facebook

Mengenal Apa Itu Eksibisionisme yang Diduga Diderita Siskaeee

Rifan Aditya
Mengenal Apa Itu Eksibisionisme yang Diduga Diderita Siskaeee
Mengenal Apa Itu Eksibisionisme yang Diduga Diderita Siskaeee - Aksi sosok Siskaeee pamer bagian tubuh sensitif di Bandara Yogyakarta. [Tangkapan layar]

Sebenarnya kalian sudah bisa memahami apa itu eksibisionisme dari kasus video pamer alat kelamin di Bandara YIA yang dilakukan oleh Siskaeee.

Suara.com - Belakangan istilah eksibisionisme mulai kerap disebutkan setelah kasus video syur di Bandara YIA terungkap. Pelaku yang dikenal dengan nama Siskaeee telah diamankan oleh polisi. Lalu apa itu eksibisionisme?

Sebenarnya kalian sudah bisa memahami apa itu eksibisionisme dari kasus video pamer alat kelamin di Bandara YIA yang dilakukan oleh Siskaeee. Gangguan eksibisionis adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengekspos organ seksualnya - atau alat kelamin - kepada orang lain, biasanya orang yang belum pernah mereka temui dan tidak mengharapkannya.

Itulah definisi ekshibisionisme menurut American Psychiatric Association. Pendek kata, eksibisionis atau penderita eksibisionisme mendapat kenikmatan seksual dari perilaku menyimpang tersebut.

Mari kita ketahui lebih jauh apa itu ekshibisionisme. Berdasarkan artikel yang rilis di thriveworks.com, gangguan eksibisionis berada di bawah klasifikasi gangguan paraphilic.

Baca Juga: Beberkan Tes Kejiwaan Siskaeee, Psikolog: Ada Masalah Seksual

Kata paraphilia berarti minat seksual ekstrem yang bukan stimulasi genital normal. Parafilia adalah minat seksual yang ekstrim dan berkelanjutan, seperti fantasi, keinginan, dan perilaku yang sedang berlangsung yang bersifat seksual. 

Pada umumnya, eksibisionis adalah laki-laki, dan individu dengan gangguan mungkin sengaja mengatur orang lain untuk menonton mereka saat mereka berhubungan seks dengan orang lain. Gangguan ini dapat dimulai pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa.

Penyebab Gangguan Eksibisionis

Ada beberapa penyebab eksibisionisme termasuk gangguan kepribadian antisosial, penyalahgunaan alkohol dan minat pada pedofilia.

Faktor-faktor tambahan yang mungkin terkait dengan gangguan ini termasuk pelecehan seksual dan emosional yang dialaminya selama masa kanak-kanak.

Baca Juga: Viral Penampakan Siskaeee Berjilbab usai Ditangkap Terkait Konten Vulgar

Tingkat prevalensi untuk gangguan tersebut tidak diketahui, tetapi perkiraan menunjukkan itu ditemukan antara dua dan empat persen dari populasi manusia di dunia.

Gejala Gangguan Eksibisionis

Berikut gejala eksibisionisme yang umum terjadi dan perlu Anda ketahui: 

  • Menunjukkan perilaku menyimpang terjadi selama periode waktu enam bulan.
  • Menunjukkan perilaku menyimpang yang diulang dan hasilnya adalah gairah seksual yang ekstrim ketika menunjukkan alat kelamin kepada orang asing.
  • Perilaku tersebut membuat individu yang mengalaminya sangat tertekan kalau tidak menunjukkan alat kelaminya pada orang asing.
  • Kehidupan sosial, karir dan / atau sehari-hari terganggu.
Ilustrasi pelaku eksibisionisme (wuerzburgerleben)
Ilustrasi pelaku eksibisionisme (wuerzburgerleben)

Pemeriksaan terhadap individu yang mengalami ekshibisionisme

Agar individu yang mengalami ekshibisionisme dapat menjalani hidup normal dan tidak pernah melakukan perilaku menyimpangnya lagi, orang lain dapat membantu dengan melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan juga harus mempertimbangkan apakah individu tersebut menyalahgunakan zat.

Pengaruh gangguan ekshibisionisme pada kehidupan sehari-hari 

Gangguan eksibisionis terjadi sepanjang hidup seseorang dan memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Perilaku ini ditemukan sulit untuk dimodifikasi dan / atau dikendalikan.

Anggota keluarga dan orang lain yang dekat dengan orang tersebut dapat membantunya berada di lingkungan yang sehat serta memastikan dia menggunakan internet untuk kepentingan yang positif. Jauhkan dia dari film porno ,  bacaan, hal-hal tertentu yang mengarah ke aktivitas seksual. 

Pengobatan Gangguan Eksibisionis 

Orang dengan Gangguan Eksibisionis biasanya tidak mencari pengobatan sendiri dan tidak berpikir mereka memiliki masalah sampai mereka berakhir dalam masalah dengan hukum. Ketika mereka dikirim ke pengadilan dan diberitahu bahwa mereka harus mendapatkan perawatan, biasanya pertama kali mereka berpikir tentang sulitnya melalui perawatan.

Sangat penting bagi individu dengan Gangguan Eksibisionis untuk menghadiri sesi terapi secara rutin untuk belajar mengatasi gangguan tersebut. Terapi Perilaku Kognitif dapat efektif untuk mengidentifikasi hal-hal yang menyebabkan dorongannya, dan cara menghadapi dorongan tersebut dengan cara yang sehat. Biasanya berupa latihan-latihan berikut ini:

  • restrukturisasi kognitif (mengidentifikasi dan mengubah pikiran yang menyebabkan perilaku)
  • pelatihan relaksasi (untuk mengurangi paparan impuls)
  • pelatihan keterampilan mengatasi (berbagai cara untuk berperilaku ketika perasaan gairah mulai terjadi.)

Ketiga terapi tersebut di atas harus dilakukan bersama dengan ahlinya. Demikian itu penjelasan mengenai apa itu eksibisionisme.

Kontributor : Mutaya Saroh

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar