aturan Pembatasan Sosial

Video | Jum'at, 03 Desember 2021 | 11:05 WIB

Terkini

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:38 WIB