Tengah Malam, Universitas Hong Kong Singkirkan Patung Tiananmen

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 23 Desember 2021 | 17:49 WIB
Tengah Malam, Universitas Hong Kong Singkirkan Patung Tiananmen
DW

Suara.com - Patung Tiananmen mengingatkan publik Hong Kong sebagai simbol gerakan pro-demokrasi Cina yang dihancurkan secara brutal tahun 1989. Beijing berusaha menghapus ingatan masyarakat atas insiden tersebut selama 30 tahun.

Para pekerja di Universitas Hong Kong (HKU) pada Rabu (22/12) tengah malam waktu setempat menutupi patung Tiananmen, simbol kenangan dan penghormatan kepada pengunjuk rasa pro-demokrasi yang terbunuh selama penumpasan di Lapangan Tiananmen, Cina tahun 1989.

Patung yang diberi nama "Pillar of Shame" karya tembaga setinggi 8 meter dengan berat 2 ton yang merupakan karya seniman asal Denmark, Jens Galschiot, itu adalah menara dari tumpukan 50 jenazah yang melambangkan siswa yang dibunuh oleh pasukan pemerintah Cina pada 4 Juni 1989.

Menurut keterangan saksi mata, pekerjaan konstruksi tersebut dilakukan dengan mendatangkan derek dan satu kontainer.

Para pekerja memasang barikade kuning di sekitar patung, yang terletak di halaman interior, kemudian dilanjutkan dengan memasang pembatas dan tirai kain putih di sekitar patung.

Pematung Galschiot merilis pernyataan yang mengatakan bahwa dia "benar-benar terkejut" dengan berita itu dan takut akan karyanya hancur.

Dia juga mengatakan bahwa karya itu adalah miliknya dan akan "mengklaim kompensasi untuk setiap kerusakan pada patung itu."

Saksi mata juga mendengar suara alat pemotong dan rantai yang memekakkan telinga, serta melihat pekerja memindahkan bagian atas patung ke derek yang ada, kemudian mengangkatnya ke dalam kontainer pengiriman.

Apa yang terjadi dengan patung itu?

baca juga

Pihak universitas mengumumkan bahwa pada Oktober lalu mereka telah memberi tahu Aliansi Hong Kong yang Mendukung Gerakan Demokrat Patriotik Cina — yakni sebuah kelompok yang sekarang sudah dibubarkan yang menyelenggarakan acara penyalaan lilin tahunan pada 4 Juni — bahwa mereka harus membongkar patung tersebut.

Mantan anggota kelompok mengatakan bahwa pihak universitas harus menghubungi pematung tentang pembongkaran tersebut.

Jens Galschiot mengatakan dia menghubungi universitas agar mengembalikan patungnya ke Denmark, tetapi tidak pernah menerima balasan atas permintaan tersebut.

Citizen News, outlet media lokal di Hong Kong, memberitakan bahwa dewan universitas baru-baru ini memilih untuk menghancurkan patung Tiananmen.

Mengapa pihak berwenang ingin "Pillar of Shame" dibongkar?

Patung Tiananmen yang awalnya diletakkan di Taman Victoria Hong Kong sekitar 20 tahun yang lalu adalah salah satu dari sedikit pengingat publik yang tersisa di pulau itu tentang pembantaian Tiananmen — sebuah insiden yang dengan gigih berusaha dihapus oleh Beijing dari ingatan masyarakat sejak insiden itu terjadi.

Di Cina, peringatan atau simbol dari acara tersebut dilarang keras.

Banyak yang lahir setelah peristiwa tersebut hanya memiliki sedikit ingatan atau bahkan tidak sama tahu tentang peristiwa tersebut, karena dihapus dari sejarah.

Tindakan penyingkiran patung Tiananmen pada Rabu (22/12) adalah upaya terbaru untuk membungkam orang-orang di Hong Kong yang bersikeras untuk memperingati acara tersebut.

Penyalaan lilin besar-besaran telah dilakukan di Hong Kong selama beberapa dekade, meskipun situasinya berubah secara dramatis sejak Beijing merebut kembali bekas jajahan Inggris itu pada 1997.

Selama dua tahun terakhir, pihak berwenang Cina telah melarang acara tersebut dengan alasan kesehatan dan pandemi virus corona.

Apakah ada hubungannya dengan hukum keamanan nasional Hong Kong?

Hong Kong telah lama menjadi tempat perdebatan sengit dan protes besar-besaran publik yang mengadvokasi hak otonomi dari Cina.

Perdebatan menjadi semakin tajam dengan pengesahan dan implementasi undang-undang keamanan nasional Hong Kong pada 30 Juni 2020 yang diberlakukan Beijing.

Pihak berwenang menggunakan undang-undang tersebut — di mana mereka yang tidak bertindak sesuai dengannya dapat diekstradisi ke Cina untuk diadili — untuk menekan kebebasan berbicara dan menekan gerakan pro-demokrasi dan hak-hak sipil.

Berbicara tentang pemindahan patung Rabu (22/12) malam, seorang mahasiswa berusia 19 tahun di tempat kejadian mengatakan: "Universitas pengecut karena melakukan tindakan ini tengah malam. Saya merasa sangat kecewa, karena itu adalah simbol sejarah. Universitas mengklaim menganjurkan kebebasan akademik, tetapi tidak dapat menyimpan monumen bersejarah."

Humas universitas tidak membuat pernyataan publik tentang situasi tersebut dan belum menjawab permintaan dari kantor berita AP dan Reuters. bh/ha (AP, Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×