Akui Pernah Terima Aduan, Komnas Perempuan Sempat Komunikasi dengan NWR Sebelum Bunuh Diri

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 06 Desember 2021 | 17:44 WIB
Akui Pernah Terima Aduan, Komnas Perempuan Sempat Komunikasi dengan NWR Sebelum Bunuh Diri
Lokasi makam tempat bunuh diri selebgram Mojokerto [foto: Suarajatimpost]

Suara.com - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mengakui bahwa NWR (23) perempuan yang melakukan aksi bunuh diri di samping pusara ayahnya sempat membuat pengaduan ke lembaga tersebut pada Agustus 2021, terkait kekerasan seksual yang dialaminya.

Namun, Komnas Perempuan baru bisa berkomunikasi dengan korban pada November 2021.

"Betul, korban melaporkan ke Komnas Perempuan pada Agustus," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi dalam konferensi pers daring, Senin (6/12/2021).

Siti mengungkapkan, selain mengadu ke Komnas Perempuan korban juga sempat meminta bantuan kepada dua lembaga hukum di daerahnya.

Dua lembaga bantuan hukum itu kemudian menyarankan kepada korban untuk melaporkan ke Propam Polri terkait kekerasan seksual yang dialaminya.

Kemudian, Siti mengungkapkan, meski laporan sudah masuk sejak Agustus, Komnas baru bisa berkomunikasi dengan korban pada November.

"Kami bisa berkomunikasi dengan korban pada november. Kami menghubungi korban sesuai SOP kami melalui WA (WhatsApp) belum direspons, kemudian ada respons yang memberikan informasi kronolgi yang ia alami, kemudian kami bsia berkomuniasi lewat telpon itu di bulan November," tuturnya.

Siti menyampaikan, dari komunikasi Komnas Perempuan dengan korban, memang dibutuhkan adanya pendampingan konseling psikologis dan mediasi kepada keluarga pelaku.

"Melalui komunikasi itu korban memang mengirimkan surat ke komnas perempuan, isinya tentang berbagai bentuk kekerasan yang ia alami sejak-sejak tahun secara kronoligis dan disitu korban menyampaikan secara detail apa yang dialaminya," tuturnya.

Lebih lanjut, melihat kebutuhan korban yang meminta pendapingan psikologis dan mediasi, Komnas kemudian merujuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk memenuhi kebutuhan yang diminta tersebut.

Namun nahas, seiring berjalannya konseling korban kemudian mengakhiri hidupnya.

"Bersadarkan kebutuhan korban untuk psikoligis dan mediasi, komnas perempuan merujuk korban untuk mendapatkan layanan ke P2TP2A Mojokerto. P2TP2A Mojokerto sudah melakukan kosneling untuk dua sesi di bulan November sampai kemudain ektika akan dilakukan sesi berikutnya korban sudah meninggal," tandasnya.

Kematian NWR

Sebelumnya, Kematian tragis Novia Widyasari Rahayu (23) terus menjadi sorotan masyarakat. Mahasiswi tersebut nekat mengakhiri hidupnya diduga lantaran hubungan asmara dengan kekasihnya yang diketahui sebagai anggota polisi.

Diduga, Novia sebelumnya sempat diperkosa oleh kekasihnya yang bernama Randy hingga hamil empat bulan. Mirisnya, Novia malah didesak untuk menggugurkan kandungannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Mahasiswi di Mojokerto: Bukti Nyata Polisi Belum Bisa Diharapkan

Kasus Mahasiswi di Mojokerto: Bukti Nyata Polisi Belum Bisa Diharapkan

News | Senin, 06 Desember 2021 | 17:28 WIB

Menteri PPPA: Kasus Mahasiswi Tewas di Dekat Makam Ayah Mesti Diusut

Menteri PPPA: Kasus Mahasiswi Tewas di Dekat Makam Ayah Mesti Diusut

Lampung | Senin, 06 Desember 2021 | 10:40 WIB

Ayah Bripda Randy Minta Maaf dan Ucap Belasungkawa: Saya Kasihan dan Prihatin

Ayah Bripda Randy Minta Maaf dan Ucap Belasungkawa: Saya Kasihan dan Prihatin

News | Senin, 06 Desember 2021 | 09:22 WIB

Terkini

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26 WIB

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:03 WIB

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:48 WIB

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:21 WIB

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:17 WIB

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:06 WIB

Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'

Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:54 WIB

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:47 WIB

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB