JPEN dan PGN Jalin Kerjasama, Kelangkaan Gas di Jateng akan Segera Berakhir

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:27 WIB
JPEN dan PGN Jalin Kerjasama, Kelangkaan Gas di Jateng akan Segera Berakhir
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Dok: Pemprov Jateng)

Suara.com - Persoalan kelangkaan gas yang dikeluhkan sejumlah pengusaha di berbagai kawasan industri Jawa Tengah akan segera berakhir. PT Jateng Petro Energi (JPEN), salah satu BUMD Jateng dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah menjalin kerjasama untuk memenuhi kebutuhan gas di seluruh kawasan industri di Jawa Tengah.

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan di Gedung B lantai 5 kompleks Pemprov Jateng, Jumat (3/12/2021). Naskah kerjasama ditandatangani langsung oleh Dirut JPEN dan Dirut PGN, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Hari ini ada komitmen kerjasama antara JPEN dengan PGN untuk menyuplai gas ke seluruh kawasan industri di Jawa Tengah. Ini pekerjaan rumah yang sangat lama, yang mesti kita kerjakan sekaligus menjadi jawaban atas kesulitan gas di Jawa Tengah," kata Ganjar.

Jika dulu banyak orang kesulitan bagaimana mendapatkan gas, dengan kerjasama ini maka persoalan itu segera teratasi. Suplai gas ke kawasan industri seluruh Jateng dipastikan akan aman.

"Mudah-mudahan cara ini bisa dijadikan sebagai dukungan pada industri agar bisa tumbuh, dengan suplai gas yang mantap. Terobosan ini saya apresiasi, agar kita tidak menunggu program besar yang sampai sekarang belum terealisasi. Yang besar tetap berjalan, tapi yang jarak pendek ini harus kita kerjakan," tegasnya.

Tak hanya suplai gas, ada tawaran kerjasama lain yang menarik dari proses ini. PGN berencana menyalurkan gas menggunakan kereta api dari Jatim ke Jateng menggunakan kereta api. Gas yang akan dikirim masih berbentuk liquefied natural gas (LNG) dan akan diolah di stasiun-stasiun seluruh Jateng menjadi gas sebelum disalurkan ke kawasan industri.

"Nah proses pengolahan itu bisa menghasilkan cold storage. Itu peluang bisnis, karena itu bisa dijual dan energinya gratis. Tapi intinya kita ingin sampaikan pada kawan-kawan pengusaha, bahwa kita siap dan mau bantu soal energi khususnya gas betul-betul bisa dideliver, suplainya baik sehingga industri bisa berkembang dengan baik," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PGN, Haryo Yunianto mengatakan, sumber pasokan gas Jateng itu berada di Jatim. Nantinya, gas akan dikirim melalui LNG menggunakan kereta api.

"Ada dua yang kita sasar, pertama kerjasama dengan JPEN ini untuk penetrasi kawasan industri di seluruh Jateng, kedua kami ada program jaringan gas untuk rumah tangga. Jadi, kami akan membangun jaringan gas ke seluruh rumah tangga di Jateng," katanya.

Caranya, jaringan yang sudah terpasang pipa akan disalurkan secara langsung. Namun yang belum ada pipa, maka gas akan dikirim melalui kereta api.

"Stasiun kereta api pasti di tengah kota, sehingga dari sana nanti kami bangun pipa untuk memasok ke rumah tangga setiap kabupaten/kota. Harapan kami, program ini bisa terlaksana pada Januari 2022," terangnya.

Haryo membenarkan bahwa ada peluang bisnis baru dari program itu. Saat perubahan LNG menjadi gas, ada suhu dingin yang dikeluarkan. Suhu dingin itu bisa dijadikan cold storage untuk perikanan, industri dan lainnya.

"Itu energinya gratis dari proses perubahan LNG menjadi gas, jadi bisa dioptimalkan," ucapnya.

Disinggung terkait kebutuhan gas di Jawa Tengah, Haryo mengatakan sampai saat ini hingga lima tahun ke depan Jateng akan dipenuhi kebutuhan gasnya sebesar 100 mm perhari.

"Sekitar 100 mm perhari, itu kebutuhan gas di Jateng sampai lima tahun ke depan yang akan kami penuhi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana Ganjar Diduetkan dengan Moeldoko, Pengamat Blak-blakan soal Perahu Partai

Wacana Ganjar Diduetkan dengan Moeldoko, Pengamat Blak-blakan soal Perahu Partai

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:27 WIB

Pengelolaan Sumber Daya Mineral, Ganjar Pranowo Minta Ada Pembahasan Khusus

Pengelolaan Sumber Daya Mineral, Ganjar Pranowo Minta Ada Pembahasan Khusus

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:07 WIB

Sentil Pemerintah Pusat, Ganjar Minta Tak Asal Berikan Izin Tambang

Sentil Pemerintah Pusat, Ganjar Minta Tak Asal Berikan Izin Tambang

Jawa Tengah | Jum'at, 03 Desember 2021 | 13:51 WIB

Sudah 3 Pekan Banjir Rob Menggenangi Pekalongan

Sudah 3 Pekan Banjir Rob Menggenangi Pekalongan

Foto | Kamis, 02 Desember 2021 | 18:36 WIB

Cerita Ganjar Pranowo yang Resah soal Laporan Pungli di Jateng

Cerita Ganjar Pranowo yang Resah soal Laporan Pungli di Jateng

Bisnis | Kamis, 02 Desember 2021 | 11:07 WIB

Termasuk di Jateng, Ini Wilayah yang Diprediksi Hujan Lebat dan Berpotensi Terjadi Bencana

Termasuk di Jateng, Ini Wilayah yang Diprediksi Hujan Lebat dan Berpotensi Terjadi Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 02 Desember 2021 | 08:29 WIB

Terkini

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:57 WIB

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:43 WIB

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:34 WIB

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:12 WIB

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:06 WIB

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB