Anggota DPR Minta Pemerintah Perluas Tes PCR Teknologi Terbaru Untuk Deteksi Cepat Omicron

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 29 Desember 2021 | 09:16 WIB
Anggota DPR Minta Pemerintah Perluas Tes PCR Teknologi Terbaru Untuk Deteksi Cepat Omicron
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo. (Dok: DPR)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta pemerintah memperluas penggunaan alat tes PCR SGTF (S-Gene Target Failure). Alat PCR itu diyakini menjadi teknologi baru yang lebih cepat mendeteksi varian Omicron.

Penggunaan alat tes PCR itu bukan tanpa alasan. Mengingat kasus transmisi lokal Omicron sudah ditemukan di Indonesia.

“Kasus omicron transmisi lokal ini kan mengindikasikan varian ini sudah menyebar di berbagai tempat. Karena itu, kita mendorong agar penggunaan tes PCR SGTF diperluas," kata Rahmad kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Rahmad mengatakan, deteksi varian Omicron harus dilakukan secepat mungkin untuk mencegah varian tersebut tersebar lebih luas. Karena itu, penggunaan PCR SGTF diharapkan mampu menjadi solusi.

"Artinya, orang yang dinyatakan positif pun perlu ditindaklanjuti dengan tes PCR SGTF ini agar diketahui dengan pasti apakah yang bersangkutan terpapar omicron atau tidak,” kata Rahmad.

Sebagaimana diketahui saat ini tidak semua alat tes Covid-19 dapat membaca varian Omicron. Diperlukan marker khusus yang disebut S Gene Target Failure (SGTF) untuk menemukan varian Omicron.

Rahmad berujar sejauh ini penggunaan SGTF masih terbatas, hanya dipasang di pintu-pintu masuk kedatangan dari luar negeri.

Diketahui, Kementerian Kesehatan menggunakan alat tes PCR dengan teknologi baru yang bisa melihat marker virus corona varian omicron. Alat tersebut sudah disebarkan di seluruh pintu masuk Indonesia untuk mencegah kasus Covid-19 varian omicron menyebar luas.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, melalui alat tes PCR tersebut, identifikasi varian omicron bisa dilakukan lebih cepat, yakni dalam waktu 4 sampai 6 jam.

baca juga

Upaya lainnya dilakukan dengan pengetatan protokol kesehatan, surveilans, vaksinasi, dan perawatan. Terkait protokol kesehatan, Budi meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri kalau bukan urusan penting dan mendesak.

“Tidak usah pergi ke luar negeri kalau tidak sangat urgent, karena sekarang sumber penyakitnya ada di sana dan semua orang yang kembali kita lihat banyak yang terkena omicron. Jadi lindungilah diri kita, jangan pergi ke luar negeri,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12/2021).

Ia menambahkan, Kemenkes juga akan mendatangkan 15 mesin genome sequencing. Kemudian alat tersebut rencananya akan disebarkan ke beberapa wilayah di Indonesia mulai tahun depan.

Data Kemenkes per Senin (27/12), jumlah kasus Covid-19 varian omicron di Indonesia telah mencapai 46 kasus sejak pertama kali dilaporkan pada 16 Desember lalu. Hampir seluruh kasus merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri.

Saat ini sebagian besar pasien telah menjalani karantina di Wisma Atlet dan sebagian lagi di RSPI Sulianti Saroso.

Oleh sebab itu, Budi kembali menekankan pentingnya karantina 10 hari bagi pelaku perjalanan dari luar negeri. Ia menyampaikan, pihaknya akan memperketat karantina masuk dari luar negeri.

“Kita harus melindungi 270 juta masyarakat yang saat ini kondisinya sudah baik. Tolong dipahami bahwa proses karantina kedatangan perjalanan luar negeri adalah untuk melindungi warga kita dari penularan virus Covid-19, termasuk Omicron,” imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron Bikin Kasus COVID-19 Argentina Naik 2 Kali Lipat, Ngeri!

Varian Omicron Bikin Kasus COVID-19 Argentina Naik 2 Kali Lipat, Ngeri!

Health | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:56 WIB

Vietnam Laporkan Kasus COVID-19 Varian Omicron Pertama dari Luar Negeri

Vietnam Laporkan Kasus COVID-19 Varian Omicron Pertama dari Luar Negeri

Health | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:37 WIB

Update Covid-19 Global Pecah Rekor: Ada 1 Juta Kasus Infeksi Baru dalam Sehari!

Update Covid-19 Global Pecah Rekor: Ada 1 Juta Kasus Infeksi Baru dalam Sehari!

Health | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:32 WIB

Mirip Indonesia, Kasus Omicron Pertama Di Vietnam Terdeteksi Di Pusat Karantina

Mirip Indonesia, Kasus Omicron Pertama Di Vietnam Terdeteksi Di Pusat Karantina

News | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:26 WIB

Gara-gara Omicron, Kasus COVID-19 di Australia Kembali Mengkhawatirkan

Gara-gara Omicron, Kasus COVID-19 di Australia Kembali Mengkhawatirkan

Health | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:24 WIB

Ahli Imunologi Inggris: Infeksi Covid-19 Omicron Tidak Sama seperti Setahun Lalu

Ahli Imunologi Inggris: Infeksi Covid-19 Omicron Tidak Sama seperti Setahun Lalu

Health | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:44 WIB

Satgas Covid-19: Mayoritas Pasien Varian Omicron Tidak Bergejala

Satgas Covid-19: Mayoritas Pasien Varian Omicron Tidak Bergejala

Health | Rabu, 29 Desember 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

×